Category Archives: 1

DZIKIR TERBAIK PADA HARI AROFAH

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Hal ini berdasarkan hadits shohih berikut ini:

عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده أن النبي صلى الله عليه وسلم قال {خير الدعاء دعاء يوم عرفة وخير ما قلت أنا والنبيون من قبلي : لا إله إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ } ) .

Dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya (Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash) radhiallahu anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sebaik-baik DOA adalah doa pada hari Arofah. Dan DZIKIR terbaik yang saya dan para nabi sebelumku pernah ucapkan adalah,

“LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAY`IN QADIIR”

(Tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah semata tak ada sekutu bagi-Nya, hanya milik-Nya semua kekuasaan, hanya milik-Nya semua pujian, da Dia Maha Mampu atas segala sesuatu).”

(HR. At-Tirmizi no. 3585 & dinyatakan Hasan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shahih At-Tirmizi: III/184, dan Misykat Al-Mashobih no.2598).

BEBERAPA_FAEDAH_DARI_HADITS_INI:

  1. DOA yang paling baik dan utama adalah Doa yang dipanjatkan kepada Allah pada hari Arofah (tanggal 9 Dzulhijjah). Hal ini berlaku bagi jamaah haji yang sedang wukuf di padang Arofah maupun kaum muslimin yang tidak menunaikan ibadah haji di berbagai negeri.
  2. Doa yang dipanjatkan pada hari Arofah adalah sebaik-baik doa, karena lebih besar pahalanya dan lebih cepat kemungkinan dikabulkannya oleh Allah Ta’ala.
  3. DZIKIR yang paling baik dan utama diucapkan pada hari Arofah bagi kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji maupun yang tidak adalah bacaan: لا إله إلا الله وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAY`IN QADIIR”

Hal ini dikarenakan bacaan dzikir tersebut merupakan Kalimat Tauhid yang mengandung pujian, sanjungan dan pengagungan yang sangat besar kepada Allah Ta’ala.

  1. Sangat dianjurkan memperbanyak membaca doa-doa (permohonan) apapun kepada Allah Ta’ala yang mengandung kemaslahatan dunia, agama dan akhirat Kita. Namun doa-doa yang kita panjatkan sebaiknya diawali dengan bacaan Dzikir yang paling utama pada hari Arofah, sebagaimana yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.
  2. Hendaknya kita memanfaatkan hari Arofah yang agung ini dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan memperbanyak Amal sholih seperti puasa, membaca Al-Quran, sedekah, doa, dzikir, istighfar, taubat dan lain sebagainya.

Demikian beberapa pelajaran penting dan faedah ilmiah yang dapat kita ambil dari hadits ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

(Sukoharjo, 9 Dzulhijjah 1441 H / 30 Juli 2020)

DAHSYATNYA MANFAAT DOA

✓ DO’A merupakah ibadah yang sangat agung dan kunci segala kebaikan dalam urusan dunia, agama dan akhirat.

✓ Semua kemaslahatan dan kebaikan dunia, agama dan akhirat kita hanya ada di tangan Allah. Maka berdo’alah hanya kepada Allah agar Dia memperbaiki urusan, dunia, agama dan akhirat kita.

DOA AGAR URUSAN DUNIA AGAMA DAN AKHIRAT KITA MENJADI BAIK

وَعَنْ أبي هريرة رضي الله عنه ، قَالَ : كَانَ رسُولُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُوْلُ : (( اللَّهُمَّ أصْلِحْ لِي دِيْنِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي ، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي ، وَأَصْلِحْ لِي آخِرتِي الَّتي فِيهَا مَعَادِي ، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ ، وَاجْعَلِ المَوتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ )) . رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,

ALLOOHUMMA ASHLIH LII DIINIYALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII, WA ASHLIH LII DUN-YAAYALLATII FIIHAA MA’AASYII, WA ASH-LIH LII AAKHIROTIILLATII FIIHAA MA’AADII, WAJ’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOIRIN, WAJ’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN.

Artinya:
“Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi pegangan urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku; serta jadikanlah kehidupanku mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan, dan kematianku sebagai kebebasanku dari segala keburukan.” (HR. Muslim no. 2720)

✓ Di dalam video ini, Syaikh Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr hafizhohumallah menjelaskan tentang betapa pentingnya berdo’a kepada Allah dan dahsyatnya manfaat Do’a bagi seorang hamba.

