SEMANGAT GENERASI AS-SALASUS SHOLIH DALAM MENCARI REZEKI YANG HALAL

image

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Bismillah. Berikut ini kami akan sebutkan beberapa atsar atau riwayat dari sebagian ulama generasi as-salafus sholih tentang upaya dan semangat mereka dalam bekerja dan mencari nafkah yang HALAL.

عن حماد بن زيد قال: قال لي أيوب: الزم سوقك فإنك لا تزال كريمًا على إخوانك ما لم تحتج إليهم.

»1. Dari Hammad bin Said rahimahullah, ia berkata: “Ayub rahimahullah berkata padaku; ‘Tetaplah kau berdagang, karena sesungguhnya kamu senantiasa mulia dan terhormat di hadapan saudara-saudaramu selagi kamu tidak mengajukan kebutuhanmu kepada mereka.” (Lihat Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani I/434).

عن عمر بن الخطاب رضى الله عنه قال: مكسبة فيها بعض الدناءة خير من مسألة الناس.

»2. Dari Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu, ia berkata: “Penghasilan yang sedikit (dari pekerjaan tang nampak rendah tapi halal, pent) itu lebih baik daripada meminta-minta (kebutuhan pribadi/keluarga) kepada orang lain.” (Lihat Mausu’ah Ibnu Abid-Dunya VII/475).

: عن أرطأة قال: كان ضمرة بن حبيب رحمه الله إذا قام إلى الصلاة قلت: هذا أزهد الناس في الدنيا، فإذا عمل للدنيا قلت: هذا أرغب الناس في الدنيا.

»3. Dari Artho-ah rahimahullah, ia berkata: “Adalah Dhomroh bin Habib apabila sedang mengerjakan sholat, maka aku katakan (dalam batinku), ‘Ia adalah manusia paling zuhud (yakni tidak berambisi dan merasa butuh kepada harta dunia).’ Dan apabila ia sedang bekerja mencari nafkah, aku pun mengatakan (pada diriku), ‘Ia adalah orang yang paling semangat dalam mencari nafkah.” (Lihat Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani II/275).

عن سلمان الفارسي رضي الله عنه قال: إني لأحب أن آكل من كدّ يدي.

»4. Dari Salaman Al-Farisi radhiyallahu anhu, ia berkata: “Sungguh aku sangat suka mengkonsumsi makanan yang diperoleh dari jerih payah tanganku sendiri.” (Lihat Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani I/161).

(*) BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH DARI RIWAYAT-RIWAYAT DI ATAS:

1. Betapa semangat para ulama generasi As-Salafus Sholih dalam bekerja dan mencari NAFKAH yang HALAL demi mencukupi kebutuhan pribadi dan keluarga mereka sendiri. Sehingga tidak ada di antara mereka yang suka mengemis atau meminta-minta dan menjadi beban hidup bagi orang lain.

2. Giat dalam bekerja atau mencari nafkah dengan landasan iman, takwa dan tawakkal kepada Allah dapat menghindarkan seseorang dari segala perbuatan yang haram seperti:
» Korupsi, baik di perusahaan/lembaga pemerintahan maupun swasta, di bidang umum maupun agama.
» Menipu dan menganiaya orang lain.
» Jual beli barang-barang haram.
» Bekerja di tempat yang haram.
» Dan lain sebagainya.

3. Meskipun mereka bersemangat dalam bekerja dan mencari nafkah, namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk bersemangat dalam menuntut ilmu agama, beribadah dan berdakwah kepada Allah.

4. Mereka meyakini bahwa berdakwah kepada agama Allah adalah termasuk kewajiban ibadah kepada Allah atas orang-orang yang diberi ilmu syar’i oleh Allah dengan pemahaman yang benar, sebagaimana halnya kewajiban ibadah sholat 5 waktu dalam sehari semalam, puasa Romadon, menunaikan Zakat dan Haji bagi yang mampu. Dengan demikian, mereka tidak menjadikan dakwah sebagai suatu profesi yang harus ada upah/tarifnya.

5. Giat dalam bekerja dan mencari nafkah bukanlah perkara yang tercela selagi tidak menyebabkan lalai dari mempelajari ilmu syar’i dan beribadah kepada Allah. Bahkan hal itu bisa menjadi amalan yang berpahala jika dilandasi dengan niat yang baik dan mengharap wajah Allah semata sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassalam di dalam hadits-hadits yang shohih.

Demikian pelajaran penting dan faedah ilmiyah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan semoga kita bisa mengikuti jejak generasi as-salafus sholih dalam semangat mencari nafkah yang halal dan dalam setiap urusan agama. Amiin. (Klaten, 23 Maret 2015)

# Grup Majlis Hadits.
BB: 538AF185 WA: 082225243444

(*) Blog Dakwah Sunnah, KLIK:
Http://abufawaz.wordpress.com

INFORMASI SEKOLAH DASAR ISLAM GRATIS DAN MURAH

image

Bismillah. Sekolah Dasar Islam Plus Tahfizh Al-Quran yang dikelola oleh Pesantren Islam AL-ITTIBA’ Juwiring, Klaten, Jawa Tengah membuka penerimaan siswa dan siswi baru Tahun Pelajaran 2015-2016.

GRATIS 100 % untuk anak YATIM.
MURAH bagi anak orang Mampu dan Tidak Mampu, in syaa ALLAH.

Silakan Daftarkan Putra Putri Anda. Barokallahu fiikum.

BETAKWALAH KEPADA ALLAH DALAM MENCARI REZEKI YANG HALAL !

