Monthly Archives: Oktober 2014

HARTA YANG PALING BAIK DAN BERKAH

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

2014-10-30_09.03.45Bismillah. Tidak diragukan lagi, harta yang baik lagi halal yang ada di tangan orang muslim yang sholih memiliki banyak manfaat dan keistimewaan bagi dirinya, keluarganya maupun orang lain, baik itu menyangkut urusan dunia maupun agama. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi seorang muslim yang ingin menggapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat untuk bermalas-malasan dan berpangku tangan serta menjadi beban bagi orang lain.

Jika seorang muslim hidup berkecukupan, maka baginya menuntut ilmu itu menjadi mudah, beribadah kepada Allah menjadi lebih lancar dan tenang, bersosialisasi menjadi gampang, bergaul semakin indah, berdakwah semakin tangguh dan berwibawa, serta berumah tangga pun semakin stabil dan harmonis. Oleh karena itu, harta benda yang dimiliki oleh seorang muslim yang bertakwa bisa berfungsi sebagai sarana pendukung dan penyeimbang dalam beribadah, dan perekat hubungan dengan sesama manusia.

Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلرَّجُلِ الصَّالِحِ.

“Sebaik-baik harta yang baik (dan halal) adalah harta yang dimiliki seorang yang sholih.” (HR. Ahmad di dalam Al-Musnad IV/202, no. 17835 dengan sanad yang hasan). Baca lebih lanjut

Iklan

3 POKOK KESALAHAN

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

2014-10-20_07.07.35قال ابن القيم – رحمه الله – :
” أصول الخطايا كلها ثلاثة :
الكِبْرُ : وهو الذي صار إبليس إلى ما أصاره .
والحرص : وهو الذي أخرج آدم من الجنة .
والحسد : وهو الذي جر ابن آدم على أخيه .
فمن وقي شر هذه الثلاثة فقد وقي الشر فالكفر من الكبر والمعاصي من الحرص والبغي والظلم من الحسد ” .

» Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata: “Pokok semua kesalahan ada tiga (yaitu):
(1) Sombong. Hal inilah yang menjadikan Iblis seperti itu.
(2) Rakus (Ambisi). Hal inilah yang menjadikan nabi Adam dikeluarkan (Allah) dari dalam Surga.
(3) Iri dan dengki. Inilah yang menyebabkan putra Adam (Qobil) berbuat zholim terhadap saudaranya (yaitu membunuh Habil).

Maka barangsiapa dilindungi (Allah) dari keburukan tiga kesalahan tersebut, maka sungguh ia telah dilindungi dari segala keburukan. Yang demikian ini karena kekufuran itu terjadi disebabkan sifat sombong, perbuatan maksiat disebabkan sifat rakus (ambisi terhadap dunia), dan perbuatan zholim terjadi disebabkan sifat iri dan dengki.” (Lihat kitab Al-Fawaaid hal.58).

Demikian Faedah Ilmiyah dan Mau’izhoh Hasanah yg dpt kami sampaikan pd hari ini. Smg menjadi ilmu yg bermanfaat. Dan smg Allah melindungi kita semua dari segala keburukan di dunia dan akhirat. Amiin. (Klaten, 17 Oktober 2014)

» Grup Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah. BB: 7FA61515, WA: 082225243444

(*) Blog Dakwah, KLIK:
https://abufawaz.wordpress.com

# Blog Dagang “AF-Furniture”, KLIK:
http://af-dagang.blogspot.com

HUKUM TRADISI 4 DAN 7 BULANAN KETIKA WANITA HAMIL DALAM PANDANGAN ISLAM

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

gamabar-acara-7-bulanan

(*) Masalah 431: HUKUM TRADISI 4 DAN 7 BULAN KETIKA WANITA HAMIL

Tanya:
Dari Moderator Ai 307:
بِسْـمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz, ana mau tanya, apakah tradisi 4 bulan ketika istri sedang hamil itu ada atau batil ustadz ?
Sunnah nya ketika istri sedang hamil ada ga ustadz yang harus dilakukan ?
شُكْرًا جَزِيْلاً , جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Tradisi 4 bulan, 7 bulan dan semisalnya ketika seorang istri sdg hamil yg biasa dilakukan oleh sbgn kaum muslimin adalah bukan termasuk ajaran Islam. Maka kita wajib meninggalkannya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai imam n panutan kita yg terbaik n paling sempurna tidak pernah melakukan tradisi seperti itu ketika istri beliau Khodijah radhiyallahu ‘anha hamil 4 bulan atau 7 bulan sebanyak 7 kali kehamilan.

