Monthly Archives: Januari 2009

PENJELASAN PENTING TENTANG : PERINGATAN DARI BAHAYA GERAKAN KRISTENISASI DAN WASILAH-WASILAHNYA

Oleh: Lajnah Ad-Daimah Lil Buhuts Ilmiah Wal Ifta

Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam, Shalawat dan salam semoga tercurah atas nabi kita yang telah diutus sebagai rahmat bagi sekalian manusia, sebagai penutup para nabi dan rasul, nabi dan rasul kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, atas segenap keluarga dan para sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti beliau dengan kebaikan sampai hari kemudian. Amma ba’du.

Tentunya tidak samar lagi bagi setiap kaum muslimin yang Allah terangi mata hatinya dengan pengetahuan tentang permusuhan kaum Yahudi dan Nasrani yang amat sangat terhadap kaum muslimin. Mereka bersatu padu menggalang kekuatan dalam menghadapi kaum muslimin demi mengobok-obok dan mengacaukan keimanan kaum musilmin terhadap Islam, agama yang Allah turunkan kepada penutup para nabi dan rasul, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk disampaikan kepada umat manusia. Dalam usaha orang-orang kafir melawan kaum muslimin dan menyesatkan, menguasai dan menjajah akal mereka, serta membuat makar busuk terhadap mereka dengan berbagai cara. Dakwah orang-orang kafir, yayasan-yayasan serta pengiriman da’i-da’i mereka kian menggeliat. Sehingga fitnah pada zaman sekarang ini bertambah besar.

Diantara cara-cara kotor mereka yang menyesatkan adalah ; menyebarkan selebaran dengan nama : ‘Ma’had Ahli Kitab untuk negara-negara Afrika Selatan’. Yang juga dikirimkan melalui kotak-kotak pos kepada individu, yayasan atau organisasi di Jazirah Arab, tanah air Islam dan bentengnya yang terakhir. Selebaran itu berisi program-program pelajaran kitab Taurat, Zabur dan Injil melalui surat serta kartu anggota gratis. Di sampul surat selebaran itu terpampang gambar ketiga kitab suci tersebut.

Dan merupakan kabar gembira yang disegerakan bagi kaum muslimin adalah hendaknya mereka segera mengingkari ekspansi yang terorganisir tersebut serta berhati-hati terhadap seluruh cara-cara terselubung orang kafir. Diantara sikap kaum muslimin yang menggembirakan adalah sampainya beberapa kitab dan kaset dialog kepada Lajnah Daimah Lil Buhuts Ilmiah wal Ifta’.

Mereka meminta supaya Lajnah menjelaskan apa sikap yang diambil terhadap selebaran-selebaran seperti itu serta berharap supaya memperingatkan kaum musilimin dari bahaya propaganda kufur ini. Maka kami katakan ‘wabillahi taufiq’.

Semenjak cahaya Islam memancar di atas muka bumi maka musuh-musuh Islamsiang dan malam tiada henti-hentinya membuat makar busuk terhadap pemeluk. Berusaha mengganggu keimanan para pemeluknya setiap kali terbuka kesempatan. Dengan tujuan mengeluarkan kaum muslimin dari cahaya kepada kegelapan serta mengobok-obok negeri-negeri Islam dan melemahkan kekuatannya terhadap jiwa manusia.

Bukti kebenaran pernyataan di atas terdapat dalam Kitabullah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Rabbmu. Dan Allah menentukan siapa yang dikehendakinya untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian) dan Allah mempunyai karunia yang besar” [Al-Baqarah : 105]

Dalam ayat yang lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran” [Al-Baqarah : 109]

Dalam ayat lain pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Ahli Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman” [Ali-Imran : 100]

Diantara musuh-musuh Islam yang paling menonjol adalah kaum Nasrani yang dengki. Mereka tiada henti-hentinya mengerahkan segala kemampuan mereka untuk melawan dan menghadapi kaum muslimin di seluruh belahan dunia. Bahkan mereka tiada segan-segan menyerbu kaum muslimin ke jantung pertahanan mereka, ke negeri-negeri kaum muslimin. Apalagi pada saat kondisi lemah seperti yang melanda dunia Islam pada hari ini. Sebagaimana dimaklumi bahwa tujuan gerakan mereka itu adalah menggoyahkan aqidah kaum muslimin dan membuat mereka ragu terhadap Islam, sebagai prolog mengeluarkan mereka dari Islam dan menjerat mereka ke dalam agama Nasrani, gerakan ini dikenal dengan sebutan ‘kristenisasi’. Yang tidak lain adalah seruan kepada paganisme Nasrani yang sesat, yang tidak ada keterangannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi Allah Isa ‘Alaihis Salam berlepas diri darinya.

Nasrani telah mengeluarkan dana yang sangat banyak dan mengerahkan potensi yang besar demi mewujudkan cita-cita mereka, yaitu mengkristenkan seluruh manusia, khususnya kaum muslimin. Namun kondisi mereka persis seperti yang difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Sesungguhnya orang-orang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam naar Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan” [Al-Anfal : 36]

Demi kelancaran misi tersebut telah diselenggarakan seminar-seminar di berbagai belahan dunia dari dahulu sampai sekarang. Dihadiri oleh para missionaris yang bertugas di berbagai daerah untuk saling bertukar pikiran diantara mereka serta mengajukan gagasan masing-masing untuk mencari cara yang paling ampuh dan efisien. Merekapun menelurkan beberapa program dan langkah-langkah, diantaranya adalah :

[*]. Mengirim para misionaris ke negeri-negeri kaum muslimin dan dakwah kepada agama Nasrani melalui buku-buku, selebaran-selebaran, terjemahan-terjemahan Injil dan buletin-buletin untuk merancukan kebenaran Islam, menyerang serta menyebarkan kesan negatif tentang Islam kepada orang lain.