  

(*) CARILAH REZEKI YANG HALAL DAN BERTAKWALAH KEPADA ALLAH ! (*)

(Wasiat Syaikh Al-Albani rahimahullah)

🌼5⃣5⃣من أقوال إمام السنة المحدث الألباني رحمه الله :

❗اتق الله واطلب الرزق الحلال:

[ أكثر الناس لا يتقون الله في تحصيلهم لكسبهم ورزقهم ، مع أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول :
( يا أيها الناس إن أحدكم لنْ يموت حتى يستكمل رزقه وأجله ، فأجملوا في الطلب فإن ما عند الله لا يُنال بالحرام )  :
اسلكوا الطريق والسبيل الجميل ، أي : المشروع في طلب الرزق ، لأنه لنْ يموت أحدكم حتى يستوفي الرزق كله لا يدع من وراءه ولا فلس كما أنه أيضا يستوفي أجله ،

» Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: 

“Bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki yang halal. Kebanyakan manusia tidak bertakwa kepada Allah dalam upaya mereka mencari nafkah dan rezeki. Padahal Nabi shallallahu alaihi wassalam pernah bersabda: “Wahai segenap manusia, sesungguhnya salah seorang diantara kalian tidak akan mati sehingga ia mendapatkan jatah rezeki dan ajalnya dengan sempurna. Maka, carilah rezeki dengan cara yang baik (halal), karena apa yang ada di sisi Allah tidaklah diraih dengan jalan yang haram.”

Berjalanlah di jalan yang baik dan disyari’atkan dalam mencari rezeki, karena salah seorang diantara kalian tidaklah meninggal dunia sampai ia memperoleh jatah rezekinya dengan sempurna, tanpa tertinggal sepeser pun, sebagaimana ia juga mendapatkan jatah umurnya dengan sempurna.

كما قال تعالى :
(( فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون ))

Hal ini sebagaimana Allah ta’ala berfirman: “Maka apabila telah tiba ajal mereka, mereka tidak akan mampu menundanya maupun memajukannya barang sesaat pun.”

والساعة في الآية : مُش في الساعة اللي هي جزء من أربعة وعشرين لا ، الساعة في الآية : اللحظة ، يعني : لا يستأخرون ساعة أي : لحظة (( ولا يستقدمون )) ،

Kata الساعة (as-saa’ah) di dlm ayat ini bukanlah bagian dari 24 jam dlm sehari semalam, akan tetapi yg dimaksud الساعة (as-saa’ah) di dalam ayat di atas ialah waktu sesaat atau sekejap. Yaitu, mereka tidak dapat memajukan maupun menunda barang sedetik pun.

الشاهد : مع كل هذه الأوامر الشرعية والضمانات الإلهية بأن الإنسان سينال رزقه شاء أم أبى ، فنحن نهتم بهذا الرزق إلى درجة أننا لا نسأل : حرام ولا حلال ، أما الغاية التي من أجلها خُلقنا : وهي أن نَعبد ربنا فقد جعلنا ذلك نسياً منسياً ، فبتلاقي المسلمين مثل الكفار يعملون ليلاً نهاراً في سبيل طلب ما هو مضمون ، ويهملون ما من أجله خُلقوا وهو عبادة الله تبارك وتعالى ] . الهدى والنور 4

Kesimpulannya, dengan adanya semua perintah syari’at dan jaminan dari Allah ini, bahwa manusia akan mendapatkan jatah rezekinya, suka ataupun tidak. Namun, (kenyataannya) kita mencurahkan perhatian untuk memperoleh rezeki tersebut sampai batas yang mana kita tidak pernah menanyakan tentang halal dan haramnya.

Adapun tujuan utama kita diciptakan (di dunia ini) yaitu agar kita beribadah hanya kepada Robb kita (Allah ta’ala), maka sungguh kita telah menjadikan tujuan utama ini sebagai sesuatu yang terlupakan. Dan sungguh kita juga menjumpai (sebagian) kaum muslimin seperti halnya orang-orang kafir yang bekerja keras siang dan malam demi memperoleh sesuatu (rezeki) yang sudah dijamin adanya (oleh Allah), namun mereka melalaikan tujuan utama Allah ciptakan mereka, yaitu agar mereka beribadah hanya kepada Allah tabaaroka wata’aala. (Silsilah Al-Huda Wa An-Nuur no.4).

● Sumber:
http://www.albanyimam.com/files/split-004-7.mp3

» Dipersilakan pula baca artikel kami tentang “KEUTAMAAN BISNIS DAN BEKERJA DENGAN JALAN YANG HALAL” di link ini, KLIK:
https://abufawaz.wordpress.com/?s=keutamaan+bisnis&submit=Cari

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin. (Klaten, 19 Maret 2015)

# Grup Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.
BB: 538AF185 WA: 082225243444

(*) Blog Dakwah Sunnah, KLIK:

Http://abufawaz.wordpress.com

Http://facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz

20 PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH DARI TABLIGH AKBAR, 15 MARET 2015 DI MASJID ISTIQLAL JAKARTA PUSAT

image

عنوان المحاضرة : توحيد الله تعالى
المحاضر : فضيلة الشيخ الأستاذ الدكتور عبد الرزاق بن عبد المحسن العباد حفظه الله تعالى

(*) TEMA: KEESAAN ALLAH, PENJELASAN AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH

(*) Narasumber: Prof. DR. Syaikh Abdurrahman bin Abdul Muhsin Al-Badr Al-Abbad -hafizhohullah-

١- أن توحيد الله هو أعظم أمر في هذه الدنيا

1. Tauhidullah (mengesakan Allah) merupakan perkara yang paling agung di dunia ini.

٢- وأنه الحكمة العظمى من خلق الإنس والجن
– كما قال تعالى : (وما خلقت الإنس والجن إلا ليعبدون)

2. Tauhid merupakan hikmah teragung dari penciptaan jin dan manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

٣- وأنه الغاية الكبرى من بعثة الرسل
– كما قال تعالى : (ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت)

3. Tauhid merupakan tujuan utama diutusnya para Rosul. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang Rosul agar menyerukan kepada kaumnya, ‘Beribadahlah kamu hanya kepada Allah dan jauhilah thogut.” (QS. An-Nahl: 36).

٤- وأنه أصل وأساس يبنى عليه دين الإسلام كما كانت الشجرة لا تقوم إلا على أصلها

4. Tauhid adalah prinsip dan landasan dasar agama Islam, sebagaimana pohon tidak akan tegak tanpa akar.

٥- وأنه الفطرة التي فطر الله الناس عليها
– كما قال الله تعالى: (فأقم وجهك للدين حنيفا فطرة الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون) 
– و كما قال النبي صلى الله عليه وسلم : ما من مولود إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه، 
– وكما قال النبي صلى الله عليه وسلم: قال الله تعالى في الحديث القدسي : خلقت عبادي حنفاء فاجتالتهم الشياطين 

5. Tauhid adalah agama fitroh yang mana Allah menciptakan manusia di atas fitroh tersebut.

– Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. Ar Ruum: 30)

– Dan sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Tiada seorang bayi yang terlahir (di dunia ini) melainkan ia terlahir dalam keadaan fitrah. Lalu, kedua orang tuanya lah yang menjadikannya beragama Yahudi atau Nasrani.”