Demikian pula Fatimah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika ia hamil beberapa kali kehamilan, tidak pernah sekali pun melakukan ritual n tradisi 4 bulan atau 7 bulan ketika masa kehamilannya.

Dan para wanita sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jg demikian, Baca lebih lanjut

3 INDUK KEMAKSIATAN

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

2014-10-15_06.52.54يقول الإمام ابن القيم – رحمه الله – :
” أصول المعاصي كلها كبارها وصغارها ثلاثة :
تعلق القلب بغير الله , وطاعة القوة الغضبية , والقوة الشهوانية .
وهي : الشرك , والظلم , والفواحش .
فغاية التعلق بغير الله شرك , وأن يدعي معه إله آخر , وغاية طاعة القوة الغضبية القتل , وغاية طاعة القوة الشهوانية الزنا , ولهذا جمع الله – سبحانه وتعالى – بين الثلاثة في قوله : {وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ }الفرقان68 ” . ” الفوائد ” ص106

Imam Ibnu Qoyyim rohimahulloh berkata: “Induk semua kemaksiatan, baik yang besar ataupun yang kecil ada tiga, yaitu;

1. Keterikatan hati kepada selain Allah Ta’ala, yang tidak lain adalah syirik.

2. Menuruti dorongan emosi, yang tidak lain adalah zholim.

3. Menuruti kekuatan nafsu syahwat, yang tidak lain adalah berzina.

Tujuan akhir keterikatan hati dengan selain Allah Ta’ala adalah syirik dan mengklaim ada tuhan baru selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tujuan akhir menuruti dorongan emosi adalah membunuh.
Dan tujuan akhir menuruti kekuatan nafsu syahwat adalah zina.

Oleh karenanya, Allah menyebutkan ketiga hal itu secara bersamaan di dalam firman-Nya berikut:

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Alloh dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Alloh (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya)”. (QS. Al-Furqoon: 68). (Lihat Al-Fawaaid, hal.106)

Demikian Faedah Ilmiyah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua dari tiga induk kemaksiatan dan cabang-cabangnya. Dan semoga Allah Ta’ala senaniatas menganugerahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat dan amal yang sholih hingga akhir hayat. Amiin. (Klaten, 15 Oktober 2014)

# Grup Majlis Hadits, chat room Bening Hati. BB: 7FA61515 WA: 082225243444

# Blog Dakwah Kami, KLIK: https://abufawaz.wordpress.com

# Blog Dagang Kami, KLIK: http://af-dagang.blogspot.com

CIRI-CIRI TEMAN YANG SHOLIH DAN MANFAAT BERGAUL DENGANNYA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

الجليس الصالح

» Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).

(*) FAEDAH ILMIYAH DARI HADITS INI:

1. Hadits ini menunjukkan Wajibnya Mencari Teman yang Baik dan Menjauhi Teman yang Jelek.

2. Teman yang Baik memiliki ciri-ciri dan sifat. Diantaranya: Baca lebih lanjut

MANFAAT MENANAM POHON KEIKHLASAN

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

شجرة الإخلاصقال ابن القيم رحمه الله تعالى في كتاب الفوائد: ” السّنة شَجَرَة والشهور فروعها وَالْأيَّام أَغْصَانهَا والساعات أوراقها والأنفاس ثَمَرهَا فَمن كَانَت أنفاسه فِي طَاعَة فثمرة شجرته طيبَة وَمن كَانَت فِي مَعْصِيّة فثمرته حنظل وَإِنَّمَا يكون الجداد يَوْم الْمعَاد فَعِنْدَ الجداد يتَبَيَّن حُلْو الثِّمَار من مرّها وَالْإِخْلَاص والتوحيد شَجَرَة فِي الْقلب فروعها الْأَعْمَال وَثَمَرهَا طيب الْحَيَاة فِي الدُّنْيَا وَالنَّعِيم الْمُقِيم فِي الْآخِرَة وكما أَن ثمار الْجنَّة لَا مَقْطُوعَة وَلَا مَمْنُوعَة فثمرة التَّوْحِيد وَالْإِخْلَاص فِي الدُّنْيَا كَذَلِك , والشرك وَالْكذب والرياء شَجَرَة فِي الْقلب ثَمَرهَا فِي الدُنْيَا الْخَوْف والهم وَالْغَم وضيق الصَّدْر وظلمة الْقلب وَثَمَرهَا فِي الْآخِرَة الزقّوم وَالْعَذَاب الْمُقِيم وَقد ذكر الله هَاتين الشجرتين فِي سُورَة إِبْرَاهِيم