MENGENAL AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH YANG SEBENARNYA

PELAJARAN_AQIDAH_TAUHID_ONLINE:

(SMP Putra & Putri Kelas 9A, 9B & 9C)

A. Dengarkan Penjelasan tentang #MENGENAL_AHLUS_SUNNAH_WAL_JAMAAH melalui Link Berikut ini, KLIK:

https://youtu.be/JoSpH7g0dS4

(Durasi 38 menit)

Pembahasan_Tentang:

  1. Definisi SUNNAH menurut bahasa dan istilah syar’i.
  2. Definisi AL-JAMA’AH menurut bahasa dan istilah syar’i.
  3. Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang sebenarnya?
  4. Ciri-ciri Utama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

TUGAS :

B. Jawablah Pertanyaan-pertanyaan Berikut ini dengan Tepat dan Benar sesuai Dengan Materi Yang Disampaikan Di dalam Video tersebut !

  1. Apa Makna Sunnah menurut Ulama Aqidah dan Ulama Hadits ?
  2. Apa Arti Al-Jama’ah menurut Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu Anhu?
  3. Siapakah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang sebenarnya?
  4. Sebutkan 2 ciri utama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah !

(Semoga Allah memberikan Taufiq dan Kemudahan serta ilmu yang bermanfaat kepada kita semua), Aamiin.

14 AMALAN PENGUAT IMAN

Pemateri: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Diantara prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah adalah meyakini bahwa iman yang menghunjam di dalam hati seorang hamba dapat bertambah dan dapat berkurang. Dan diantara amalan yang dapat menyebabkan iman seorang hamba semakin bertambah dan menjadi kuat adalah sebagai berikut:

1. Bersemangat dalam menuntut ilmu syar’i.

2. Mengenal Allah dengan sebenarnya melalui nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna.

3. Membaca Al-Quran dan merenungkan maknanya.

4. Banyak berdzikir kepada Allah.

5. Mendahulukan apa saja yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya daripada keinginan dan bisikan hawa nafsu.

6. Menjauhi segala dosa dan maksiat.

7. Memperbanyak ibadah-ibadah yang hukumnya Sunnah sesudah mengerjakan ibadah yang wajib.

8. Berdoa kepada Allah agar diberi iman yang kuat dan semakin bertambah.

9. Melakukan ziarah kubur.

10. Menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar sesuai kemampuan.

11. Berdakwah kepada Allah dengan sikap bijak dan nasehat yang baik.

12. Mempelajari sejarah kehidupan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan sejara para ulama As-Salafus Sholih (dari generasi Sahabat Nabi, Tabi’in, dan pengikut Tabi’in).

13. Memperhatikan Amalan-amalan hati seperti rasa takut, rasa berharap, rasa cinta, tawakkal kepada Allah, dan selainnya.

14. Tidak rakus dan berambisi terhadap harta dan kemegahan dunia.

Penjelasannya dapat disimak dalam link video kajian Islam ilmiah berikut ini, KLIK:

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

6 TIPS AGAR BISA BERAKHLAK MULIA

Ceramah Singkat
(5 menit 21 detik)

Disampaikan oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

di masjid Salman Al-Farisi,
Desa Semparu, Lombok Tengah, NTB

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

KLIK:

MAKNA IMAN YANG BENAR MENURUT AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

PELAJARAN AQIDAH TAUHID ONLINE:

(Untuk Santri Dan Santriwati SMP Tahfizh, Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah)

A. Dengarkan Penjelasan tentang :

MAKNA_IMAN_YANG_BENAR_MENURUT_AHLUSSUNNAH_WAL_JAMAAH

melalui Link Berikut ini, KLIK:

https://youtu.be/BOb9QDS5LlU

(Durasi sekitar 29 menit)

TUGAS :

B. Jawablah Pertanyaan-pertanyaan Berikut ini dengan Tepat dan Benar sesuai Dengan Materi Yang Disampaikan Di dalam Video tersebut !

  1. Apa Makna Iman secara bahasa dan menurut pemahaman Ahlussunah?
  2. Apa yang dimaksud dengan “Pembenaran dengan Hati” dalam makna Iman?
  3. Dengan sebab apakah Iman seorang Muslim bisa bertambah kuat dan bisa menjadi lemah?
  4. Tuliskan 2 ayat Al-Quran yang menunjukkan Iman sorang hamba bisa bertambah kuat !

(Semoga Allah memberikan Taufiq dan Kemudahan serta ilmu yang bermanfaat kepada kita semua), Aamiin.