[*]. Mereka juga menyeru kepada Nasrani secara diam-diam dan terselubung serta dengan cara yang tidak langsung. Yang paling berbahaya diantaranya adalah :

Melalui jasa pengobatan, memberikan pelayanan kesehatan kepada penduduk. Diantara faktor yang mendukung program tersebut adalah : orang-orang yang membutuhkan pengobatan, banyaknya tersebar wabah-wabah penyakit di daerah kaum muslimin khususnya, langkanya dokter-dokter muslim di beberapa negeri kaum muslimin atau bahkan kadang kala tidak ada sama sekali

Diantaranya juga adalah : Kristenisasi melalui jasa pendidikan. Yaitu dengan mendirikan sekolah-sekolah dan universitas-universitas Kristen atau lembaga-lembaga pendidikan yang secara lahiriyah adalah pendidikan murni namun membawa misi Nasrani secara terselubung. Akibatnya banyak diantara kaum muslimin menyerahkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan tersebut hanya dengan harapan anaknya dapat mempelajari bahasa asing atau mata pelajaran tertentu. Maka jangan tanya seberapa besar kesempatan yang diberikan kaum muslimin kepada umat Nasrani tatkala mereka telah menyerahkan buah hati mereka yang masih kanak-kanak atau mendekati usia baligh, masa yang ketika itu akal mereka masih kosong dan siap menerima apa saja ! Ya, apa saja!.

Dianataranya juga adalah kristenisasi melalui media-media informasi, yaitu melalui siaran-siaran radio dan televisi yang diarahkan ke negeri-negeri Islam. Disamping siaran-siaran langsung melalui satelit akhir-akhir ini, ditambah lagi majalah-majalah, surat kabar, selebaran-selebaran yang dicetak dalam jumlah yang sangat banyak.

Media-media informasi ini, mulai dari audio, visual dan tulisan, seluruhnya merupakan katalis penyebaran kristenisasi melalui cara-cara berikut :

[a] Seruan kepada agama Nasrani dengan menonjolkan keutamaannya, kasih sayang dan kesantunannya yang semu kepada seluruh umat manusia.

[b] Melemparkan syubhat ke dalam aqidah dan syiar kaum muslimin serta syubhat tentang hubungan kaum muslimin terhadap mereka.

[c] Menyebarkan pornogarafi dan barang-barang pembangkit syahwat dengan tujuan merusak orang-orang yang melihatnya, merobohkan pilar akhlak mereka dan mengotori kehormatan diri mereka serta menghilangkan rasa malu dari diri mereka. Pada akhirnya menggiring mereka kepada penghambaan diri mereka kepada syahwat dan kenikmatan sesaat yang rendah. Melalui cara tersebut mereka dengan mudah dapat melancarkan dakwah kepada apa saja ! Hingga kepada kemurtadan dan kekufuran kepada Allah sekalipun ! Wal iyadzubillah! Yaitu setelah tercabut akar keimanan dari hati dan hilangnya fanatisme kepada Islam di dalam jiwa!

[*]. Masih banyak cara lain lagi yang dapat diketahui oleh setiap orang yang sering memperhatikan kondisi negeri-negeri Islam. Kami akan sebutkan secara ringkas saja karena tujuan di sini adalah memberi peringatan bukan membahasnya panjang lebar, karena Allah Subhanahu wa ta’ala juga telah menyatakan.

“Artinya : Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu dya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya” [Al-Anfal : 30]

Dan juga firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Artinya : Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci” [Ash-Shaf : 8]

Itulah makar orang-orang Nasrani untuk menyesatkan kaum muslimin, lalu apakah kewajiban kaum muslimin dalam menghadapinya !? Bagaimanakah caranya menghadapi serangan yang ditujukan secara membabi buta terhadap Islam dan kaum muslimin !?

Tentu saja tanggung jawab besar ada di pundak kaum muslimin, baik secara individu maupun kelompok, rakyat maupun pemerintah dalam menghadapi arus kristenisasi yang memangsa setiap individu umat ini, yang besar maupun kecil, lelaki maupun wanita ! ‘Hasbunallah wa ni’mal wakil!’. Boleh kita katakan bahwa kewajiban itu berlaku secara menyeluruh meskipun harus kita akui bahwa ada solusi dan pemecahan syar’i secara khusus bagi setiap kondisi dan peristiwa, berikut perinciannya.

[1]. Menancapkan kembali dasar-dasar aqidah Islamiyah di hati kaum muslimin. Melalui kurikulum-kurikulum pendidikan dan tarbiyah dalam skala umum. Dan lebih memusatkan penanaman dasar-dasar aqidah ini bagi generasi muda, khususnya anak-anak, di lembaga-lembaga pendidikan formal maupun non formal, negeri maupun swasta.

[2]. Membangkitkan fanatisme beragama yang positif di segala lapisan umat dan menumbuhkan keasadaran membela kesucian dan kehormatan Islam.

[3]. Menutup seluruh saluran masuknya produk-produk kristenisasi, seperti film, selebaran, majalah dan lainnya. Yaitu dengan tidak memberi izin masuk dan menetapkan hukuman keras bagi yang melanggarnya.

[4]. Memberikan penyuluhan kepada kaum muslimin tentang bahaya-bahaya kristenisasi serta wasilah-wasilahnya, menjauhkan kaum muslimin darinya serta mencegah mereka agar tidak terjerat jaring-jaringnya.

[5]. Memperhatikan seluruh bidang yang menjadi kebutuhan primer kaum muslimin, diantaranya adalah pelayanan kesehatan dan pendidikan secara khusus. Berdasarkan realita yang ada dua perkara tersebut merupakan sarana yang vital bagi kaum Nasrani untuk mengambil simpati kaum muslimin dan menguasai akal pikiran mereka.

