Category Archives: 1

MERAIH KEUTAMAAN LAILATUL QODAR DENGAN BERI’TIKAF PADA 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN DI MASJID PONDOK PESANTREN ISLAM AL-ITTIBA’ JUWIRING KLATEN

#INFO_ITIKAF_10_HARI_TERAKHIR_RAMADHAN_DI_MASJID_PONDOK_PESANTREN_ISLAM_AL_ITTIBA_KLATEN (Tahun 1440 H/ 2019)

Bismillah. Kami pengurus Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Juwiring, Klaten akan menyediakan tempat ibadah i’tikaf selama 10 hari terakhir dari bulan Romadhon 1439 H di masjid Pondok Pesantren Islam Al-ittiba’, desa Kwarasan kecamatan Juwiring kabupaten Klaten.

Oleh karenanya, bagi para Ikhwan atau bapak-bapak yg berdomisili di daerah Klaten, Solo, Sukoharjo, Boyolali dan sekitarnya yang ingin melakukan ibadah i’tikaf selama 10 hari terakhir di masjid Al-Ittiba’ Pondok Putri dimohon segera mendaftarkan diri dengan format:

Nama Lengkap#Umur#Pekerjaan# domisili#Jumlah hari i’tikaf

Contoh:
Abdurrahman#24 tahun#Guru#Juwiring, Klaten#10 hari

Lalu kirimkan ke nomor WA berikut ini:

0821-3777-7001

#FASILITAS:

1. GRATIS 100 %
2. Hidangan makan Sahur, Buka Puasa dan coffee break disediakan.
3. Imam Sholat Tarawih Syeikh Zakarya Mohammed Raweh Al Yamani dan selainnya.
4. Kajian Ilmiyah yang diisi oleh:

» Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz
(Alumni Universitas Islam Madinah, Fakultas Hadits, dan Pimpinan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten)

» Ustadz Rahmad Supriyadi, Lc
(Alumni Universitas Islam Madinah, Fakultas Syari’ah, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ukhuwah Sukoharjo)

» Ustadz Amirul Mu’minin Al Kadiry
(Pengasuh Grup Dakwah As-Siwak, dan MITQ Ali bin Abi Tholib Klaten)

5. Belajar Tahsin bersama Syaikh Zakarya Mohammed Raweh dari Yaman
6. Masjid 2 lantai
7. MCK mencukupi
8. Disediakan bantal dan karpet.
9. Disediakan alat makan (Piring, gelas dan sendok)
10. Disediakan Buku dan Alat Tulis.

#Batas_Akhir_Pendaftaran:
Selasa, 20 Ramadhan 1440 / 25 Mei 2019 jam 12.00 wib

#KUOTA_TERBATAS: Hanya 75 orang

Demikian info yg dapat kami sampaikan.

Mohon bantu dishare. Syukron wajazakumullahu khoiron.

Klaten, 15 Mei 2019

Hormat Kami:
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittiba’

(Muhammad Wasitho Abu Fawaz)

UPDATE DAFTAR NAMA PEWAKAF PENGADAAN PERALATAN STUDIO ITTIBA’ TV KLATEN

UPDATE DAFTAR NAMA PEWAKAF PENGADAAN PERALATAN MEDIA DAKWAH ITTIBA’ TV KLATEN Per tanggal 18 Mei 2019:
—————————————-
1. Ernayetti, Cibubur : Rp.10.000.000,-
2. Lisa, Depok : Rp. 1.000.000,-
3. Eko Aljawad, Tangerang : Rp. 500.000,-
4. Izzah, Jakarta : Rp. 500.000,-
5. Mu’adz, Sukoharjo : Rp. 200.000,-
6. Abu Nuna, Cirebon : Rp. 3.000.000,-
7. Aufa, Sukabumi : Rp. 1.000.000,-
8. Mumtia, Klaten : Rp. 500.000,-
9. Hazimah, Solo : Rp. 500.000,-
10. Awwad, Solo : Rp. 1.000.000,-
11. Rofiqoh, Sukoharjo : Rp. 300.000,-
12. Nayyera, Sukoharjo : Rp. 300.000,-
12. Jawahir, Cirebon : Rp. 500.000,-
13. Mak Ca, Cirebon : Rp. 500.000,-
14. Ummu Dalilah, Klaten: Rp. 2.000.000,-
15. Mursani, Klaten : Rp.200.000,-
16. Abu Asia, Klaten : Rp.250.000,-
17. Agung Puro, … : Rp. 250.000,-
18. Tutik ibu Alif, … : Rp.100.000,-
19. Pandu, Jakarta : Rp. 2.500.000,-
20. Agus Abu Rufaidah, Bekasi : Rp. 300.000,-
21. Hamba Allah, Semarang : Rp. 5.000.000,-
22. Ahmad G, Jakarta : Rp. 5.000.000,-
23. Hamba Allah, Klaten : Rp. 200.000,-
24. Abu Furqon, … : Rp. 200.000,-
25. Abdullah, Sukoharjo : Rp. 200.000,-
26. Genduk, Klaten : Rp. 250.000,-
27. Abdurrahman, Solo : Rp. 200.000,-
28. Muhammad, Klaten : Rp. 1.000.000,-