USTADZ TUKANG DONGENG ADALAH ORANG YANG PALING PENDUSTA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz


Bismilah. Orang yang berbicara tentang agama Allah dengan cara bercerita atau mendongeng biasanya sering berdusta kepada murid-muridnya atau jama’ahnya. Apakah dengan cara membuat cerita fiktif atau membacakan ayat Al-Qur’an dan hadit Nabi lalu ia menafsirkan dan memahaminya dengan pemahamannya sendiri tanpa merujuk kepada penafsiran dan pemahaman para ulama Sunnah. Dan bisa juga ia berdusta dengan menyampaikan hadits-hadits palsu dan batil yang tidak jelas sumbernya. Apalagi jika ia bodoh tentang ilmu syar’i yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shohihah dengan Manhaj yang benar. 


Oleh karena itu, para ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah dari generasi As-Salafus Sholih telah memberikan ‘Tahdzir’ (peringatan keras) kepada kaum muslimin agar tidak duduk dan menimba ilmu agama kepada para tukang dongeng dan tukang bercerita dalam perkara agama.
Berikut ini akan kami sebutkan beberapa perkataan para Ulama As-Salafus Sholih tentang tercelanya para tukang dongeng dalam perkara agama, dan bahwa mereka adalah manusia yang paling banyak berdusta kepada umat Islam.

1. Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata: “Sesungguhnya aku membenci adanya dongeng-dongeng di dalam masjid.”
Dan beliau juga berkata: “Dan aku berpendapat agar tiada seorang pun yang duduk (belajar) kepada mereka, karena dongeng-dongeng tersebut adalah Bid’ah.”

2. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Orang yang paling pendusta adalah tukang bercerita dan peminta-minta.” (Bada-i’ul Fawa-id karya Ibnul Qoyyim).

3. Diriwayatkan dari Syu’bah bin Al-Hajjaj, bahwasanya ada seorang pemuda yang mendekatinya, lalu bertanya tentang sebuah hadits. Maka beliau bertanya, “Apakah engkau seorang tukang bercerita?” Ia jawab, “iya, benar.” Maka beliau berkata: “Pergilah, karena aku tidak akan menyampaikan hadits kepada para tukang bercerita”. Pemuda itu bertanya, “Mengapa demikian?” Beliau jawab: “Karena mereka mengambil hadits dari kami satu jengkal, lalu mereka menjadikannya satu hasta.” Maksudnya, mereka (berani) menambahkan di dalam hadits Nabi (cerita-cerita dan dongeng dusta, pent).”

4. Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: “Apakah kami menemui para tukang dongeng dengan wajah kami?” Jawab beliau: “Buanglah Bid’ah-bid’ah (dongeng) tersebut di balik punggung kalian.” (Lihat Al-Adab Asy-Syar’iyyah II/82-89)

5. Salim rahimahullah berkata: “Dahulu Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma pernah keluar dari masjid seraya mengatakan, “Tidaklah mengeluarkanku dari dalam masjid melainkan adanya suara tukang bercerita (di dalam masjid).” (Lihat Al-Hawadits Wal Bida’ hal.190).

6. Abu Idris Al-Khaulani rahimahullah berkata: “Sungguh aku melihat adanya kobaran api yang menyala-nyala di dalam masjid lebih aku sukai daripada aku melihat ada seorang tukang dongeng yang sedang bercerita di dalam masjid.”

7. Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Kebanyakan petaka dalam pemalsuan hadits terjadi karena dilakukan oleh para tukang dongeng.”(Lihat Al-Qushshosh hal.308).

#Siapakah Tukang Dongeng atau Tukang Bercerita yang sangat tercela, banyak berdusta dan dilarang keras untuk duduk dan belajar agama kepadanya?

✓ Tukang Dongeng atau Tukang Bercerita yang tercela dan telah ditahdzir (diperingatkan) oleh para Ulama Sunnah adalah mereka yang berbicara tentang agama Allah melalui jalan Dongeng atau Bercerita, akan tetapi mereka tidak memiliki ilmu syar’i yang mumpuni dengan pemahaman yang benar. Di samping itu mereka berambisi meraih ketenaran atau popularitas di tengah umat, sehingga mereka berani berdusta atas nama Rasulullah shallallahu alaihi Wasallam dalam menyampaikan Hadits-hadits Nabi, baik dengan menambahi atau mengurangi atau menafsirkan dengan makna yang sesuai dengan selera dan hawa nafsunya (cocoklogi). 

✓ Dan termasuk juga para tukang Dongeng atau Tukang Bercerita tentang perkara agama namun bodoh tentang ilmu Hadits, sehingga mereka tidak mampu membedakan antara Hadits yang Shohih dengan Hadits DHO’IF dan Palsu serta Hadits yang Tidak jelas asal usulnya.

✓ Adapun hukum asal bercerita atau mendongeng itu boleh dan tidak tercela dengan sendirinya, bahkan bisa menjadi terpuji apabila cerita dan dongeng tersebut bersumber dan berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang Shohih.

» Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Para Tukang Dongeng tidaklah tercela hanya karena namanya sebagai tukang dongeng. Akan tetapi mereka itu tercela dikarenakan mayoritas mereka bercerita dengan bebas dan panjang lebar tanpa menyebutkan ilmu yang bermanfaat. Dan kebanyakan mereka juga mencampur adukkan dalam ceritanya (antara yang hak dan batil, pent). Dan terkadang mereka bersandar dalam ceritanya kepada hal-hal yang mustahil (tidak sesuai fakta).” (Lihat Talbis Iblis hal.134)

» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “Tukang bercerita yang senantiasa mengingatkan tentang surga dan neraka dan menakut-nakuti dengannya dengan niat yang baik dan perkataan yang jujur (maka mereka tidak apa-apa bila berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Hadits Shohih dengan pemahaman yang benar, pent). Adapun Tukang bercerita yang suka membuat berita-berita dusta dan hadits-hadits palsu maka aku berpendapat (tidak boleh duduk dan belajar agama kepada mereka, pent).(Lihat Al-Adab Asy-Syar’iyyah II/85).

Demikian faedah ilmiah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

(Disusun oleh Muhammad Wasitho Abu Fawaz di Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah, pada hari Jumat, 15 Ramadhan 1441 H / 7 Mei 2020).

Halaman Facebook:

_https://www.facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz/_

_https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten/_

5 PERKARA YANG MENGURANGI KESEMPURNAAN TAUHID

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

  1. Setiap perkara yang dapat membawa pelakunya terjerumus ke dalam Syirik Akbar

Contohnya:

» Berlebihan dalam memuji Nabi, wali dan orang-orang sholih, seperti menganggap mereka mampu mengetahui perkara ghaib, mendatangkan manfaat dan mencegah bencana.
» Mengalap berkah pada benda, tempat, waktu atau orang tertentu yang tidak sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
» Meninggikan dan memberikan penerangan pada kuburan, membangun masjid di atas kuburan serta beribadah di sisi kuburan.
» Membuat patung dan melukis para wali dan orang-orang sholih.
» Dan selainnya

  1. Syirik Kecil

Contohnya:

» Riya’ dan Sum’ah dalam beramal Sholih.
» Beramal Sholih dengan niat dan tujuan agar mendapatkan kepentingan duniawi seperti harta benda, popularitas, jabatan dan kedudukan, dsb.
» Bersumpah dengan menyebut nama selain Allah.
» Dan selainnya

  1. Kufur Ashghor (Kekafiran yang kecil)

Contohnya:

» Kufur Nikmat
» Sering mengingkari kebaikan suami
» Memerangi dan membunuh seorang muslim tanpa hak.
» Meratapi orang mati
» Mencela nasab keturunan orang lain
» Dan selainnya

  1. Nifaq Ashghor (Kemunafikan yang kecil) Contohnya: » Suka berdusta dalam berbicara
    » Tidak menepati janji
    » Berkhianat dan tidak menunaikan amanah
    » Suka berbuat curang dalam pertengkaran dan permusuhan
    » Bermalas-malasan dalam mendirikan sholat
    » Sangat jarang berdzikir kepada Allah
  2. Berbuat Bid’ah,

Contohnya:

» Merayakan hari kelahiran Nabi
» Membuat atau membaca sholawat-sholawat yang tidak ada tuntunannya dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam
» Melakukan ibadah apapun dengan tata cara yang menyelisi petunjuk Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Penjelasan selengkapnya dapat disimak melalui Link Berikut ini, KLIK:

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

HUKUM SEPUTAR WAKAF

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya”. [HR Muslim 3084].

Syaikh Ali Bassam berkata: “Adapun yang dimaksud dengan shadaqah dalam hadits ini ialah wakaf.”

Hadits ini menunjukkan, bahwa amal orang yang mati telah terputus. Dia tidak akan mendapat pahala dari Allah setelah meninggal dunia, kecuali (dari) tiga perkara ini; karena tiga perkara ini termasuk usahanya.

(Durasi 1 jam 35 menit)

AGAMA ISLAM DIBANGUN BERDASARKAN DALIL SYAR’I, BUKAN MENURUT LOGIKA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Bismillah. Dalam meyakini dan mengamalkan ajaran agama Islam wajib berlandaskan dalil-dalil syar’i dari Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shohih, bukan berdasarkan logika atau pemahaman akal. Karena akal yang sehat dan selamat dari berbagai penyakit dan syubhat akan senantiasa sesuai dan sejalan dengan dalil-dalil syar’i.