[6]. Hendaknya setiap muslim dimana saja ia berada berpegang teguh kepada agama dan aqidah Islam walau bagaimanapun kondisi dan kesulitan yang dihadapi. Hendaklah mereka memegang teguh syiar-syiar Islam dalam diri mereka dan orang-orang yang berada di bawah penguasaannya sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing, dan hendaknya setiap keluarga muslim memiliki benteng yang kokoh dalam menghadapi setiap usaha yang ingin merusak aqidah dan akhlak mereka.

[7]. Hendaknya setiap pribadi maupun keluarga muslim tidak melakukan perjalanan ke negeri-negeri kafir kecuali untuk kepentingan yang sangat darurat, seperti untuk berobat atau menuntut ilmu yang sangat vital yang tidak dapat dipelajari di negeri-negeri Islam dibekali dengan kesiapan dalam menghadapi berbagai syubhat dan fitnah yang dibidikkan kepada kaum muslimin.

[8]. Menggugah kesadaran sosial diantara kaum muslimin dan semangat tolong menolong diantara mereka. Orang-orang berada hendaknya memperhatikan kaum fuqara’, mengulurkan tangan kedermawanan mereka dalam hal-hal kebaikan dan program-program yang bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan kaum muslimin. Sehingga tangan-tangan kotor Nasrani tidak terulur kepada mereka dan memanfaatkan kemiskinan dan kefakiran untuk memurtadkan mereka!.

Akhirnya, kami memohon kepada Allah Yang Maha Mulia dengan asma-Nya yang husna dan sifat-Nya yang ‘Ula agar menyatukan barisan kaum muslimin, menautkan hari mereka, mendamaikan diantara mereka, menunjuki mereka jalan-jalan kebaikan, melindungi mereka dari makar dan kejahatan musuh-musuh mereka serta menjauhkan mereka dari kekejian dan fitnah yang tampak maupun yang tersembunyi, sesunguhnya Dia Maha Pengasih.

Ya Allah, siapa saja yang menginginkan kejahatan terhadap Islam dan kaum muslimin maka sibukanlah ia dengan urusan dirinya sendiri, dan tolaklah makar dan rencana busuknya itu serta timpakanlah keburukan atas dirinya, sesunguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Maha Suci Rabbmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah Rabb seru sekalian alam.

[Fatwa Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta tentang Peringatan dari Bahaya Gerakan Kristenisasi dan Wasilah-Wasilahnya, No. 20096 Tanggal 22/12/1418H]

Lajnah Daimah Lil Buhuts Ilmiah wal Ifta’
Ketua.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil Ketua.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Muhammad Ali Syaikh
Anggota
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Ghudayyan
Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesia Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]

Iklan

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA-6/6-

Oleh: Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

DAMPAK NEGATIF TEORI PENYATUAN AGAMA TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN
Demikianlah ajaran-ajaran Yahudi dan Nasrani tersebar !. Salah satunya adalah dengan menyebar syiar-syiar mereka di tengah-tengah kaum muslimin. Dan dengan mengajak kaum muslimin untuk turut serta merayakan hari-hari besar mereka dan festival-festival mereka, menyatakan persahabatan dengan mereka, menghormati mereka, mengikuti dan melatahi tindak tanduk mereka,mengenyahkan perasaan benci dan permusuhan terhadap mereka dan membuka hubungan diplomatik dengan mereka.[4]

Itulah silsilah yang menggiring umat manusia kearah kehidupan modern. Dan itulah garis besar aksi orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam propaganda penyatuan agama mereka dengan agama Islam. Dengan karakter dan bentuk seperti itu aksi mereka ini adalah barang baru. Orang-orang Yahudi dan Nasrani sengaja menyebarkan slogan-slogan tersebut dibawah payung Gereja Internasional sebagai alasan untuk menyelundupkannya ke dalam percaturan politik melalui corong para penguasa. Sejak itulah seminar-seminar berturut-turut diselenggarakan, yayasan-yayasan dan oragnisasi banyak didirikan sebagai penyokongnya. Dan secara pasti mereka juga menyelundupkan ke dalam aktivitas keseharian kaum muslimin. Mereka senantiasa mengintai negeri-negeri kaum muslimin untuk memasukkan pemikiran tentang dunia baru [5] sebagai usaha memurtadkan kaum muslimin dari Islam sekaligus sebagai proteksi bagi agama mereka.

Oknum yang menyebarkan dan mempromosikannya melalui cukong Nasrani adalah Rojih Jaruudi [6] yang terus mengintai kelengahan kaum muslimin. Dalam rangka menyebarluaskan propaganda tersebut ia membuat seminar Ibrahimiyah (seminar para pengikut agama Ibrahim). Kemudian terjadilah apa yang terjadi sebagaimana yang telah kami sebutkan terdahulu.

Tidaklah mengherankan bila Yahudi dan Nasrani sangat antusias sekali menyambut seruan “Dialog Antar Umat Beragama” [6] dalam sebuah seminar yang bertema : ‘Pertukaran Peradaban dan Kebudayaan’, ‘Membangun Peradaban baru Umat Manusia’, ‘Pembangunan Masjid, Gereja dan Ma’bad di satu tempat, khususnya di tempat-tempat umum seperti lingkungan universitas, pelabuhan udara dan sejenisnya.

Diantara makar busuk yang memudahkan lajunya propaganda ini dalam merusak ajaran Islam adalah dibukanya materi kuliah perbandingan agama, khususnya antara ketiga agama tersebut. Dari situ ketahuanlah usaha masing-masing pemeluk agama untuk meninggikan agamanya atas agama lainnya. Akibatnya mencairlah kebutuhan dan keistimewaan Dienul Islam. Syubhat-syubhat pun semakin subur dan gencar dilontarkan yang kemudian ditampung oleh hati yang lemah. Saya telah memberikan sinyalemen tentang bahayanya materi tersebut dalam berbagai tulisan saya. Kemudian saya dapati sebuah perkataan indah yang tercantum pada mukaddimah biografi Al-Utsadz Muhammad Khalifah At-Tunisi, yang dilampirkan dalam buku ‘Protokolar Hukama Zionis hal 78, sebagai berikut :

“Demikian pula halnya dengan materi perbandingan agama. Orang-orang Yahudi terus meneliti perkembangan agama dan membuat studi banding tentang agama. Lalu memperbandingkan satu agama dengan yang lainnya hingga akhirnya mereka menghilangkan kesakralan agama dan memunculkan sosok para nabi tak ubahnya para dajjal (tukang dusta) !!!”

