Monthly Archives: Oktober 2010

KIAT HARUMKAN NAMA DI DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc

Berbicara tentang nama, memang tidak ada habisnya. Seperti pepatah mengatakan, “Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan Nama.” Dan kita semua sebagai makhluk pasti akan merasakan kematian, kapan dan dimana pun kita berada. Allah ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Dan firman-Nya pula:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa’: 78)

Seorang penyair berkata:

كُلُّ ابْنِ أُنْثَى وَإِنْ طَالَتْ سَلاَمَتُهُ #  يَوْمًا عَلَى آلَةٍ حَدْبَاءَ مَحْمُوْلُ

Setiap manusia, betapa pun panjang umurnya

Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda

Setiap orang yang mati pasti meninggalkan nama dan jejak rekam yang baik maupun buruk bagi keluarga, masyarakat dan generasi sesudahnya. Maka di sini timbul pertanyaan-pertanyaan yang cukup penting, bagaimana kita meninggalkan nama yang harum bagi generasi di belakang kita? Seperti apa kita akan diingat ketika kita sudah tidak lagi ada di dunia ini? Ketika mendengar nama kita, apa yang akan dikenang orang? Kebaikan atau kejahatan? Orang yang bersih atau koruptor? Orang yang jujur atau pendusta dan penipu? Orang yang amanah atau pengkhianat? Dan pertanyaan-pertanyaan semisal.   Baca lebih lanjut

Iklan

TRAUMA AKIBAT SUAMI SELINGKUH

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho, Lc

Bagaimana cara menghadapi trauma akibat pengkhianatan suami? Sudah berusaha dan mencoba menerima kesalahan suami, tapi sampai saat ini  (sudah 6 bulan) ingatan akan setiap cerita perselingkuhan itu masih terus berputar di otak ana, seakan-akan baru terjadi beberapa hari saja.

Memang suami sudah menyatakan bertobat, tapi ana masih belum percaya, sebab ketika ia menyatakan tobat yang pertama dulu, ternyata ia tidak sungguh-sungguh dan masih berhubungan dengan wanita tersebut. Hal ini ana ketahui  dari pengakuan wanita tersebut, dan akhirnya dibenarkan oleh suami saya. Ana khawatir dengan diri ana yang tidak bisa tenang menjalankan peran ana sebagai istri. Apa yang harus ana lakukan ustadz?

085766xxxxxxxx

JAWABAN: Baca lebih lanjut