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitab Al-Fawaa’id tatkala menjelaskan tentang Syajarotul Ikhlaash (Pohon Keikhlasan):

“Tahun itu bagaikan sebatang pohon, bulan-bulannya adalah dahan, hari-harinya adalah ranting, jam-jamnya adalah daun, dan nafas (detak jantung) adalah buahnya. Barangsiapa yang waktu-waktunya diisi dengan ketaatan, maka buah dari pohon yang ia miliki akan bagus. Akan tetapi barangsiapa yang waktu-waktunya dihabiskan dalam kemaksiatan maka pohonnya akan berbuah pahit. Hanya saja untuk mengetahui buah mana yang manis atau pahit dapat diketahui pada musim panen ketika semua buah dipetik, yaitu pada hari yang dijanjikan (kiamat). Ikhlas dan tauhid bagaikan sebatang pohon di dalam hati manusia, dahannya adalah amal perbuatan, sedang buahnya adalah kehidupan yang bahagia di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat. Sebagaimana pohon yang ada dalam surga yang terus berbuah, tak pernah berhenti, juga tidak terlarang diambil, buah dari pohon tauhid dan ikhlas di dunia ini demikian pula; tidak pernah terputus buahnya dan tidak pernah terlarang dicicipi. Baca lebih lanjut

HIBURAN DAN MOTIVASI BAGI SIAPA SAJA YANG BELUM MAMPU MENUNAIKAN HAJI PADA TAHUN INI

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

hiburan bagi yg belum haji۞ قال ابن رجب رحمه الله تعالى:
●● من لم يستطع الوقوف بعرفة, فليقف عند حدود الله الذي عرفه.
●● ومن لم يستطع المبيت بمزدلفة, فليبت على طاعة الله ليقربه ويزلفه.
●● ومن لم يقدر على ذبح هديه بمنى, فليذبح هواه ليبلغ به الُمنى.
●● ومن لم يستطع الوصول للبيت لأنه بعيد, فليقصد رب البيت فإنه أقرب إليه من حبل الوريد.
( لطائف المعارف ص 633 )

 

(*) Ibnu Rojab rahimahullah berkata:
» Barangsiapa belum bisa WUKUF di Arofah, maka hendaklah ia WUKUF (berhenti) pada batas-batas Allah yang telah ia ketahui.
» Barangsiapa belum bisa MABIT (bermalam) di Muzdalifah, maka hendaklah ia MABIT (bermalam) dengan melakukan ketaatan kepada Allah agar dekat dengan-Nya.
» Barangsiapa belum bisa menyembelih hadyi (hewan sembelihan) di MINA, maka hendaklah ia menyembelih hawa nafsunya agar ia sampai kepada MUNA (cita-cita n harapannya).
» Barangsiapa belum bisa sampai ke AL-BAIT (Ka’bah/Masjidil Harom), maka hendaklah ia bersegera menuju ROBB AL-BAIT (Tuhan Pemilik Ka’bah, Allah), karena sesungguhnya DIA lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

(Sumber: Lathoo’ifu Al-Ma’aarif, karya Ibnu Rojab, hal.633).

* Yang dimaksud berhenti pada batas-batas Allah ialah berupaya melaksanakan perintah-perintah Allah dan tanpa melalaikannya. Serta menjauhi larangan-larangan Allah dan tidak melanggarnya.

Demikian faedah ilmiyah n mau’izhoh hasanah yg dpt kami sampaikan pd hari ini. Smg menjadi hiburan n motivasi bagi siapa sj diantara kita yg belum mampu menunaikan ibadah Haji dlm menjalankan amalan-amalan kebaikan n ketaatan kpd Allah Ta’ala. (Klaten, 3 Oktober 2014 M / 8 Dzulhijjah 1435 H).

» Grup Majlis Hadits, chat room Faedah n Mau’izhoh Hasanah. BB: 7FA61515, WA: 082225243444

» Blog Dakwah, KLIK:
https://abufawaz.wordpress.com