Itulah selayang pandang tentang kronologis munculnya teori penyatuan agama dan perkembangannya dari masa ke masa selama tiga kurun tersebut. Dan juga penjelasan tentang dampak negative yang ditimbulkan oleh konsipirasin menentang Islam dan kaum muslimin. Diakhir penjelasan nanti akan saya perinci misi dan visi propaganda ini terhadap Islam dan kaum Muslimin.

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
__________
Foote Note
[4] Berita ini disebarluaskan melalui berbagai media informasi diantaranya melalui Koran-koran internasional yang terbit sejak bulan Ramadhan 1416
[5] ‘Membuka Hubungan Diplomatik’ merupakan istilah internasional yang p popular sekarang ini. Yaitu kesepakatan dan hubungan bilateral antara dua negara. Yang bertujuan menormalisasi hubungan kedua negara tersebut seiring dengan perkembangan terakhir kedua negara. Hubungan kedua negara tersebut meliputi beberapa sector, bukan hanya sector politik semata. Mencakup juga sektor ekonomi, perdagangan, pengiriman utusan diplomasi, kerja sama dalam bidang informasi dan kebudayaan serta pariwisata. Silakan lihat buku Kalimat Gharibah hal.148
[5] Kalimat ‘Dunia Baru’ atau ‘Perdaban Modern” adalah sebuah istilah yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Georhe W Bush, setelah berkahirnya krisis teluk pada tahun 1411. Tidak terlihat adanya gambaran yang jelas dari istilah tersebut. Hanya saja dari indikasi yang ada berat dugaan yang dimaksud adalah organisasi-organisasi internasional seperti Muktamar Persatuan Agama, Muktamar Perempuan dan Kependudukan, Muktamar Pendidikan Internasional, yang merupakan satu system imperialis barat gaya baru terhadap kebudayaan dan agama bangsa timur, lebih khusus lagi terhadap kaum muslimin. Yang bertujuan menghapus nilai-nilai agama dan moral. Dan menekankan sikap ‘latah’ kepada mereka khususnya peradaban, agama dan moral mereka. Serta menyebarkan kesesatan dan gaya hidup bebas tanpa batas.
[6] Di dalam media-media informasi disebarluaskan tentang keadaan orang ini, yaitu berita tentang pernyataan Rojih Jaruudi bahwa ia belum meninggalkan agama Nasrani yang dianutnya. Kemudian ia melontarkan beberapa pemikiran baru di dalam Islam, diantaranya adalah : Pernyataannya bahwa shalat yang difardhukan hanyalah tiga waktu bukan lima waktu. Secara terang-terangan ia juga mengajak kepada agama baru racikan dari tiga ideologi, Islam, Nasrani dan Komunisme. Dan masih banyak lagi kekufurannya yang lain. Hal itu disebarluaskan dalam majalah Al-Majalah terbitan tahun 1416. Syaikh Al-Azhar, Jaadul Haq, sebelum wafat telah mengeluarkan bantahan terhadapnya. Demikian pula Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (wafat tahun 1420) mengeluarkan bantahan terhadapnya dalam majalah Al-Ba’ts Al-Islami edisi VI/Rabi’ul Awal 1417 hal.24-31. Orang seperti ini baru ketahuan kedoknya setelah beberapa tahun. Hal itu memberi pelajaran bagi kaum muslimin agar terlebih dahulu mengecek dan memeriksa sebelum melangkah ke depan. Sebab kaum muslimin kadang membesarkan popularitasnya dan melambungkan namanya kemudian kedoknya terbongkar seperti yang telah disebutkan. Hanya kepada Allah saja kita mengadu dan hanya kepadaNya sajalah kita memohon pertolongan.
[7] Muktamar yang paling terkini yang diselenggarakan adalah ‘Muktamar Islam dan Dialog Interaktif Antar Pemeluk Agama’ di Kairo pada bulan Rabi’ul Awal tahun 1417. Di dalam Majalah Al-Ishlah yang diterbitkan di Emirat Arab edisi 351 tanggal 1/4/1417 dicantumkan penegasan tentang hal itu. Dan dicantumkan juga pernyataan yang sangat mengejutkan dari beberapa peserta dari kalangan kaum muslimin!!

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA-5/6-

Oleh:  Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

DAMPAK NEGATIF TEORI PENYATUAN AGAMA TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN
Aksi nekad tersebut menimbulkan beberapa dampak negative diantaranya.

[a] Tersamarnya garis pemisah (antara muslim dan kafir). Dari satu sisi kehormatan kaum muslimin luntur dan dari sisi lain hilanglah rasa benci terhadap orang-orang kafir.

[b] Paus Paulus II memproklamirkan dirinya sebagai pemimpin spiritual seluruh agama dan sebagai pembawa risalah perdamaian internasional bagi umat manusia.

[c] Paus Paulus II menetapkan tanggal 27 Oktober 1986 M sebagai Hari Raya bersama seluruh agama dan menetapkan tanggal 1 Januari sebagai Hari Persaudaraan.

[d] Dikarangnya sebuah nasyid yang dikumandangkan bersama, mereka namakan : “Nasyid Ilahi Yang Maha Esa, Rabb dan Bapa”.