JUMLAH: Rp.37.450.000,-
_(Tiga Puluh Tujuh Juta Empat Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)_

📌 Bagi kaum muslimin yang ingin menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah melalui Wakaf Pengadaan Peralatan dan Perlengkapan Studio *ITTIBA’ TV KLATEN*, silahkan salurkan dana Infaq, Shodaqoh dan wakaf bapak/ibu melalui Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah dengan mentransfer ke:

Nomor Rekening: 8265 190 100

BCA, KCP Sukoharjo

a/n Yayasan Majelis Hadis

✨Konfirmasi transfer ke nomor WA: 082225243444

Dengan format:
Ittiba’ TV_Nama_Alamat_Nominal // Contoh: Ittiba’ TV_Fulan_Jakarta_1.000.000,-

_Semoga Allah menerima dana infak/wakaf dari bapak dan ibu sekalian, memberikan pahala besar yang mengalir sampai hari Kiamat, ganti yang lebih baik dan berkah di dunia dan akhirat. Dan semoga Allah menjadikan dana infak/wakaf ini sebagai pelindung dari siksa kubur dan neraka, serta sebab masuk surga bersama keluarga. Aamiin.

Meraih Pahala Jariyah Melalui Wakaf Pengadaan Peralatan Media Dakwah ITTIBA’ TV Klaten

Bismillah. Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah membuka kesempatan bagi para muhsinin yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk dakwah dan meraih pahala shodaqoh jariyah yang senantiasa mengalir dengan deras sampai hari Kiamat, _insya Allah_, melalui wakaf pengadaan peralatan dan perlengkapan Media Dakwah *ITTIBA’ TV*.

Dengan estimasi dana yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan dan perlengkapan media dakwah serta dekorasi studio ITTIBA’ TV sebesar Rp.165.000.000,- (Seratus Enam Puluh Lima Juta Rupiah).

📄 Berikut ini adalah daftar peralatan dan perlengkapan media dakwah beserta kisaran harga terbaru;

1. Kamera pxw x70 = ± @24 jt x 2 = Rp 48.000.000,-

2. Tripod Kamera = ± @1.5 jt x 2 = Rp 3.000.000,-

3. Stand Light = @200 ribu x 2 = Rp 400.000,-

4. Lampu yn600 = ± @1.2 juta x 2 = Rp 2.400.000,-

5. Mic Shenheiser = ± Rp 9.000.000,-

6. Drone Phantom = ± Rp 24.000.000,-

7. Interior studio = ± Rp 5.000.000,-

8. Interior dinding = ± Rp 30.000.000,-

9. Vmix = ± Rp 5.000.000,-

10. Video cap ± @3 jt x 2 = Rp. 6.000.000,-

11. Komputer/laptop ± @15 jt x 2 = Rp 30.000.000,-

12. Mixer = ± Rp. 2.000.000,-

13. Kabel hdmi ± @200 rb x 3 = Rp. 600.000,-

14. Internet studio = … ?

💰 Total donasi yang dibutuhkan: ± Rp. 165.000.000,-

📌Silahkan salurkan dana Infaq, Shodaqoh dan wakaf bapak/ibu melalui Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah dengan mentransfer ke:

Nomor Rekening: 8265 190 100

BCA, KCP Sukoharjo, Kode Bank:

a/n Yayasan Majelis Hadis

✨Konfirmasi transfer ke nomor WA: 082225243444

Dengan format:
Ittiba’ TV_Nama_Nominal // Contoh: Ittiba’ TV_Fulan_1.000.000,-

Kami mengharapkan bantuan dan dukungannya dalam upaya merealisasikan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.” (QS. Al Maaidah: 2)

Jazakumullahu khoiron wa Baarakallahu fiikum atas doa, dukungan dan perhatian antum semua. Semoga dapat menjadi amal sholih yang memperberat timbangan amal baik kita di hari akhirat kelak.