✓ Ali bin Abu Tholib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ

“Seandainya agama (Islam) dibangun berdasarkan logika (pemahaman akal), niscaya bagian bawah khuf (terompah/sepatu kulit) lebih pantas untuk diusap daripada bagian atasnya. Sungguh aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap bagian atas khufnya (sepatunya).” (HR. Abu Daud no. 162. Ibnu Hajar mengatakan dalam Bulughul Marom bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al-Albani menyatakan derajat hadits ini Shohih).

✓ Imam Ash-Shon’ani rahimahullah berkata: “Tentu saja secara logika yang lebih pantas diusap adalah bagian bawah terompah (sepatu kulit) daripada atasnya karena bagian bawahlah yang bersentuhan langsung dengan tanah. Namun kenyataan yang dipraktekkan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah demikian.” (Lihat Subulus Salam, 1/239).

Jadi, jika ada Dalil Syar’i berupa ayat Al-Qur’an atau Hadits Shohih yang dianggap tidak masuk akal, maka wajib bagi kita menerima dan mengimaninya serta bersikap “Sami’na wa Atho’na” yakni kami siap mendengar dan patuh.

Demikian faedah ilmiah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

(Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten, 7 Ramadhan 1441 H / 30 April 2020)

Halaman Facebook, KLIK:

https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten/

https://www.facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz/

MARHABAN YA RAMADHAN 1441 H / 2020 M

تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال،

اللهم كما بلغتنا شهر رمضان المبارك،
وفقنا إلى حسن العمل فيه والقبول بعده

محبكم في الله / محمد واسطة أبو فواز الإندونيسي

INFO LOWONGAN KERJA DI PONDOK PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ KLATEN, JAWA TENGAH (Tahun Pelajaran 2020 – 2021)

Bismillah. Segala puji bagi Allah ‘Azza wa Jalla. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullah, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah membuka kesempatan kepada guru dan tenaga profesional untuk bergabung dan menjadi bagian keluarga besar lembaga kami, dengan posisi dan ketentuan sebagai berikut:

Posisi yang Dibutuhkan:

A. Guru (Pengampu) Tahfizh al-Qur’an : 12 orang (2 Laki-laki dan 10 Perempuan)

B. Guru Diniyah dan Bahasa Arab : 4 orang (Laki-laki dan Perempuan)

C. Guru Pelajaran Umum (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA, dll) 3 Orang (Laki-laki dan Perempuan)

D. Musyrifah/Pengasuh Asrama 6 orang (1 laki-laki dan 5 perempuan)

E. Cleaning Sevice 2 orang (1 laki-laki dan 1 perempuan)

F. Security : 1 orang

Persyaratan:

Umum:
1. Muslim/Muslimah dengan Pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah
2. Semangat dalam mencari ilmu agama dan mengamalkannya
3. Memiliki kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik
4. Sehat jasmani dan tidak merokok
5. Memiliki akhlak terpuji, amanah, dan dedikasi tinggi
6. Memiliki kecintaan dan semangat dalam mendidik dan membimbing santri/wati

7. Bersedia mematuhi peraturan dan ketentuan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten
8. Bisa Bekerjasama dengan Tim.

Khusus:
1. Hafizh / Hafizhoh 30 juz ( A)
2. Memahami kaidah-kaidah tajwid dengan baik dan benar (A)
3. Diutamakan lulusan Pesantren Tahfizh bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (A)
4. Diutamakan lulusan UIM, LIPIA, STAI Ali bin Abi Tholib Surabaya, STDI Imam Syafi’i Jember, dan Pondok Pesantren bermanhaj Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan memiliki kemampuan Bahasa Arab aktif (B)
5. Diutamakan dari Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta terakreditasi A (C)
6. Diutamakan belum menikah dan bersedia tinggal di dalam asrama (A dan D))

✓ Kirim surat lamaran, CV, Fotokopi KTP, Ijazah Pendidikan Terakhir, Ijazah Tahfizh dan Sertifikat lainnya (jika ada) ke alamat email berikut ini: loker.ponpesalittiba@gmail.com
(Dengan mencantumkan kode posisi yang dilamar)

CP/Informasi:
082225243444

✓ Surat lamaran dan CV paling lambat kami terima pada tanggal 20 Mei 2020

Tes Seleksi : insya Allah akan dilaksanakan secara Online, kecuali yang berdomisili di Solo Raya dan diharapkan datang secara langsung.

Materi Seleksi (bagi calon Guru Tahfizh, Diniyah dan Bahasa Arab) :
» Wawasan Agama Islam Dasar

» Kemampuan Bahasa Arab Dasar
» Baca Al-Qur’an
» Interview

Demikian informasi lowongan kerja ini.