[e] Diselenggarakannya berbagai seminar tentang propaganda teori tersebut, didirikannya yayasan-yayasan serta perkumpulan-perkumpulan yang menyeru kepada propaganda penyatuan agama. Lalu diadakannya kongres dan pertemuan diantaranya :

[1]. Pada tanggal 12-15 Februari 1987 M diselenggarakan Muktamar Ibrahimi di Cordova, yang dihadiri oleh beberapa orang Yahudi, Nasrani dan beberapa orang yang mengaku muslim dari kalangan Qadiyaniyah dan Ismailiyah. Tema muktamar tersebut adalah dialog internasional untuk persatuan agama Ibrahimiyah. Panitia penyelenggara muktamar ini adalah sebuah universitas di Cordova bernama ‘Universitas Cordova’ dengan membawa misi penyatuan agama di benua Eropa. Dinamakan juga ‘Markas Ilmu dan Kebudayaan Islam’ atau disebut juga ‘Markas Cordova bagi Penelitian Ilmiah Agama Islam’.

Ketua muktamar tersebut adalah seorang Nasrani bernama Rojih Jaruudi. Poin penting yang dihasilkan dalam muktamar tersebut adalah kesepakatan adanya kerja sama dan pertemuan antara pemeluk-pemeluk agama. [1]

[2]. Pada tanggal 21 Maret 1987 M didirikan sebuah yayasan internasional yang menghimpun orang-orang yang beriman kepada Allah di seluruh dunia bernama : ‘Persatuan Orang-orang Beriman’.

[3]. Pada musim panas tahun 1987M didirikanlah Organisasi Pemuda Beragama.

[4]. Pada bulan April tahun 1987M didirikan sebuah yayasan bernama : ‘Persatuan Umat Manusia.

[5]. Organisasi-organisasi serta yayasan-yayasan tersebut meletakkan annggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang intinya mengenyahkan pembeda antara Islam, Yahudi dan Nasrani serta melucuti generasi Muslim dari kepribadian Islamnya yang secara tegas menyatakan bahwa Islam menghapus agama-agama sebelumnya dan Al-Qur’an menghapus seluruh kitab-kitab suci sebelumnya serta menjadi standar benar tidaknya kitab-kitab tersebut. Semua itu dimentahkan dengan propaganda persatuan agama.

[6]. Asset organisasi orang-orang beriman sebesar 800.000 Dollar Amerika

[7]. Asset-asset dan income organisasi tersebut bila suatu saat bubar diserahkan kepada Palang Merah Internasional dan yayasan-yayasan di bawah naungan gereja internasional.

[8]. Diantara symbol-simbol yayasan dan organisasi tersebut adalah :

-Simbol kebaikan : Organisasi Palang Merah Internasional
-Simbol kemajuan : Darwin
-Simbol persamaan : Karl Marx
-Simbol perdamaian umat manusia dan persaudaraan agama : Paus Paulus II

[9]. Yayasan dan organisasi tersebut juga merancang bendera yang mencerminkan syiar-syiar mereka : Bendera Persatuan Bangsa-Bangsa, pelangi [2], angka tujuh –yang merupakan symbol kemenangan bagi mereka- dan juga merupakan nama kapal pertama yang menemukan benua Amerika yang membawa ajaran Nasrani ke benua tersebut.

[10]. Secara berturut-turut diselenggarakan pula berbagai muktamar-muktamar tentang penyatuan agama di New York, Portugal dan di tempat-tempat lainnya.

Diantara dampak negatif propaganda penyatuan agama ini adalah : Disamping para peserta pertemuan, muktamar yang diselenggarakan di negara-negara kafir dan para anggota organisasi dan yayasan serta pelaksanaan ibadah bersama itu adalah orang-orang yang mengaku muslim, baik sebagai delegasi maupun kemauan sendiri –urusan mereka ini terserah kepada Allah-, syiar-syiar propaganda ini juga semakin meluas di seantero dunia, di dengar oleh umat manusia di berbagai belahan dunia. Lebih parah lagi propaganda itu telah menyusup ke negari-negeri muslimin ! Mendapat tempat di hati sebagian oknum yang mengaku muslim. Dan membuat mereka hilang akal sehat, lalu ditulislah artikel-artikel yang mendukung propaganda tersebut, mucullah komentar-komentar yang menguatkannya, semakin maraklah seruan kepadanya dalam bentuk seminar-seminar internasional dan pertemuan-pertemuan resmi yang bersifat regional.

Diantaranya adalah Seminar Syarmusy Syaikh di Mesir pada bulan Syawal tahun 1416.Yang diikuti dan diarahkan oleh orang-orang berpengaruh dari kalangan kaum muslimin. Dengan dasar satu keyakinan, yaitu Ibrahimiyah. Anggota seminar terdiri dari kaum Muslimin, Yahudi, Nasrani dan Komunis.

Diantaranya juga seminar yang diselenggarakan pada tanggal 10/10/1416. Sebagian anggota seminar telah mengumumkan tentang pentingnya diterbitkan sebuah kitab yang terangkum di dalamnya : Al-Qur’an, Taurat dan Injil. [3]

Diberbagai negeri diumumkan bahwa telah keluar satu undang-undang resmi bolehnya memberi nama anak-anak kaum Muslimin dengan nama-nama khusus bagi orang-orang Yahudi. Hasilnya salah seorang anak kaum Muslimin oleh ayanya diberi nama : Rabin !!! [4]

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
__________
Foote Note
[1] Silakan lihat kitab Laa Li Jaruudi wa Watsiqah Isybiliyah karangan Sa’ad Zhalam, dan kita Al-Islam wal Adyan karangan Muhammad Abdurrahman Iwadh.
[2] Dalam Pasal ke sembilan Kitab Kejadian disebutkan –semoga Allah memburukkan mereka betapa dustanya perkataan mereka ini- bahwa Allah telah menjadikan pelangi itu sebagai simbol yang mengingatkan Allah agar tidak membinasakan penduduk bumi sebagaimana kebinasaan yang menimpa kaum Nuh, pelangi merupakan simbol perjanjian Allah dengan penduduk bumi, yaitu bahwa bilaman Allah melihat pelangi tersebut maka Allah akan ingat hingga tidak membinasakan penduduk bumi dengan badai topan. Semoga Allah membinasakan bangsa Yahudi, betapa dustanya mereka terhadap Allah. Semoga laknat Allah tetap menimpa mereka hingga Hari Kiamat. Silakan lihat buku Qadzziful Haq karangan Al-Ghazali hal.24-25
[3] Telah disebarluaskan melalui berbagai media-media informasi diantaranya dicantumkan dalam surat kabar Ar-Ra’yi edisi 9316 hal 1 tanggal 13/10/1416
[4] Berita ini disebarluaskan melalui berbagai media-media informasi diantaranya dicantumkan dalam surat kabar Ar-Ra’yi edisi 9316 hal 1 tanggal 13/10/1416