– Dan sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam pula: Allah Ta’ala berfirman: “Aku telah ciptakan hamba-hamba-KU dalam keadaan lurus. Lalu setan-setan itu menyesatkan mereka.”

٦- وأنه شرط أساسي لقبول الأعمال، 
– كما قال قال تعالى ( ولقد أوحي إليك وإلى الذين من قبلك لئن أشركت ليحبطن عملك ولتكونن من الخاسرين) 
– وكما قال تعالى ( وما منعهم أن تقبل منهم نفقاتهم إلا أنهم كفروا بالله وبرسوله )

6. Tauhid adalah syarat utama diterimanya semua amal ibadah. 

– Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelummu: Apabila kamu berbuat syirik pastilah akan lenyap seluruh amalmu, dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65)

– Dan sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. at-Taubah: 54)

٧- وأنه حق الله تعالى على العباد 
– كما قال النبي صلى الله عليه وسلم : يا معاذ، أتدري ما حق الله على العباد وما حق العباد على الله؟ قلت الله ورسوله أعلم، قال: حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا، وحق العباد على الله ألا يعذب من لا يشرك به شيئا

7. Tauhid adalah hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya. 

– Hal ini sebagaiman sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: “Wahai Mu’adz, tahukah engkau hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya dan hak para hamba atas Allah?” Aku jawab: “Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.” Maka Rasulullah bersabda: “Hak Allah atas para hamba-Nya ialah agar mereka beribadah hanya kepada Allah dan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Sedangkan hak para hamba atas Allah ialah agar Allah tidak menyiksa siapa saja yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.”

٨- أن من لم يوحد الله فإن أمره فرطا وقلبه متفرق وحاله في ضياع 
– كما قال تعالى ( أأرباب متفرقون خير أم الله الواحد القهار )

8. Barangsiapa tidak mentauhidkan Allah, maka urusannya menjadi sia-sia, hatinya tercerai berai, bimbang dan galau. 

– Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Manakah yang lebih baik, Tuhan-Tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.” (QS. Yusuf: 39).

٩- أن العقيدة المنتشرة بين الناس على وجه الأرض نوعان : عقيدة نازلة من السماء بوحي الله، وعقيدة نابتة في الأرض وهذه عقيدة باطلة مردودة

9. Aqidah (keyakinan) yang tersebar di tengah manusia di muka bumi ada dua macam, yaitu:
(1) Aqidah yang turun dari langit berdasarkan wahyu Allah, dan
(2) Aqidah yang tumbuh di bumi (tidak berdasarkan wahyu dari Allah), maka ini adalah Aqidah yang batil dan tertolak.

١٠- أن التوحيد يحقق الأمن والطمأنينة للعبد 
– كما قال تعالى ( الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون)

10. Tauhid akan mewujudkan keamanan dan ketentraman di dalam jiwa seorang hamba. 

– Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedholiman (yakni syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An’am: 82)

١١- وأن التوحيد هو أحسن الحسنات، والدليل على ذلك أن وجود الشرك محبط لجميع الأعمال

11. Tauhid merupakan amal kebaikan yang paling baik. Buktinya, bahwa keberadaan Syirik dapat menyebabkan runtuh dan terhapusnya semua amal ibadah.

١٢- وأن التوحيد هو مفتاح الجنة، فمن لم يأتِ به يوم القيامة فإنه لن يدخل الجنة 
كما قال تعالى (إن الذين كذبوا بآياتنا واستكبروا عنها لا تفتح لهم أبواب الجنة ولا يدخلون الجنة حتى يلج الجمل في سم الخياط وكذلك نَجْزِي المجرمين)

12. Tauhid merupakan kunci masuk surga. Maka, barangsiapa datang pada hari Kiamat tanpa membawa tauhid, maka ia tidak akan masuk surga. 

– Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum.

Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.” (QS. Al-A’raaf: 40).

حقيقة التوحيد :
١٣- التوحيد هو إفراد الله في ربوبيته وألوهيته وأسمائه وصفاته

# HAKEKAT TAUHID #
13. Tauhid ialah mengesakan Allah dalam rububiyyah, uluhiyyah dan asma wa sifat (nama-nama dan sifat-Nya).

١٤- ومن خصائص الله تعالى تفضله بأسمائه الحسنى وصفاته العليا 
– كما قال تعالى: (ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها) 
– وقال تعالى (هو الله الذي لا إله إلا هو عالم الغيب والشهادة هو الرحمن الرحيم. هو الله الذي لا إله إلا هو الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن العزيز الجبار المتكبر سبحان الله عما يشركون)

14. Diantara kekhususan Allah, Dia memiliki nama-nama yang maha indah dan sifat-sifat yang maha tinggi. 

– Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan Allah memiliki nama-nama yang maha indah, maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama-Nya itu.”

– Dan firman-Nya pula: “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Al-Hasyr: 22-23).
 
١٥- ومن حقوق الله على عباده أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا 
– كما قال تعالى: ( وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين)
– وقال النبي صلى الله عليه وسلم: حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا وحق العباد على الله ألا يعذب من لا يشرك به شيئا. 
– وقال النبي صلى الله عليه وسلم : من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار . 

15. Dan diantara hak-hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya ialah agar mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutu-Nya dengan sesuatu apapun. 

– Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan tidaklah mereka diperintahkan melainkan agar mereka mengikhlaskan (memurnikan) ketaatan hanya untuk-Nya.” (QS. Al-Bayyinah: 5).

– Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Hak Allah yang wajib ditunaikan oleh para hamba-Nya ialah agar mereka beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutu-Nya dengan sesuatu apapun. Dan hak para hamba yang akan dipenuhi oleh Allah ialah agar Allah tidak menyiksa siapa pun yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.”

– Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam juga bersabda: “Barangsiapa yang mati dalam keadaan berdoa kepada selain Allah sebagai tuhan tandingan bagi-Nya, niscaya ia pasti masuk neraka.”

١٦- كلمة التوحيد ( لا إله إلا الله ) تتضمن النفي والإثبات.

16. Kalimat Tauhid  ( لا إله إلا الله ) mengandung (2 rukun), yaitu:
(1) an-nafyu (peniadaan sesembahan yang hak dari selain Allah).
(2) Al-itsbat (penetapan sesembahan yang hak bagi Allah semata).

١٧- أن التوحيد ثلاثة أنواع، وهي: توحيد الربوبية، وتوحيد الأسماء والصفات، وتوحيد الألوهية

17. Tauhid itu ada 3 macam, yaitu: 
(1) Tauhid Rububiyyah.
(2) Tauhid Asma wa Sifat.
(3) Tauhid Uluhiyyah.

١٨- أن مفسدات التوحيد منها ما ينقضه، ومنها ما ينقص كماله

18. Perusak-perusak Tauhid ada yang dapat menyebabkan batalnya Tauhid. Dan ada pula yang dapat mengurangi kesempurnaan Tauhid.

١٩- أن نواقض التوحيد ترجع إلى ثلاثة أمور رئيسة وهي: الشرك الأكبر، والكفر الأكبر، والنفاق الأكبر، 

19. Pembatal-pembatal Tauhid berporos pada 3 perkara utama, yaitu:
(1) Syirik Akbar/besar.
(2) Kufur Akbar/besar.
(3) Nifak Akbar/besar.

٢٠- وأما نواقص التوحيد هي : الشرك الأصغر، والكفر الأصغر، والنفاق الأصغر،  

20. Adapun hal-hal yang mengurangi kesempurnaan Tauhid ialah:
(1) Syirik Ashghor/kecil.
(2) Kufur Ashghor/kecil.
(3) Nifak Ashghor/kecil.

Demikian beberapa pelajaran penting dan faedah ilmiyah yang dapat kami sampaikan secara ringkas dari Tabligh Akbar dengan Tema “KEESAAN ALLAH TA’ALA” yang disampaikan oleh Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad hafizhohullah pada hari ini, Ahad, 15 Maret 2015 di masjid Istiqlal, Jakarta. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Amin.

# Grup Majlis Hadits.
BB: 538AF185 WA: 082225243444
Twitter@mwasitho
FB: Http://facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz

KIAT AGAR ISTIQOMAH DI ATAS IMAN SAMPAI MATI

image

(*) INFO KAJIAN JATIBENING (*)

بِسْــــــمِ اللَّه

Hadirilah Kajian ilmiyah utk umum, In syaa ALLAH akan diadakan pd hari ini ▼

✅ Hari : Ahad, 15 Mar 2015

✅ Jam : 18.45 (ba’da Magrib) – 20.30

✅ Tempat ~Aula Mesjid Baitul Jabbaar~
       Jl. Kepodang Raya
       Jatibening Estat 
       Caman, Ratna – Bekasi

✅ Nara Sumber : Ustadz MUHAMMAD WASITHO ABU FAWAZ

✅ Tema : “KIAT AGAR ISTIQOMAH DI ATAS IMAN SAMPAI MATI”

(*) Bila ada pertanyaan agar disampaikan secara tertulis.

(*) Mohon memperhatikan Adab2 Parkir agar tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar masjid.

MOHON BANTU SYIARKAN

CP : IKWAN
       0818-475-950
       0878-8840-0018

Targhiib :
“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga”. (HR. Ahmad V/196, Abu Dawud no. 3641, Tirmidzi no. 2682)

“Barang siapa mengajak kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya”. (HR.Muslim no. 3509)

زَادَنَا اللَّهُ عِلْمًا وَحِرْصَا

Semoga ALLAH menambah kita Ilmu & Semangat

شُكْرًا وجَزَاكُمُ اللَّهُ خَيْرًا وبَارَكَ اللَّهُ فِيْكُمْ

UPDATE PELUANG SHODAQOH JARIYAH, PEMBEBASAN TANAH WAKAF PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ KLATEN JAWA TENGAH PERTANGGAL 12 MARET 2015

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ ».رواه مسلم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang meninggal dunia terputus semua amalnya kecuali tiga hal (yaitu): shodaqoh jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat, atau anak sholih yang senantiasa mendoakan (orang tua)nya”. (HR. Muslim)

2014-11-25_00.51.31

Pembebasan Tanah Wakaf Di Sebelah Selatan Masjid

Bismillah. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, beserta keluarga, para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan benar sampai hari kiamat.

Selanjutnya, kami selaku pembina dan pengurus Pesantren Islam AL-ITTIBA’ Klaten Jawa Tengah mengajak kaum muslimin dan muslimat untuk ikut serta dalam investasi dan tabungan akhirat berupa Program Pembebasan Tanah Wakaf seluas 5.060 m2 (Lima Ribu Enam puluh meter persegi) di desa Gondangsari kec. Juwiring, Kab. Klaten, Jawa Tengah untuk pembangunan ruang belajar, asrama santri, perpustakaan, kantor, dll.

(*) Nilai Tanah Wakaf  sebesar Rp.200.000,-/ m2 (Dua Ratus Ribu Per meter persegi). Sudah termasuk biaya tanah urug, pengeringan tanah dan pembalikan nama kepemilikan menjadi tanah wakaf.

» Bagi bapak/ibu/saudara/saudariku yang ingin menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah sebagai:

(*) WAKAF LILLAHI TA’ALA / SHODAQOH JARIYAH (*)

Bisa menyerahkannya secara langsung kepada Pengurus Pesantren Islam Al-Ittiba’, atau bisa juga mentransfer dana wakaf ke nomor rekening berikut ini:

» Bank Mandiri, KCP Delanggu
Nomor rekening: 1380006998756

» BCA, KCU SOLO
Nomor rekening: 0152557742
Atas nama: Muhammad Wasitho, LC

» Konfirmasi Transfer:
PIN: 7FA61515
Sms/WA: 082225243444
Telp: 081548402244

» Laporan Donatur Wakaf akan diupdate di Blog Dakwah Kami ini:
https://abufawaz.wordpress.com

» Donasi WAKAF TANAH mulai dibuka pada siang hari ini.