Mohon bantu dishare agar bisa sampai kepada siapa saja yang membutuhkan info loker ini.

Syukron, wajazakumullah khairan wabarakallah fiikum.

—————————————————-

Halaman Facebook, KLIK:

_https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten/_

_https://www.facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz/_

BAHAYA MENGKAFIRKAN SEORANG MUSLIM TANPA HAK

Rekaman Video Kajian Islam Ilmiah

Pemateri: _Muhammad Wasitho Abu Fawaz_

Di masjid Nurullah Kalibata Jakarta Selatan

Pada hari Sabtu, 9 Maret 2019, Ba’da sholat Ashar – jam 17.45 wib

Dalam Kajian Ilmiah ini dijelaskan beberapa pelajaran penting, diantaranya:

_Makna Kufur (Kekafiran)_
✓ _Makna Iman menurut Pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah_
✓ _Macam-macam Kekafiran_
✓ _Perbedaan antara Kekafiran yang Besar dengan Kekafiran yang Kecil_
✓ _Bahaya dan Konsekuensi Mengkafirkan Seorang Muslim_
✓ _Kaedah-Kaedah dalam Mengkafirkan Seorang Muslim_
✓ #Syarat_syarat_Mengkafirkan_Seorang_Muslim_dan_Penghalangnya_Menurut_Pemahaman_AhlusSunnah_Wal_Jamaah
✓ _Tanya Jawab_

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

*KLIK:*

MANAKAH YANG LEBIH UTAMA BAGI MUADZDZIN SHOLAT SENDIRIAN DI MASJID ATAUKAH BERJAMAAH DI RUMAH?

Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad Hafizhohullah pernah ditanya:

“Seseorang muadzdzin setelah mengumandangkan adzan di masjid, apakah ia pulang ke rumahnya dan melaksanakan sholat berjamaah (dengan keluarganya), ataukah ia melaksanakan sholat sendirian di dalam masjid?”

Beliau -Hafizhohullah- menjawab: “Hendaknya ia pulang dan melaksanakan sholat berjamaah di dalam rumahnya, karena hal itu lebih utama (baginya) daripada ia sholat sendirian di masjid.”

(Rabu, 23 Rajab 1441 H, dalam Kajian Kitab Al-Muwaththo’ karya Imam Malik).

✓ Fatwa ini berlaku di saat tersebarnya wabah/virus Corona dan setelah adanya Larangan menyelenggarakan sholat Jumat dan sholat Rowatib 5 waktu berjamaah di masjid oleh pihak Ulil Amri (Pemerintah dan Ulama).

Semoga bermanfaat.

(Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten pada hari Sabtu, 28 Maret 2020)

*Halaman Facebook:*

_https://www.facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz/_

_https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten/_

RAKYAT YANG PALING TAAT DAN PALING MUDAH DIATUR OLEH PEMERINTAH

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Sepanjang sejarah di negeri-negeri kaum muslimin manapun, tiada siapapun yang paling taat dan paling mudah diatur oleh Pemimpin Muslim dalam setiap kebaikan yang bersifat duniawi maupun ukhrowi melainkan hanya mereka (rakyat) yang memiliki Aqidah dan Pemahaman AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH, baik ulamanya maupun orang awamnya.

Hal ini dikarenakan salah satu Prinsip Dasar Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah:

1. Meyakini kewajiban mendengar dan taat kepada pemimpin muslim dalam setiap kebaikan.

2. Dan berkeyakinan bahwa melakukan penentangan dan pemberontakan kepada pemimpin muslim baik dengan senjata maupun ucapan lisan dan tulisan yang memprovokasi rakyat merupakan perbuatan haram dan maksiat kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, serta pelakunya telah berdosa dan dimurkai Allah.

✓ Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” (QS. An-Nisaa: 59)

✓ Dan juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

…أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ آمَرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِيٌّ…

“…Aku wasiatkan kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah, dan tetaplah mendengar dan mentaati (pemimpin), walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak hitam…“. (HR. Ahmad (IV/126,127, Abu Dawud (no. 4607) dan at-Tirmidzi (no. 2676), ad-Darimi (I/44), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/205) dan al-Hakim (I/95-96), dari Sahabat ‘Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu Anhu).

✓ Dan juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

“Bagi setiap muslim, wajib taat dan mendengar kepada pemimpin kaum muslimin dalam hal yang disukai maupun hal yang tidak disukai (dibenci), kecuali jika diperintahkan dalam maksiat. Jika diperintahkan dalam hal maksiat, maka tidak boleh menerima perintah tersebut dan tidak boleh taat.” (HR. Al-Bukhari no. 7144 dan Muslim no. 1839).