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA-4/6-

Oleh: Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

[4] PROPAGANDA PENYATUAN AGAMA PADA HARI INI
Pada kesempatan akhir kurun empat belas Hijriyah hingga pada hari ini dibawah selogan ‘membangun dunia baru’, Yahudi dan Nasrani secara terang-terangan menyuarakan persatuan agama, yaitu antara mereka dengan kaum muslimin. Dalam istilah lain mereka mengatakan : “Penyatuan antara pengikut nabi Musa, Isa dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Dibawah slogan ‘seruan kepada penyatuan agama’, pendekatan antara agama’ dan ‘ persaudaraan antara agama’. Bahkan di Mesir telah dibuka sebuah markas dengan nama tersebut.[1]

Lalu dengan nama ‘persatuan agama’ dan telah dibuka pula sebuah markas di Sinai Mesir dengan nama tersebut. [2]

Muncul juga dengan nama ‘persaudaraan Islam Nasrani’, juga dengan nama ‘Himpunan Islam Nasrani Anti Komunisme’.

Lalu muncul pula ke tengah masyarakat dengan berbagai slogan, diantaranya : ‘persatuan agama’, ‘perhimpunan agama’, ‘persatuan tiga agama’, ‘agama ibrahimiyah’, ‘persatuan agama ilahi’, ‘kaum beriman’,’persatuan kaum beriman’, ‘persatuan umat manusia’, ‘agama universal’ , ’kebersamaan antar agama’, ‘pengikut millah’, ’persatuan agama-agama internasinal’ dan lain-lain. [3]

Kemudian muncul pula slogan lain yaitu : ‘persatuan kitab-kitab samawi’. Slogan itu bermuara kepada pemikiran mencetak Al-Qur’an Al-Karim, Taurat dan Injil dalam satu jilid !

Kemudian propaganda ini juga menyentuh aspek ritual ibadah [4]. Terbukti dengan ajakan Paus Paulus II menegakkan shalat bersama yang diikuti wakil dari tiga agama, yaitu Islam dan Ahlu Kitab (Yahudi dan Nasrani) di tempat bernama Asis di Italia pada tanggal 27 Oktober 1986M.

Kemudian peristiwa itu berulang kembali dengan nama ‘Shalat Ruhul Qudus!’ [5]

Sementara itu di Jepang, telah dilakukan shalat bersama di puncak gunung Kito. Yang sangat menyedihkan sekali didapati beberapa anggota organisasi-organisasi Islam yang terpandang termasuk diantara perserta shalat bersama itu !

Dan masih banyak cara-cara lainnya yang menjebak kaum muslimin ke dalamnya. Sehingga pandangan dan perhatian tertuju kepadanya serta banyak yang berpartisipasi untuk kegiatan mereka. Seperti halnya istilah ; ‘perdamaian dunia, pelita ketenangan dan kebahagiaan umat manusia, persaudaraan, kebebasan, penyebaran kebaikan dan lain-lainnya’. Ketiga istilah tersebut merupakan sarana-sarana penunjang gerakan Fremasonry, yaitu : ‘Kebebasan, persaudaraan dan persamaan’. Atau dalam istilah lain mereka menyebutnya dengan : ‘Kedamaian, kasih sayang dan kemanusiaan’. Dengan mengedepankan propaganda ‘Spiritualisme Modern’ yang diwujudkan dengan menghadirkan para arwah, arwah muslim, arwah Yahudi, arwah Nasrani, arwah penganut Budha dan lain-lain. Itu tidak lain adalah propaganda zionisme Internasional yang jelas-jelas merusak. Ustadz Muhammad Husein rahimahullah telah menjelaskan bahaya tersebut dalam kitabnya berjudul : ‘Spiritualisme Modern Propaganda Sesat dan Merusak, Memanggil Arwah dan Hubungannya Dengan Gerakan Zionisme Internasional”

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
__________
Foote Note
[1] Lihat kitab Muhammad Al-Baahi berjudul Al-Ikhaa’ An-Diini, Mujamma’ Al-Adyaan/Siyasah Ghaira Islamiyah hal.3, ia berkata : “Sebuah kelompok yang berupaya menyatukan kaum Muslimin dengan kaum Nasrani berpusat di markas organisasi pemuda Islam di Kairo”.
[2] Masih dalam kitab terdahulu disebutkan : ‘Organisasi bernama Mujamma’ Al-Adyan, didirikan di Wadi Raahah di Sinai.
[3] Internasionalisasi adalah ajaran baru yang mengajak untuk membahas cara melepaskan diri dari belenggu agama-agama yang ada di dunia, pada hakikatnya usaha tersebut adalah untuk memupus Dienul Islam. Silakan lihat. Mu’jam Al-Manahi Al-Lafzhiyyah hal. 370-371
[4] Disarikan dari Silsilah Taqarir Al-Ma’lumat Departemen Agama Kuwait, nomor dokumen 61334. Markas Raja Faisal untuk penelitian dan pembahasan Islamiyah di Riyadh.
[5] Tidak diberitakan secara jelas kepada kami menghadap kearah kiblat manakah Paus Paulus II ketika mengimami mereka shalat. Apakah dilakukan di baitur rahmah (masjid) ataukah di baitul adzab (gereja)? Baru pertama kali inilah kaum muslimin shalat diimami oleh orang kafir !!!