✓ Allah ‘azza wa jalla berfirman;

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, laki-laki maupun perempuan, dan memberikan pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka akan dilipatgandakan (balasan pinjamannya) untuk mereka, dan mereka akan mendapatkan pahala yang banyak.”
(QS. Al-Hadid: ayat 18)

✓ Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً فِى سَبِيلِ اللَّهِ كُتِبَتْ لَهُ بِسَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ

“Barangsiapa menginfaqkan hartanya di jalan Allah, maka ditetapkan pahala untuknya 700 kali lipat.”
(HR. At-Tirmidzi, no.1625, dan dinyatakan Shohih oleh Syaikh Al Albani rahimahullah).

_Bisa jadi, dana infak dan wakaf atau peralatan dakwah yang antum belikan atau wakafkan kepada ITTIBA’ TV, itu bisa menjadi sebab hidayah Allah untuk manusia._

Hanya Allah yang mampu memberikan kemudahan.

KAMI MENERIMA DONASI DARI ANTUM BERAPAPUN NOMINALNYA DAN APAPUN BENTUKNYA

📺 Media Dakwah & Sosial ITTIBA’ TV Klaten Jawa Tengah

Informasi lainnya di:

*Halaman Facebook:*

_https://www.facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz/_

_https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten/_

*Website Dakwah Sunnah (Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah), Klik:*

_Http://abufawaz.wordpress.com_

Klaten, 7 Ramadhan 1440 H / 12 Mei 2019

Hormat kami:

📌 Pimpinan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’

*(Muhammad Wasitho Abu Fawaz)*

===============================

*Daftar Nama Pewakaf Pengadaan Peralatan Media Dakwah ITTIBA’ TV Klaten Per Tanggal 10 Ramadhan 1440 H:*

——————————————————–
1. Ernayetti, Cibubur : Rp.10.000.000,-
2. Lisa, Depok. : Rp. 1.000.000,-
3. Eko Aljawad, Tangerang. : Rp. 500.000,-
4. Izzah, Jakarta. : Rp. 500.000,-
5. Mu’adz, Sukoharjo. : Rp. 200.000,-
6. Abu Nuna, Cirebon. : Rp. 3.000.000,-
7. Aufa, Sukabumi. : Rp. 1.000.000,-
8. Mumtia, Klaten. : Rp. 500.000,-
9. Hazimah, Solo. : Rp. 500.000,-
10. Awwad, Solo. : Rp. 1.000.000,-
11. Rofiqoh, Sukoharjo : Rp. 300.000,-
12. Nayyera, Sukoharjo. : Rp. 300.000,-
12. Jawahir, Cirebon. : Rp. 500.000,-
13. Mak Ca, Cirebon : Rp. 500.000,-
14. Ummu Dalilah, Klaten: Rp. 2.000.000,-
15. Mursani, Klaten. : Rp.200.000,-
16. Abu Asia, Klaten. : Rp.250.000,-
17. Agung Puro, … : Rp. 250.000,-
*JUMLAH: Rp.22.500.000,-*
_(Dua Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)_

GURU TAHFIZH AL-QUR’AN MENDAPATKAN HADIAH UMROH

Bismillah, Walhamdulillahi. Dengan Ijin Allah dan karunia-Nya, Pimpinan Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah memberikan:

#HADIAH_UMROH

kepada salah seorang guru Tahfizh Al-Qur’an, ustadz Kamaluddin Munzir (21 tahun) asal Lombok Timur, NTB pada hari Rabu, 17 April 2019 setelah selesai Kajian Rutin Kitab TAUHID Ba’da Maghrib s/d Isya’ di masjid Pondok Pesantren Al-Ittiba’ (putra).

Beliau akan diberangkatkan menunaikan ibadah Umroh pada tanggal 29 April 2019, in Syaa Allah.

Semoga Allah senantiasa memberikan Taufiq dan kemudahan kepada kita semua untuk selalu Istiqomah dalam mempelajari Al Qur’an dan As-Sunnah, mengamalkan keduanya, serta mengajarkannya dengan ikhlas dan benar. Aamiin.

BAHAYA BERAMAL DEMI MENDAPATKAN KERIDHOAN MANUSIA

_Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz_

عائشة رضي الله عنها; أن رسول الله-صلى الله عليه وسلم قال: ” مَنِ الْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ ، بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ ، سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ ، وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ “.