✓ Dan juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

مَنْ أَطَاعَنِيْ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللهَ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيْرِي فَقَدْ أَطَاعَنِي، وَمَنْ عَصَى أَمِيْرِي فَقَدْ عَصَانِي.

“Barangsiapa yang taat kepadaku berarti ia telah taat kepada Allah, dan barangsiapa yang durhaka kepadaku berarti ia telah durhaka kepada Allah, barangsiapa yang taat kepada amirku (pemimpin muslim) maka ia telah taat kepadaku, dan barangsiapa yang berbuat maksiat (menentang) kepada amirku, maka ia telah berbuat maksiat kepadaku.” (HR. Al-Bukhari (no. 7137), Muslim (no. 1835 (33), dan selainnya, dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu).

✓ Imam al-Qadhi Ibnu Abil ‘Izz (wafat tahun 792 H) rahimahullah berkata: “Hukum mentaati ulil amri (Pemimpin Muslim) adalah wajib (selama tidak dalam kemaksiatan) meskipun mereka berbuat zhalim, karena kalau keluar dari ketaatan kepada mereka akan menimbulkan kerusakan yang berlipat ganda dibanding dengan kezhaliman penguasa itu sendiri. Bahkan bersabar terhadap kezhaliman mereka dapat melebur dosa-dosa dan dapat melipatgandakan pahala. Karena Allah Azza wa Jalla tak akan menguasakan mereka atas diri kita melainkan disebabkan kerusakan amal perbuatan kita juga. Ganjaran itu bergantung pada amal perbuatan. Maka hendaklah kita bersungguh-sungguh Memohon Ampunan, Bertaubat dan Memperbaiki Amal Perbuatan.

✓ Maka dari itu, marilah kita bersemangat dalam mempelajari ajaran agama Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman generasi As-Salafus Sholih, sehingga kita memiliki Aqidah Islam yang Lurus, Metode beragama yang Benar serta cara beribadah yang sesuai petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

#Pondok_Pesantren_Islam_Al_Ittiba_Klaten
(Selasa, 24 Maret 2020)

Halaman Facebook:

_https://www.facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz/_

_https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten/_

ULAMA TELADAN DI SAAT WABAH

Al kisah, Ada seorang pernah datang kepada Syeikh Shalih Al Fauzan untuk berjabat tangan dengan beliau, namun beliau menolaknya.
Orang tersebut lalu bertanya alasannya kenapa beliau menolaknya, maka beliau menjawab:

Pencegahan diri dari penyakit menular dan karena taat pada himbauan resmi dari pemerintah“.

Ditulis oleh Salim bin Hadi Alu Rasyid 22 Rojab 1441 H.

#Pelajaran:
1. Hendaknya mencegah dari penyakit menular.
2. Penyakit menular memang ada.
3. Kewajiban taat pada himbauan pemerintah
4. Boleh meninggalkan sunnah jabat tangan jika untuk pencegahan
5. Teladan seorang ulama di saat2 genting sangat diperlukan

TIGA AMALAN PENYELAMAT DI ZAMAN FITNAH

عن عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ : قُلْتُ : يَارَسُولَ اللهِ ، مَا النَّجَاةُ ؟ قَالَ : امْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ ، وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ ، وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ.
(أخرجه أحمد 4/148(17467) و\”التِّرمِذي\”2406 قال التِّرْمِذِيُّ : هذا حديثٌ حسنٌ. الألباني الصحيحة ( 888 ).

Diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Aamir radhiyallahu ‘anhu (seorang Sahabat Nabi), ia berkata: “Aku pernah bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab; “Jagalah lisanmu, hendaklah rumahmu membuatmu merasa lapang, dan menangislah karena dosa-dosamu.

(HR. Ahmad IV/148 No.17467, At-Tirmidzi no. 2406 dan beliau berkata, Hadits ini derajatnya Hasan, dan Syaikh Al-Albani menilainya sebagai Hadits Shahih di dalam Silsilatu Al-Ahadits Ash- Shahihah no. 888).

» Di dalam hadits shahih ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan kepada umatnya tiga wasiat agung yang sempurna dan komprehensif.

Tiga wasiat itu bila dikerjakan, maka akan menyelamatkan pelakunya dari dosa yang membinasakan, kesia-siaan, dan dari berbagai fitnah dan keburukan di dunia dan akhirat, Yaitu;

✓ 1. “Jagalah lisanmu,

(Maksudnya: Janganlah engkau berbicara kecuali yang mendatangkan kebaikan, manfaat dan pahala. Dan jauhilah segala bentuk kedustaan, seperti menyebarkan berita-berita palsu dan dusta (Hoaks), dsb.