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA-3/6-

Oleh: Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

[3] PROPAGANDA YANG DILANCARKAN PADA SEPARUH AWAL ABAD EMPAT BELAS HIJRIYAH
Kemudian propaganda tersebut tenggelam beberapa waktu. Terkungkung di dalam dada para penganutnya. Mereka menampakkan Islam namun menyembunyikan kekufuran. Hingga akhirnya muncullah gerakan : Son Moon At-Tauhidiyah atau disebut juga gerakan Al-Mooniyah.[1]

Sebelumnya muncul pula gerakan Al-Masuuniyah [2], yaitu sebuah organisasi Yahudiyah untuk menguasai dunia, menyebarkan kesesatan dan kehidupan bebas. Mereka bersembunyi di balik seruan kepada penyatuan tiga agama, membuang fanatisme agama di bawah satu ikatan, yaitu iman kepada Allah, semuanya orang-orang beriman. Diantara orang yang terjerat propaganda mereka adalah Jamaluddin bin Shafdar Al-Afghani (meninggal pada tahun 1314 di Turki) [3] dan muridnya, yaitu Syaikh Muhammad Abduh bin Hasan At-Turkimani (meninggal pada tahu 1323 di Iskandiriyah).[4]

Diantara upaya yang dilakukan oleh Muhammad Abduh adalah mendirikan sebuah organisasi bernama “Jam’iyah Ta’lif Wat Taqrib (Organisasi Penyatuan dan Pendekatan)” bersama tokoh gerakan yaitu Mirza Muhammad Baqir Al-Irani yang pernah memeluk agama Nasrani lalu kembali memeluk Islam dan Jamaluddin Al-Afghani serta beberapa pemikir lainnya di Beirut. Misi organisasi tersebut adalah melakukan pendekatan antara tiga agama. Beberapa warga Iran, Inggris dan Yahudi ikut bergabung bersama organisasi ini. Anda dapat baca hal itu secara rinci dalam buku : “Tarikh Al-Utsadz Al-Imam” (I/817-829) karangan Muhammad Rasyid Ridha (wafat tahun 1354)

Diantara usaha Muhammad Abduh dalam hal ini adalah mengadakan kontak surat menyurat dengan beberapa pastor. Sebagaimana disebutkan dalam buku Al-A’mal Al-Kamilah karangan Muhammad Abduh (II/363-367) disusun oleh Muhammad Umarah

Muncullah kontroversi seputar teori ini. Ada yang mendukung dan ada pula yang membantahnya, para pendukungnya antara lain Muhammad Abduh, Muhammad Husein Haikal, Dr. Husein Al-Harawi, Abdul Jawwad Asy-Syarqaawi dalam Majalah Mingguan Politik Mesir mulai edisi 2821 bulan Shafar tahun 1351 dan seterusnya.

Dan dalam surat kabar Al-Hilal edisi 484 dan 485 tahun 1357 dan 1358, dalam makalah yang berjudul : “Mungkinkah menyatukan agama Islam dengan Nasrani ?” Dialog interaktif antara Muhammad Farid Wajdi, Muhammad ‘Arafah, Abdullah Al-Faisyawi Al-Ghazzi dengan beberapa pastor. Dialog dan surat menyurat terus berlangsung seputar persoalan tersebut dan dalam mencari jawaban pertanyaan di atas, yaitu mungkinkah menyatukan agama Islam dengan agama Nasrani dalam aspek spiritual ataukah hanya dalam aspek material saja ?

Seorang Nasrani bernama Ibrahim Luqa menganggap mustahil usaha penyatuan agama Islam dengan Nasrani dalam kedua aspek tersebut. Akan tetapi sangat mungkin menyatukan Islam dan Nasrani demi kepentingan nasional, demikian katanya. Kemudian ia berkata : “Tidak ada jalan untuk menyatukan keduanya secara totalitas, kecuali salah satu dari keduanya bersedia meyakini keyakinan yang lain. Yaitu beriman kepada ketuhanan Isa, penitisannya, kematiannya dan kebangkitannya, hingga seluruhnya menjadi Nasrani tulen atau beriman bahwa Isa hanyalah salah satu dari rasul dan nabi yang diutus, hingga seluruhnya menjadi muslim tulen”.

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
__________
Foote Note
[1] Lihat Al-Mausu’ah Al-Muyassarah II/669-673, cetakan ketiga
[2] Lihat Al-Mausu’ah Al-Muyassarah hal.449-454 cetakan pertama
[3] Lihat kitab Shahwatur Rajulil Maridh karangan Muwaffiq bani Al-Murajjih hal.345 dan kitab Jamalauddin Al-Afghani fil Mizan
[4] Ibid

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA-2/6-

Oleh: Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

[2] PROPAGANDA KEPADA TEORI PENYATUAN AGAMA SETELAH BERAKHIRNYA TIGA KURUN YANG UTAMA
Kemudian muncullah upaya baru dalam menyebarkan teori ini melalui slogan-slogan yang memperdaya orang-orang jahil. Yakni slogan bahwa agama-agama seperti Yahudi, Nasrani dan Islam, kedudukannya seperti kedudukan empat madzhab yang dikenal kaum muslimin. Seluruhnya merupakan jalan menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala [1]

Demikian syubhat-syubhat yang mereka tebarkan, nash-nash yang mereka penggal untuk mengelabuhi dan menjebak kaum awam dan untuk menjaring orang-orang yang menyandang gelar-gelar mentereng di segala tempat.