Demikian info peluang WAKAF ini kami sampaikan dengan sebenarnya. Semoga Allah memberikan kemudahan dan keberkahan kepada kita semua.

Klaten, 26 November 2014
Hormat kami:

Muhammad Wasitho Abu Fawaz
Pembina & Pimpinan Pesantren

DAFTAR NAMA PEWAKAF TANAH UNTUK PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ JUWIRING – KLATEN PER TANGGAL 25 MARET 2015

NO TGL NAMA PEWAKAF LUAS Tanah(m2) NOMINAL(Rp) BANK
1 26/11/14 Bapak Rahmat 10 2.000.000 BCA
2 26/11/14 Titi Yuniati 3 600.000 BCA
3 26/11/14 Cera Ismiralda 1 200.000 BCA
4 26/11/14 Suli binti Sulaiman 1 200.000 BCA
5 26/11/14 Ambiar bin Kamaroedin 1 200.000 BCA
6 26/11/14 Ivan bin Ambiar 1 200.000 BCA
7 26/11/14 Khairatunnisa 2 400.000 Mandiri
8 26/11/14 Eddi Hariawan 10 2.000.000 Mandiri
9 26/11/14 Ninik Eny Sunarti 1 200.000 Mandiri
10 26/11/14 Evi Sylvia 5 1.000.000 Mandiri
11 26/11/14 Ima Ummu Alya 10 2.000.000 Mandiri
12 26/11/14 Herta Eri Pramita 1 200.000 Mandiri
13 26/11/14 Sjafrial Sjafirudin 2 400.000 Mandiri
14 26/11/14 Hamba Allah 3 600.000 Ittiba’
15 26/11/14 Hamba Allah 10 2.000.000 Ittiba’
16 27/11/14 Sri Wahyuni 5 1.000.000 BCA
17 27/11/14 Andri Kahar 10 2.000.000 BCA
18 27/11/14 Abdullah S Kom 5 1.000.000 BCA
19 27/11/14 Hamba Allah i.a 5 1.000.000 BCA
20 27/11/14 Ummu Abdillah 2,5 500.000 Mandiri
21 27/11/14 Tyan Heryadi 1 200.000 Mandiri
22 27/11/14 Ira Nindiyawati 5 1.000.000 Mandiri
23 27/11/14 Hamba Allah ? 0,5 100.000 Mandiri
24 27/11/14 Hamba Allah 2,5 500.000 Ittiba’
25 28/11/14 Hamba Allah (z.wk) 5 1.000.000 BCA
26 28/11/14 Susanto Siklin Sampoer 5 1.000.000 BCA
27 28/11/14 Taufik Hidayat 5 1.000.000 BCA
28 28/11/14 Deny Rijadi 5 1.000.000 BCA
29 28/11/14 Mila Ananda 2 400.000 BCA
30 28/11/14 Eva Soeyatmo SH 1 200.000 BCA
31 28/11/14 Yunarsih 5 1.000.000 BCA
32 28/11/14 Hamba Allah 5 1.000.000 BCA
33 28/11/14 Sulistyono 1 200.000 BCA
34 28/11/14 Fatimah Lukiana 10 2.000.000 BCA
35 28/11/14 Mutia Syafneli 10 2.000.000 Mandiri
36 28/11/14 Hamba Allah 2 400.000 Mandiri
37 28/11/14 Dany Hendrik Priatno 5 1.000.000 Mandiri
38 28/11/14 Hamba Allah 0,5 100.000 Mandiri
39 28/11/14 Patriananda Bintaro 10 2.000.000 Mandiri
40 28/11/14 Cesnawati 25 5.000.000 Mandiri
41 28/11/14 Wariyanto 1 200.000 BCA
42 29/11/14 Rani Gilang 0,5 100.000 BCA
43 29/11/14 Hasan Nursyamsi 3 600.000 BCA
44 29/11/14 Soesy H. Agus 3 600.000 BCA
45 29/11/14 Panji Bagus P 5 1.000.000 BCA
46 29/11/14 Hamba Allah HK 5 1.000.000 Mandiri
47 30/11/14 Bied Batara Bayu 10 2.000.000 BCA
48 01/12/14 Desi Novitasari 2,5 500.000 BCA
49 01/12/14 Raharjo Kismoyo 1 200.000 BCA
50 01/12/14 Jaka Nurdayat 2 400.000 Mandiri
51 01/12/14 Hamba Allah ? 1 200.000 Mandiri
52 02/12/14 Listiya Nirmalasari 5 1.000.000 Mandiri
53 02/12/14 Weni Dewi 10 2.000.000 BCA
54 02/12/14 Ibrahim Salim 1 200.000 BCA
55 02/12/14 Hj. Sukarni AR 7,5 1.500.000 BCA
56 02/12/14 Vera Jabri 2,5 500.000 BCA
57 02/12/14 Hamba Allah 3 600.000 BCA
58 02/12/14 Nurtis’ah 1 200.000 BCA
59 02/12/14 Tukiyem 1 200.000 Mandiri
60 02/12/14 Afif Husen 1 200.000 Mandiri
61 02/12/14 Hamba Allah 1 200.000 Mandiri
62 02/12/14 Hamba Allah 100 20.000.000 Mandiri
63 02/12/14 Rizki Widya P 1 200.000 Mandiri
64 02/12/14 Rara Luthfia A 1 200.000 Mandiri
65 02/12/14 Grenick Vantryas 1 200.000 Mandiri
66 03/12/14 Elvayanti 3 600.000 BCA
67 03/12/14 Herizal 7,5 1.500.000 BCA
68 03/12/14 Eddi Hariawan 10 2.000.000 Mandiri
69 03/12/14 Abu Nadhifa/ Amdi Novi W 2,5 500.000 Mandiri
70 03/12/14 Hamba Allah 50 10.000.000 Mandiri
71 03/12/14 Yulieta Sari 2 400.000 Mandiri
72 03/12/14 Hamba Allah RD 2 400.000 Mandiri
73 04/12/14 Siti Fatimah 1,25 250.000 Mandiri
74 04/12/14 Hamba Allah ? 3 600.000 Mandiri
75 04/12/14 Mawal Kasni Y 2 400.000 Mandiri
76 04/12/14 Abdul Khoir 0,5 100.000 Mandiri
77 04/12/14 Bu Masni 2 400.000 Ittiba’
78 04/12/14 Eldra Satriyo Sujatmiko 1 200.000 BCA
79 04/12/14 Eldra Satriyo Sujatmiko 1 200.000 BCA
80 05/12/14 Valentina Ambiar 1 200.000 BCA
81 05/12/14 HJ. Nurhayati Daud 5 1.000.000 BCA
82 05/12/14 Sri Murti Mumpuni 2,5 500.000 BCA
83 05/12/14 Iis Iswandiaty 10 2.000.000 BCA
84 05/12/14 Helmi Erwanto 1 200.000 BCA
85 05/12/14 Rino Bonti Tri HS 2,5 500.000 BCA
86 05/12/14 Andi Kurniawan, SE 1,5 300.000 Ittiba’
