Category Archives: FIQIH MU’AMALAH

BAHAYA BERHUTANG DI DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

BAHAYA HUTANGDi dalam kehidupan sehari-hari ini, kebanyakan manusia tidak terlepas dari yang namanya hutang piutang. Sebab di antara mereka ada yang membutuhkan dan ada pula yang dibutuhkan. Demikianlah keadaan manusia sebagaimana Allah tetapkan, ada yang dilapangkan rezekinya hingga berlimpah ruah dan ada pula yang dipersempit rezekinya, tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya sehingga mendorongnya dengan terpaksa untuk berhutang atau mencari pinjaman dari orang-orang yang dipandang mampu dan bersedia memberinya pinjaman.

Dalam ajaran Islam, hutang-piutang adalah muamalah yang dibolehkan, tapi diharuskan untuk ekstra hati-hati dalam menerapkannya. Karena utang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga, dan sebaliknya juga bisa menjerumuskan seseorang ke dalam api neraka.

(*) BAHAYA BERHUTANG SAMPAI MATI:
Baca lebih lanjut

BEGINILAH KIAT PIUTANG MENJADI AMAL SHOLIH YANG BERPAHALA

القرض الحسن
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Hutang piutang merupakan salah satu bentuk interaksi yg sering terjadi di tengah masyarakat. Akan tetapi, bagi seorang muslim, muamalah atau interaksi apapun yg dilakukannya, ia senantiasa berupaya agar meraih pahala n ridho Allah Ta’ala. Hal ini dikarenakan ia melandasi setiap perkataan dan perbuatannya dengan NIAT yang BAIK.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu akan memperoleh sesuai dengan apa yang dia niatkan.” (HR. Al-Bukhari no.1, dan Muslim no.1907).

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa kiat agar piutang atau harta yang kita pinjamkan kepada orang lain mendatangkan pahala n ridho Allah Ta’ala. Baca lebih lanjut

KETIKA TERHIMPIT HUTANG RIBA

20131005-064135.jpg

•» SURABAYA, JAWA TIMUR «•

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaiykum

Hadiri KISMIS (Kajian Islami Motivasi Bisnis)

KPMI (Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia).
• Bersama: أُسْتَاذُ Muhammad Wasitho Abu Fawaz

• Tema:
“KETIKA TERHIMPIT HUTANG RIBA”

InsyaAllah pada :
• Hari/Tgl : Ahad 01 Zulhijjah 1434 H / 06 Oktober 2013
• Bertempat di Masjid Al Firdaus Pepelegi Waru (belakang Lotemart/Makro Pepelegi)
• Waktu : 08.00 – dhuhur

» Cp :
• 085748008888
• PIN BB : 21443C0A

Semoga اَللّهُ سبحانه وتعالى memudahkan langkah kita utk menuntut ilmu syar’i. – Aamiin –

Targhiib :
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barang siapa yg mengajak kepada suatu kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pelakunya”. (HR. Muslim no. 3509)

Dipersilakan untuk mensyiarkannya.
‎Jazaakumullahu khayran.
•••

(*)KETIKA TERHIMPIT HUTANG RIBA(*)

20131005-064412.jpg

MENGENAL KONSEP SYIRKAH (KERJA SAMA DALAM BISNIS) YANG SESUAI TUNTUNAN SYARI’AH

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Pembahasan mengenai hukum syirkah (kerja sama/partnership) dalam bisnis dan macam-macamnya merupakan perkara yang sangat dibutuhkan oleh setiap pengusaha muslim. Hal ini agar dijadikan bahan kajian dan untuk dipahami kode etik fikih dan bimbingan-bimbingan praktisnya, sehingga bisa digunakan dengan baik dalam melangsungkan kerja sama dalam bisnis di zaman sekarang ini.  Baca lebih lanjut

MENGENAL KONSEP MUDHARABAH (BAGI HASIL) YANG SYAR’I

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

 

1.    PENGERTIAN MUDHARABAH

Mudharabahberasal dari kata adh-dharbu fil ardhi, yaitu berjalan di muka bumi. Dan berjalan di muka bumi ini pada umumnya dilakukan dalam rangka menjalankan suatu usaha, berdagang atau berjihad di jalan Allah, sebagaimana firman Allah di dalam surat Al-Muzzammil, ayat ke-20. Baca lebih lanjut

BEBASKAN DIRI DAN KELUARGA DARI BAHAYA RIBA

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Sesungguhnya keberadaan kita di dalam kehidupan dunia ini tiada lain hanyalah untuk menghambakan diri kepada Allah ta’ala semata. Hal ini sebagaimana Allah nyatakan dengan terang dan gamblang di dalam firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidaklah menciptkan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah hanya kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)  Baca lebih lanjut

SUAP MENYUAP YANG HALAL DAN YANG HARAM DALAM AGAMA ISLAM

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Praktik suap-menyuap atau yang sering diistilahkan dengan “uang pelicin” atau ”uang sogok” meskipun telah diketahui dengan jelas keharamannya, namun tetap saja gencar dilakukan oleh sebagian orang, demi mencapai tujuan-tujuan tertentu yang bersifat duniawi. Ada diantara mereka yang melakukan suap-menyuap untuk meraih pekerjaan, jabatan, pemenangan hukum, tender atau proyek hingga untuk memasukan anak ke lembaga pendidikan pun tak luput dari praktik suap-menyuap. Sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, mereka yang melakukannya adalah orang-orang yang mengaku beragama Islam, padahal jelas-jelas imam dan panutan kaum muslimin, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengutuk dengan keras para pelaku suap-menyuap itu.  Baca lebih lanjut