Artinya: “Barangsiapa mencari keridhoan Allah (saja) meskipun manusia benci kepadanya, niscaya Allah akan ridho kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia ridho kepadanya pula. Dan barangsiapa mencari keridhoan manusia dengan membuat Allah murka kepadanya, niscaya Allah akan murka kepadanya dan Dia akan menjadikan manusia murka kepadanya pula.” (HR. Ibnu Hibban di dalam Shahihnya no.276 (I/497), dari Aisyah. Syuaib Al-Arnauth berkata: “Sanadnya Hasan”).
Di dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ
Artinya: “Barangsiapa mencari keridhoan manusia dengan membuat Allah murka, maka ia diserahkan oleh Allah kepada manusia. Dan barangsiapa membuat manusia murka dengan keridhoan Allah, maka Allah akan mencukupinya dari kejahatan manusia.” (Shahih. HR. Ibnu Hibban no.277 (I/510), dari Aisyah. Dan dishohihkan oleh syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir no.6010).
*BEBERAPA PELAJARAN PENTING DAN FAEDAH ILMIYAH DARI HADITS INI:*
1) Wajib bagi setiap muslim mencari ridho Allah saja dalam setiap perkataan dan perbuatan yang ia lakukan, meskipun manusia membencinya. Hal ini dikarenakan hanya Allah satu-satunya Dzat yang mampu memberikan manfaat dan kebaikan, dan mencegah mudharat dan keburukan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang beramal demi mencari keridhoan Allah saja meskipun manusia membencinya, maka sungguh ia telah bertakwa kepada-Nya, dan ia adalah hamba-Nya yang sholih, dan Allah senantiasa mencintai dan menolong hamba-hamba-Nya yang sholih.”
2) Diharamkan bagi setiap muslim melakukan suatu perbuatan yang dibenci dan dimurkai Allah, apalagi jika ia melakukannya dengan niat dan tujuan mencari kecintaan dan keridhoan manusia.
Ibnu Rajab rahimahullah berkata: “Barangsiapa telah jelas baginya bahwa setiap makhluk (manusia) yang ada di muka bumi adalah makhluk (ciptaan Allah, pent). Maka bagaimana mungkin ia lebih mendahulukan ketaatan kepada makhluk daripada ketaatannya kepada (Allah) Tuhannya segala tuhan. Sungguh yang demikian ini adalah sesuatu yang mengherankan. (Lihat Taisir Al-Aziz Al-Hamiid hal.436).
3) Mencari keridhoan dan kecintaan manusia dalam setiap urusan adalah tujuan yang mustahil tercapai. Oleh karena itu, hendaknya kita berkata dan beramal hanya mengharapkan keridhoan dan balasan dari Allah semata. Tidak mengharapkan sesuatu apapun dari manusia baik berupa pujian, imbalan, popularitas dan ketenaran maupun lainnya.
Hal ini sebagaimana yang bisa kita petik dari do’a salah seorang istri Fir’aun dalam al-Qur’an yang tetap teguh pada keyakinan dan keimanannya kepada Allah. Ia berdo’a agar dibangunkan untuknya “baitan fil jannah” (rumah di dalam surga), bukan “baitan fil ardhi (rumah di muka bumi)” ataukah “prasasti di bumi yang dikenang orang lain”. Dia hanya berharap pada Allah, diselamatkan jiwa, dan keyakinannya dari virus-virus orang zhalim dan kafir.
Allah ta’ala berfirman:
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا لِلَّذِينَ آمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
“Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Wahai Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam (surga) Firdaus, dan selamatkanlah Aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah Aku dari kaum yang zhalim.” (QS. At-Tahriim: 11)
Allah ta’ala berfirman pula:
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلا شُكُورًا
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insaan: 9)
4) Keridhoan dan kebencian manusia bergantung pada keridhoan dan kebencian Allah. Jika Allah meridhoi dan mencintai seorang hamba, maka Dia akan menjadikan para makhluk seperti malaikat dan manusia meridhoi dan mencintainya. Demikian pula sebaliknya.
Hal ini dikarenakan hati para hamba berada diantara 2 jari dari jari-jemari Allah. Dia membolak-balikkan hati mereka kapan saja Dia kehendaki. Sebagaimana dikabarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam di dalam hadits beliau.
Dan dikabarkan di dalam hadits, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(إذا أحب الله العبد نادى جبريل: إن الله يحب فلانًا فأحببْه فيحبه جبريل، فينادي جبريل في أهل السماء: إن الله يحب فلانًا فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القبول في الأرض
Artinya: “Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata; “wahai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai hamba-Ku si fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya. Lalu Jibril berkumandang (di langit, pent); sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya si fulan, maka cintailah ia. Maka para malaikat penghuni langit mencintainya. Lalu diletakkan rasa ridho (kepada hamba tsb) di muka bumi.” (HR. Bukhori dan Muslim)
5) Penetapan sifat ridho dan benci bagi Allah ta’ala sesuai dengan keagungan-Nya, tanpa menyerupakan, menyamakan dan menggambarkan sifat Allah sebagaimana sifat makhluk, dan tanpa menyelewengkan maknanya.
Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وهو السميع البصير
“Tidak ada sesuatu pun yang sama dengan-Nya, dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syuura: 11).
Maka dari itu, perbuatan-perbuatan baik apapun yang kita lakukan, baik yang hukumnya wajib, sunnah maupun mubah, hendaknya diniatkan semata-mata karena mengharap keridhoan dan balasan dari Allah ta’ala.
Jangan sampai kita melakukan suatu amalan dengan niat dan tujuan supaya dikenang dan dipuji oleh manusia karena akan menyebabkan kebinasaan di dunia dan akhirat. Sebagaimana dikabarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam di dalam hadits yang diriwayatkan imam Muslim di dalam kitab Shahihnya (no.1905) tentang golongan manusia yang pertama kali diadili oleh Allah dan dicampakkan ke dalam api neraka pada hari kiamat, dan mereka adalah orang yang berjihad di jalan Allah, menuntut ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an, dan orang yang bersedekah, namun mereka mengerjakan ibadah-ibadah yang agung tersebut tanpa ikhlas karena Allah.
Demikian pelajaran penting dan faedah ilmiyah yang dapat kami sebutkan dari dua hadits ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Wabillahi at-taufiq.