87 05/12/14 Novi Moktiari 1,25 250.000 Mandiri
88 05/12/14 Eva Ummu Samer 10 2.000.000 Mandiri
89 05/12/14 Hamba Allah 50 10.000.000 Mandiri
90 05/12/14 Hamba Allah 50 10.000.000 Mandiri
91 05/12/14 Febriarto 1 200.000 Mandiri
92 06/12/14 Mustika Hendraning 5 1.000.000 BCA
93 06/12/14 Dipareza 1 200.000 Mandiri
94 06/12/14 Ninik Eny Sunarti 1 200.000 Mandiri
95 06/12/14 Asmayanti 2,5 500.000 Mandiri
96 06/12/14 Eko Djatmiko/ Hedi Sri S 5 1.000.000 Mandiri
97 07/12/14 Muhammad Ibrahim 3 600.000 Mandiri
98 07/12/14 Luthfiah Mahry 2 400.000 Mandiri
99 08/12/14 Mustika Hendraning 5 1.000.000 BCA
100 08/12/14 Surjadi 4 800.000 BCA
101 08/12/14 Hamba Allah 0,5 100.000 BCA
102 08/12/14 Amalia Kiswandari 1,5 300.000 Mandiri
103 08/12/14 Tiyem Solo 5 1.000.000 Mandiri
104 08/12/14 Hamba Allah ? 5 1.000.000 Mandiri
105 08/12/14 Aisyah Ummu Abdillah 1 200.000 Mandiri
106 09/12/14 Sriyati/ Nalia Rifika 10 2.000.000 Mandiri
107 09/12/14 Dia Widiani 1 200.000 Mandiri
108 10/12/14 Yuria Krisna 1 200.000 BCA
109 10/12/14 Abdullah bin Ahmad S Kom 5 1.000.000 BCA
110 10/12/14 Hamba Allah 2 400.000 Mandiri
111 10/12/14 Sri Widiyanti 2 400.000 Mandiri
112 11/12/14 Hamba Allah 10 2.000.000 Mandiri
113 11/12/14 Hamba Allah KP 22 4.400.000 Mandiri
114 11/12/14 Kemala binti Syauqi 3 600.000 BCA
115 12/12/14 Diyah Yulia Rahmaw 3 600.000 BCA
116 12/12/14 Desi Novitasari 5 1.000.000 BCA
117 12/12/14 Kania Umi Rahayu 2 400.000 BCA
118 12/12/14 Nursorayanti Djalal 3 600.000 Mandiri
119 12/12/14 Hamba Allah ? 1 200.000 Mandiri
120 12/12/14 Arie Widyawati, SE 5 1.000.000 Ittiba’
121 13/12/14 Hamba Allah ? 7,5 1.500.000 Mandiri
122 15/12/14 Hamba Allah ? 0,5 111.111 Mandiri
123 15/12/14 Ekawanto Sutrisno 5 1.000.000 Mandiri
124 15/12/14 Bambang Harianto 12,5 2.500.000 Mandiri
125 15/12/14 Teti Kurniati 1 200.000 BCA
126 15/12/14 Lisnasari 1 200.000 BCA
127 15/12/14 Ayu Aniendya Puspa 1 200.000 BCA
128 15/12/14 Iva Permatasari 2,5 500.000 BCA
129 16/12/14 Hamba Allah Bintaro 10 2.000.000 Mandiri
130 18/12/14 Herizal 5 1.000.000 Mandiri
131 18/12/14 Hamba Allah Jambi 1 200.000 BCA
132 18/12/14 Finda Saswati 3 600.000 BCA
133 18/12/14 Rosianis 3 600.000 BCA
134 18/12/14 Rina Nuraningsih 1 200.000 Mandiri
135 19/12/14 Desy Triany 1 200.000 Mandiri
136 19/12/14 Restha Andhiny Ummu Aisyah 10 2.000.000 Mandiri
137 19/12/14 Hamba Allah 27 5.400.000 Mandiri
138 19/12/14 Ismiyati 1,5 300.000 BCA
139 19/12/14 Rita Novita Admaza 5 1.000.000 BCA
140 20/12/14 Jaka Nurdayat 1 200.000 Mandiri
141 20/12/14 Susilawati 4 800.000 BCA
142 21/12/14 Jane Soraya 4 800.000 BCA
143 22/12/14 Hamba Allah 50 10.000.000 Mandiri
144 22/12/14 Winangsih 2 404.200 Mandiri
145 22/12/14 Abdullah bin Ahmad 10 2.000.000 BCA
146 23/12/14 Deddy Sudarmadi 25 5.000.000 BCA
147 24/12/14 Hamba Allah FW 50 10.000.000 Mandiri
148 24/12/14 Hariwan Setiyono 5 1.000.000 BCA
149 25/12/14 Santi Rahayu S 2 400.000 BCA
150 25/12/14 Didit Agustiawan 2 400.000 Mandiri
151 26/12/14 Evi Sulastri 10 2.000.000 BCA
152 26/12/14 Ummu Shafiyya Yolla Fanina 1 200.000 Mandiri
153 26/12/14 Joko Baroto 50 10.000.000 Mandiri
154 26/12/14 Rina Hayati 5 1.000.000 Mandiri
155 27/12/14 Hamba Allah N 1 200.000 Mandiri
156 29/12/14 Hamba Allah AF 5 1.000.000 BCA
157 30/12/14 Hamba Allah LP-AG 50 10.000.000 Mandiri
158 31/12/14 Novi Muktiari 1 200.000 Mandiri
159 02/01/15 Raharjo Kismoyo 1 200.000 BCA
160 02/01/15 Hamba Allah T 1,5 300.000 BCA
161 02/01/15 Renald Serpong 50 10.000.000 Ittiba’
162 03/01/15 Hamba Allah E 2 400.000 Mandiri
163 05/01/15 Jane Soraya 2,5 515.000 BCA
164 05/01/15 Siti Fatimah 1, 250.000 Mandiri
165 05/01/15 Hamba Allah ? 2 400.000 Mandiri
166 06/01/15 Agus Burhanudin 5 1.000.000 BCA
167 07/01/15 Imam Pribadi 1 200.000 BCA
168 08/01/15 Hamba Allah WU Kelapa Gading 50 10.000.000 Mandiri
169 09/01/15 Darmadi Ahmad Muly 5 1.000.000 BCA
170 09/01/15 Agung Marsudi 3 600.000 BCA
171 10/01/15 Hamba Allah 5 1.000.000 Mandiri
171 10/01/15 Hamba Allah HK 10 2.000.000 Mandiri
172 11/01/15 Hamba Allah Bintaro 10 2.000.000 Mandiri
173 12/01/15 Nelly Dulan 1 200.000 Mandiri
174 12/01/15 Salma Yanur S 2 400.000 BCA
175 12/01/15 Abdullah S Kom 5 1.000.000 BCA
176 13/01/15 Idayani 10 2.000.000 Mandiri
177 –/01/15 Ar-Rodhi Billah 5 1.000.000 Ittiba’
