Monthly Archives: Mei 2013

BODOH TENTANG AGAMA ISLAM MERUPAKAN PENGHALANG UTAMA DARI MENGIKUTI KEBENARAN

20130528-212252.jpg

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Sesungguhnya kebenaran yg wajib diterima n diikuti oleh setiap hamba sangatlah jelas n terang benderang. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala:

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآن لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِر

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Qur’an itu mudah untuk dipelajari, maka adakah orang yg mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qomar: 17).

Maksudnya, Allah ta’ala menjadikan lafazh Al-Qur’an mudah untuk dibaca, n maknanya mudah untuk dipahami.

Oleh karenanya, kebatilan itu sangat laris n cepat tersebar di tengah orang-orang yg bodoh tentang agama Islam, dan tidak peduli terhadap dalil-dalil Al-Quran n As-Sunnah serta perkataan para sahabat n tabi’in rahimahumullah. Baca lebih lanjut

Iklan

MINTALAH HAJATMU HANYA KEPADA ALLAH, PASTI DIA AKAN KABULKAN UNTUKMU

20130522-095454.jpg

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

» Muslim bin Qutaibah rahimahullah berkata: “Janganlah engkau meminta hajatmu kepada salah satu dari tiga golongan (yaitu):

1. Janganlah engkau minta hajatmu kepda seorang pendusta, karena sesungguhnya ia akan (berpura-pura) mendekatkan hajatmu, padahal ia masih jauh (maksudnya, ia menampakkan seolah-olah akan memberi hajatmu dlm waktu dekat, padahal yg sebenarnya masih lama, atau bahkan tidak akan memberi hajatmu, pent).

2. Janganlah engkau minta hajatmu kepada orang dungu (tolol), karena sesungguhnya ia ingin memberimu manfaat, tapi justru ia akan memberimu mudhorot (bahaya).

3. Janganlah engkau minta hajatmu kepada seseorang yg kebutuhan makannya bergantung kpd kaumnya, karena sesungguhnya ia akan menjadikan hajatmu sebagai sarana untuk memenuhi hajatnya. (Lihat Al-Amaali karya Abu Ali Al-Qoli, II/190). Baca lebih lanjut

TEMAN SEJATIMU BUKANLAH ORANG YANG SUKA MEMUJIMU SECARA DUSTA

20130504-051633.jpg

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

» Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata: “Jika engkau mendengar seseorang membicarakan (atau memuji)mu dengan kebaikan-kebaikan yang tidak ada pada dirimu, maka janganlah engkau merasa aman dari (kejahatan) orang tsb dengan membicarakan (atau menghina)mu dengan keburukan-keburukan yang tidak ada pada dirimu.”

» Ali bin Husain rahimahullah berkata: “Tidaklah seseorang membicarakan saudaranya dengan kebaikan yang tidak diketahuinya, melainkan hampir-hampir ia akan membicarakan saudaranya itu dengan keburukan yang tidak diketahuinya (pula). Dan tidaklah dua orang saling bersahabat bukan atas dasar ketaatan kepada Allah, melainkan hampir-hampir (dipastikan) mereka berdua akan berpisah bukan karena ketaatan kepada Allah (pula).” (Lihat Aqwaal Ma’tsuroh, hal.42). Baca lebih lanjut