(Samarinda, 29 Maret 2019)

*Halaman Facebook:*

_https://www.facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz/_

_https://www.facebook.com/ponpes.alittiba.klaten

*IG:* muhammad_wasitho

*Website Dakwah Sunnah (Pondok Pesantren Islam Al-Ittiba’ Klaten Jawa Tengah), Klik:*

_Http://abufawaz.wordpress.com

Tonton “Ustadz Muhammad Wasitho ~ Bahaya Mengkafirkan Seorang Muslim ~” di YouTube

*BAHAYA MENGKAFIRKAN SEORANG MUSLIM TANPA HAK*

Bismillah. Berikut ini adalah Rekaman Video Kajian Islam Ilmiah

Pemateri: _Muhammad Wasitho Abu Fawaz_

Di masjid Nurullah Kalibata Jakarta Selatan

Pada hari Sabtu, 9 Maret 2019, Ba’da sholat Ashar – jam 17.45 wib

Dalam Kajian Ilmiah ini dijelaskan beberapa pelajaran penting, diantaranya:

✓ _Makna Kufur (Kekafiran)_
✓ _Makna Iman menurut Pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah_
✓ _Macam-macam Kekafiran_
✓ _Perbedaan antara Kekafiran yang Besar dengan Kekafiran yang Kecil_
✓ _Bahaya dan Konsekuensi Mengkafirkan Seorang Muslim_
✓ _Kaedah-Kaedah dalam Mengkafirkan Seorang Muslim_
✓ _Syarat-syarat Mengkafirkan Seorang Muslim dan Penghalangnya Menurut Pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jamaah_
✓ _Tanya Jawab_

Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua.

*KLIK:*

TIDAK MELURUSKAN KESALAHAN DAN PENYIMPANGAN ADALAH CIRI KHAS ULAMA YAHUDI DAN NASRANI

#TIDAK_MELURUSKAN_KESALAHAN_ADALAH_CIRI_KHAS_ULAMA_YAHUDI_DAN_NASRANI

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: 

إذا سكت أهل السنة عن بيان أخطاء من خالف الكتاب والسنة شابهوا بذلك أهل الكتاب المغضوب عليهم والضالين ).

“Apabila (ulama) Ahlus Sunnah berdiam diri dari menjelaskan kesalahan-kesalahan siapa saja yang menyimpang dari (petunjuk) Al-Kitab dan As-Sunnah, berarti dengan sebab itu mereka telah menyerupai (ulama) Ahlul Kitab (dari kalangan Yahudi dan Nasrani) yang telah dimurkai oleh Allah dan telah tersesat (dari jalan Allah yang lurus, pent).” 

(Lihat Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawwi’ah, oleh Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah, juz III hal.72).

Demikian faedah ilmiah pada pagi hari ini. Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan bimbingan-Nya kepada kita semua agar selalu istiqomah di atas Tauhid dan Sunnah, serta melindungi kita semua dari kebiasaan buruk orang-orang kafir dan fasik.

#GRUP_MAJELIS_HADIS

WA/LINE: 082225243444

#Blog_Dakwah_Sunnah (Pondok Pesantren Islam Al Ittiba’ Klaten Jawa Tengah) KLIK:

https://abufawaz.wordpress.com