178 14/01/15 Raharjo Kismoyo 1 200.000 BCA
179 15/01/15 Anis Kusmiyati, SE 10 2.000.000 BCA
180 16/01/15 Hendri Ricardo 1 200.000 Mandiri
181 16/01/15 Yanthy Yuliantri 2,5 500.000 BCA
182 16/01/15 Mustika Hendraning 5 1.000.000 BCA
183 19/01/15 Abdullah S.Kom 25 5.000.000 BCA
184 20/01/15 Haryanto 5 1.000.000 BCA
185 20/01/15 Hamba Allah Solo 30 6.000.000 Mandiri
186 21/01/15 Suryadiyana 1 200.000 Mandiri
187 21/01/15 Hamba Allah ? 1 200.000 Mandiri
188 21/01/15 Herpriyanto 2 400.000 BCA
189 21/01/15 Hamba Allah ? 25 5.000.000 BCA
190 26/01/15 Henryto Azhar 0,5 100.000 Mandiri
191 27/01/15 Ibrani Syafei 2,5 500.000 BCA
192 27/01/15 Valentina Ambiar 2 500.000 BCA
193 28/01/15 Nadira Wahono 5 1.000.000 BCA
194 28/01/15 Indadari Mindrayanti 1 250.000 Mandiri
195 28/01/15 Basoeki Soekarso 2 400.001 Mandiri
196 29/01/15 Agus Burhanudin 5 1.000.000 BCA
197 29/01/15 Hamba Allah ? 6 1.220.000 Mandiri
198 30/01/15 Caisar Aditya Putra 1,5 360.000 Mandiri
199 31/01/15 Suryadiyana 1 200.000 Mandiri
200 31/02/15 Lestari Indrawati 100 20.000.000 Mandiri
201 05/02/15 Hamba Allah 1 200.000 Mandiri
202 06/02/15 Hamba Allah Bintaro 10 2.000.000 Mandiri
203 11/02/15 Raharjo Kismoyo 1 200.000 BCA
204 11/02/15 Hamba Allah ? 5 1.000.000 BCA
205 11/02/15 Bayu Tri Susanto 2 400.000 Mandiri
206 12/02/15 Hamba Allah H.K 15 3.000.000 Mandiri
207 13/02/15 Hsmbs Allah ? 5 1.000.000 Mandiri
208 13/02/15 Hamba Allah 2 400.000 Mandiri
209 17/02/15 Nuke Risqiana SSI 3 600.000 BCA
210 20/02/15 Hamba Allah 5 1.000.000 Ittiba’
211 20/02/15 Sophia Sri Shafarni 10 2.000.000 Mandiri
212 23/02/15 Asim Gelebi/Dewi Grena Metawat 11 2.250.000 BCA
213 24/02/15 Yatkan 0,5 100.000 BCA
214 24/02/15 Mochammad Kusni 1 200.000 BCA
215 26/02/15 Hamba Allah ? 2,5 500.000 Mandiri
216 26/02/15 Herpriyanto 3 600.000 BCA
217 26/02/15 Muhammad Abdullah 2,5 500.000 BCA
218 27/02/15 Ninik Eny Sunarti 1 200.000 Mandiri
219 27/02/15 Hamba Allah ir 2 400.000 Mandiri
220 27/02/15 Agus Harsoyo 25 5.000.000 Mandiri
221 02/03/15 Susan Ekawati S 5 1.000.000 Mandiri
222 03/03/15 Hamba Allah E.F 1 200.000 Mandiri
223 03/03/15 Hamba Allah 1 200.000 Mandiri
224 03/03/15 Muhammad Saribi 1 200.000 BCA
225 03/03/15 Hermanto 12,5 2.500.000 BCA
226 03/03/15 Intan Priawati 10 2.000.000 BCA
227 04/03/15 Valentina Ambiar 1 250.000 BCA
228 04/03/15 Syamsul Yusif Jamin 5 1.000.000 Mandiri
229 05/03/15 Herpriyanto 5 1.000.000 BCA
230 05/03/15 Beni Raharjo 1 200.000 BCA
231 05/03/15 Wasis Utomo (DPJ dan Staf) 25 5.000.000 Mandiri
232 06/03/15 Juliardi Kahar 5 1.000.000 Mandiri
233 06/03/15 Muzaimah 5 1.000.000 Mandiri
234 06/03/15 Soetopo/Bertiana 1,5 300.000 Mandiri
235 06/03/15 Hamba Allah AN 1 200.000 Mandiri
236 06/03/15 Hamba Allah Bintaro 10 2.000.000 Mandiri
237 06/03/15 Budi Jahma Halim 1 200.000 BCA
238 06/03/15 Tutik Farida 1 250.000 BCA
239 06/03/15 Hamba Allah 15 3.000.000 BCA
240 07/03/15 Hamba Allah 1 200.000 Mandiri
241 08/03/15 Dian Ashri 25 5.000.000 Mandiri
242 09/03/15 Ummu Bilqis 1 200.000 Mandiri
243 09/03/15 Febriarto 1 200.000 Mandiri
244 09/03/15 Siti Fatimah 1 250.000 Mandiri
245 09/03/15 Ibu Athiqoh 2,5 500.000 Mandiri
246 10/03/15 Sumiyanti 1 200.000 Mandiri
247 10/03/15 Noerma Oemar 75 15.000.000 BCA
248 10/03/15 Inaya Karima 1 200.000 BCA
249 10/03/15 Rasyidah binti Ibrahim 1,5 300.000 BCA
250 10/03/15 Ibrahim Dt Bagindo 2,5 500.000 BCA
251 10/03/15 Asri Maamoer 2,5 500.000 BCA
252 10/03/15 Sulistyono 1 200.000 BCA
253 10/03/15 Nita Mardiah 25 5.000.000 BCA
254 11/03/15 Fildariza 5 1.000.000 Mandiri
255 11/03/15 Ira Ummu Akmal 10 2.000.000 Mandiri
256 12/03/15 Hamba Allah inr 1 200.000 BCA
257 13/03/15 Annisa Anggrahini 10 2.000.000 Mandiri
258 13/03/15 Medy Yuliansah 1 200.000 BCA
259 16/03/15 Satyo Pradana 1 200.000 BCA
260 16/03/15 Agus Burhanudin 1 200.000 BCA
261 16/03/15 DBW Anissa Anggrahini 4 800.000 BCA
262 17/03/15 M. Amsyar A. Janata 1 200.000 BCA
263 19/03/15 Sri 2,5 500.000 Mandiri
264 19/03/15 Reva 2,5 500.000 Mandiri
265 19/03/15 Rita 2,5 500.000 Mandiri
266 20/03/15 Pranolo Isworo 2 400.987 BCA
267 24/03/15 Raharjo Kismoyo 1 200.000 BCA
268 25/03/15 Valentina Ambiar 1 250.000 BCA
269 25/03/15 Hamba Allah 3 600.000 Mandiri
JUMLAH 1.893 m2 378.611.187