Kemudian teori ini ditelan bulat-bulat oleh pentolan-pentolan wihdatul wujud, ittihadiyah, hululiyah, dan kaum sufi dari golongan ekstrim Syi’ah Rafidah yang mengaku Islam di Mesir, Syam, tanah Parsi dan negeri-negeri non Arab lainnya. Sebenarnya teori ini mereka warisi dari bangsa Tartar dan bangsa-bangsa kafir lainnya. Sampai-sampai sebahagian orang-orang mulhid lagi sesat itu membolehkan memeluk agama Yahudi dan Nasrani, bahkan diantara mereka ada yang lebih mengutamakan agama Yahudi dan Nasrani daripada agama Islam. Keyakinan sesat ini banyak dianut oleh orang-orang yang dikuasai ilmu filsafat. Barangkali dari situ mereka berkeyakinan bahwa manusia yang paling utama adalah ‘Al-Muhaqqiq”, yaitu juru dakwah kepada Al-Hululiyah dan Al-Ittihadiyah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah membongkar kedok mereka di beberapa tempat dalam buku-bukunya. [2]

Melalui perjuangan yang dilakukan oleh ulama-ulama Islam propaganda-propaganda sesat dan kufur ini dapat dipadamkan. Mereka menyerukan bahwa teori tersebut adalah kufur dan orang-orang yang menganutnya adalah kafir murtad dari Islam.

Dalam hal ini Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menunjukkan sikap Islami yang senantiasa di kenang. Demikian pula ulama-ulama lainnya yang gigih membantah pentolan-pentolan sesat itu, misalnya Al-Hallaj Al-Husein bin Manshur Al-Farisi yang dibunuh karena murtad pada tahun 309 [3], Ibnu Arabi Muhammad bin Ali Ath-Tha’i pentolan orang-orang yang memiliki keyakinan wihdatul wujud dalam kitabnya Al-Fushush, meninggal pada tahun 638, Ibnu Sab’in yang meninggal pada tahun 669, At-Tilimsani yang meninggal pada tahun 690 dan Ibnu Hud yang meninggal pada tahun 699, serta masih banyak yang lainnya lagi.[4]

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
_________-
Foote Note
[1] Silakan baca Majmu’ Al-Fatawa Juz 4 hal.203
[2] Silakan baca Majmu’ Al-Fatawa Juz 4 hal.203-208, Juz 4 hal.164-167. Juz 28 hal.523. Lihat juga buku Ash-Shofadiyah Juz 1 hal.98-100 dan 268. Lihat juga buku Ar-Radd Ala Manthiqiyin hal.282-283
[3] Saya sengaja tidak memakai rumus ‘H” sebagai tanda tarikh Hijriyah. Karena di dalam Dienul Islam tidak ada penanggalan lain kecuali Hijriyah, sedang penanggalan Miladi bukanlah bagian dari penanggalan Hijriyah. Dan jika menyebut penanggalan Miladi saya akan merumuskannya dengan huruf ‘M’.
[4] Peringatan : Malapetaka yang menimpa kita sekarang ini adalah adanya beberapa oknum yang memuji orang-orang sesat yang mengaku Islam tersebut, membangga-banggakan mereka serta mempromosikan ucapan-ucapan mereka. Apalagi orang-orang orientalis dan kolonialis membantu mencetak buku-buku mereka dan menyebarkannya. Bahaya besar tersebut harus diwaspadai oleh kaum muslimin. Dan hendaknya orang-orang yang dimudahkan Allah segera bangkit membendung arus penyesatan yang disebarkan melalui pena dan lisan merka tersebut. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya serta dalam rangka membela Dienullah ini dan melindungi pemeluknya dari kejahatan mereka.

TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA -1/6-

Oleh: Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

Teori ini sebenarnya berasal dari Yahudi dan Nasrani. Teori ini tergolong baru, yang disebarkan lewat selogan dan kegiatan-kegiatan dalam segala bidang untuk menyeret kaum muslimin keluar dari Islam. Namun di kalangan Yahudi dan Nasrani teori ini tergolong lama dan termasuk salah satu bentuk strategi mereka dan salah satu bentuk permusuhan mereka terhadap Islam dan kaum muslimin.

Kalau ditinjau dari lintasan sejarah, teori ini telah melampui empat era.

[1]. KEMUNCULANNYA PADA ERA RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM.
Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan hal itu dalam kitabnya, bahwa Yahudi dan Nasrani senantiasa berupaya memurtadkan kaum muslimin dari Islam dan mengembalikan mereka kepada kekafiran. Bahwasanya mereka senantiasa membujuk kaum muslimin kepada agama Yahudi dan Nasrani. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintahNya. SesungguhNya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” [Al-Baqarah : 109]

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata : ‘Sekali-kali tidak akan masuk Jannah kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah : “Tunjukkan kebenaranmu jika kamu adalah orang-orang yang benar”. (Tidak demikian) dan bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala di sisi Rabb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” [Al-Baqarah : 111-112]

Dalam ayat lain Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan mereka berkata : ‘Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk’, Katakanlah : ‘Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik” [Al-Baqarah : 135]

Demikianlah pula dalam beberapa ayat lainnya yang sering dibaca oleh kaum muslimin, berisi peringatan terhadap bahaya Yahudi dan Nasrani serta golongan lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan janganlah kamu campuradukan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui” [Al-Baqarah : 42]

Dalam tafsir Ibnu Jarir berkenaan dengan ayat berbunyi : “Dan janganlah kamu campuradukkan yang hak dengan yang batil”. Imam Mujahid berkata : “Janganlah kamu campuradukkan antara agama Yahudi dan Nasrani dengan Dienul Islam”.

Dalam tafsir Ibnu Katsir masih berkenan dengan ayat di atas Qatadah berkata : “Janganlah kamu campuradukkan agama Yahudi dan Nasrani dengan dien Islam, karena sesungguhnya dien yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam. Sedang Yahudi dan Nasrani adalah bid’ah bukan dari Allah.

Tafsir ini merupakan khazanah fiqh yang sangat agung dalam memahami kitabullah.

Kemudian usaha penyebaran teori ini tertahan untuk beberapa waktu, hingga berakhirnya tiga kurun yang utama, yakni zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sahabat dan tabi’in.

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]