2. Hendaklah rumahmu membuatmu merasa lapang

(Maksudnya: betahlah untuk tinggal di dalam rumahmu agar engkau dapat menanamkan Aqidah Tauhid dan keimanan yang benar kepada keluargamu, serta mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan akhlak yang mulia kepada mereka), dan

✓ 3. Menangislah karena dosa-dosamu.”

(Maksudnya: Perbanyaklah istighfar (memohon ampunan kepada Allah) dan bertaubat dari segala dosa dan maksiat, serta instrospeksilah dirimu atas segala kekurangan, kesalahan dan kelalaian kepada Allah).

Demikian Faedah Ilmiah yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Aamiin. (Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten, 18 Maret 2020)

#Halaman_Facebook, KLIK:

https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten/

DOA AGAR BADAN TELINGA DAN MATA SELALU SEHAT

Bismillah. Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abi Bakrah rahimahullah, ia bekata kepada ayahnya, “Wahai Ayah, mengapa aku selalu mendengar Ayah membaca sebuah doa dan mengulang-ulangnya sampai tiga kali setiap pagi dan sore?”

اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma ‘afini fi badani, allahumma ‘afini fi sam’i, allahumma ‘afini fi bashori la ilaha illa anta.

“Ya Allah, sehatkanlah badanku, Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku, Ya Allah sehatkanlah penglihatanku. Tidak ada Tuhan Yang Berhak Diibadahi selain Engkau.”

Abu Bakrah Radhiyallahu ‘Anhu menjawab:

إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَدْعُو بِهِنَّ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ

“Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berdoa dengan doa itu, maka aku suka mengikuti sunnah Beliau.”

(HR. Abu Dawud, no. 5090. Dan derajatnya dinilai “Hasan” oleh Syaikh Al-Albani rahimakumullah. Dan Syaikh Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Bazz rahimakumullah meng-Hassan-kan isnadnya di dalam Tuhfatul Akhyar: 26).

#Pelajaran_Penting_Yang_Terkandung_Dalam_Hadits:

1. Doa ini dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan sore sebanyak tiga kali.

2. Pentingnya mendidik anak dengan keshalihan ayah. Sebagian Ulama mengatakan bahwa keshalihan ayah akan memberikan dampak positif dan pengaruh yang baik kepada anak. Begitu juga dosa dan maksiat yang dilakukan ayah akan memberikan dampak negatif dan pengaruh yang buruk kepada anak. Maka semestinya para orangtua selalu memperbaiki dirinya dan meningkatkan kwalitas iman dan takwanya kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala.

3. Bolehnya mengeraskan bacaan doa dan dzikir dengan niat supaya didengar dan ditiru oleh anak atau murid, atau dengan tujuan mengajari orang lain yang belum menghafalnya. Andaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak mengeraskan suara beliau, tentu para sahabat kesulitan mengetahui apa yang beliau baca saat itu.

4. Betapa besarnya manfaat dan keutamaan membaca wirid pagi dan sore, karena wirid itu mendatangkan pahala dan keridhoan dari Allah serta menjadi benteng dan pelindung bagi setiap muslim dari segala keburukan.

5.. Pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

6. Betapa agung manfaat dan keutamaan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam setiap perkara agama. Dan hal ini hukumnya wajib bagi setiap muslim dan muslimah.

7. Betapa besar semangat para sahabat Nabi dalam berupaya mengikuti dan mengamalkan tuntunan dan petunjuk Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam serta mengajarkannya kepada anak dan murid.

Demikian beberapa pelajaran penting dan faedah ilmiyah yang terkandung di dalam hadits ini. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan semoga kita diberi Allah Taufiq dan pertolongan-Nya serta kemudahan dalam mengikuti dan mengamalkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Aamiin.

KUPAS TUNTAS SEPUTAR TAKDIR YANG BAIK DAN BURUK

Info Kajian AQIDAH TAUHID Rutin Pekan Kedua

Pada hari Ahad, 8 Maret 2020

Jam 09.30 – 11.30 WIB

Di Masjid Nurul Iman

Blok M Square Lt.7 – Jakarta Selatan

(Semoga Bermanfaat)

MANISNYA BUAH IKHLAS DAN PAHITNYA BUAH RIYA

Info Kajian AKHLAK DAN MANHAJ Rutin Pekan Kedua

Pada hari Ahad, 8 Maret 2020
Ba’da Sholat Subuh – selesai

Di Masjid Nurul Hidayah

Pancoran – Jakarta Selatan

(Semoga Bermanfaat)