Kami Ucapkan, Syukron wajazakumullahu khoiron. Semoga Allah menerima dana infaq/wakaf dari para pewakaf, dan memberikan ganti yang lebih baik dan berkah, serta pahala besar yang mengalir sampai hari kiamat. Dan semoga Allah menjadikan shodaqoh jariyah berupa tanah wakaf ini sebagai pelindung bagi pelakunya dari siksa kubur dan neraka, dan sebab masuk surga. Amiin ya Robbal ‘Alamin.

2014-11-25_00.45.412014-11-25_01.24.492014-11-25_01.21.032014-11-25_01.07.262014-11-25_01.10.23

HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS KETIKA SAKIT DAPAT MENYELAMATKAN DARI SIKSA KUBUR DAN API NERAKA

image

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Bismillah. Berikut ini kami akan sebutkan sebuah hadits palsu yang didustakan atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dan banyak beredar di internet, bbm, wa, maupun melalui ceramah-ceramah. Yaitu hadits palsu yang menerangkan keutamaan membaca Qul Huwallahu Ahad atau surat Al-Ikhlas ketika sakit sampai mati.

» Abu Nu’aim meriwayatkan dari Hadits Abul ‘Alaa Yazid bin Abdullah Asy-Syikhkhir, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من قرأ قل هو الله أحد في مرضه الذي يموت فيه لم يفتن في قبره، وأمن من ضغطة القبر ، وحملته الملائكة يوم القيامة بأكفها حتى تجيزه من الصراط إلى الجنة.

(*) TERJEMAH HADITS:
“Barangsiapa membaca Wil Huwallahu Ahad (surat Al-Ikhlas) sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka ia akan bebas dari fitnah (ujian dan pertanyaan) di dalam kuburnya, akan selamat dari kesempitan kuburnya, dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian sirothol mustaqim lalu menuju ke dalam Surga.”

(*) TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini diriwayatkan oleh Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath II/54, dan Abu Nu’aim II/213.

(*) DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya Maudhu’ (PALSU) sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitab Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dho’iifah Wa Al-Maudhuu’ah (I/473).

Hal ini karena di dalam sanadnya ada seorang periwayat yang bernama Nashr bin Hammad Al-Balkhy. Ia telah bersendirian dlm meriwayatkan hadits ini sbgmn dikatakan oleh Ath-Thobroni.

» Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Isnad hadits ini Maudhu’ (PALSU), dan periwayat yg tertuduh memalsukan hadits adalah Nashr bin Hammad Al-Balkhi.” (Lihat Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dho’iifah Wa Al-Maudhuu’ah (I/473)).

» Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata tentangnya: “Dia seorang Pendusta. Dan gurunya yg bernama Malik bin Abdullah Al-Azdi, aku tidak mengenalnya.”

Dengan demikian, tidak boleh bagi kita mempercayai hadits ini, menjadikannya sebagai landasan hukum dalam beribadah kepada Allah. Dan kita juga dilarang keras menyebarluaskannya kepada orang lain kecuali dengan niat dan tujuan untuk menjelaskan akan kepalsuannya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab, Wabillahi at-Taufiq. (Klaten, 28 Februari 2015).

# Grup Majlis Hadits, chat room Hadits Dho’if dan Palsu.
BB: 538AF185 WA: 082225243444

(*) Blog Dakwah Sunnah, KLIK:
Http://abufawaz.wordpress.com