2 PENANGKAL BENCANA DAN AZAB ALLAH

istighfar benteng azabOleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Artinya: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu
(hai Muhammad, pent) berada diantara mereka, dan Allah tidak akan
mengazab mereka sedang (mereka) senantiasa beristighfar (minta ampun
kepada Allah).” (QS. Al-Anfaal: 33).

Ayat yang mulia ini menerangkan kepada kita tentang dua sebab yang
melindungi umat Islam dari datangnya bencana dan azab Allah kepada
mereka secara merata dan membinasakan. Dua pelindung azab tersebut
ialah sebagaimana berikut:
1.      Keberadaan Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam di tengah umat Islam secara khusus dan umat manusia secara umum.
2.      Istighfar (permohonan ampunan) kepada Allah Ta’ala atas segala dosa dan maksiat.

Dua penangkal bencana dan azab Allah tersebut juga telah dikabarkan
oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam hadits berikut
ini:
عن أبي مُوسَى قال: قال رسولُ الله – صلَّى الله عليه وسلَّم -: ((أنزَلَ الله عليَّ أمانَيْن لأمتي: ﴿ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ
وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ﴾ [الأنفال: 33]، إذا مضَيْتُ ترَكتُ فيهم الاستغفارَ إلى يوم القيامة)).

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu anhu, ia berkata:
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah
menurunkan kepadaku dua pelindung (keselamatan) bagi umatku. Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (hai Muhammad, pent) berada diantara mereka, dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun).” (QS. Al-Anfaal: 33). Bila aku (Nabi)
telah pergi (baca: meninggal dunia), maka aku tinggalkan pada mereka
istighfar sampai hari Kiamat.” (HR. At-Tirmidzi).

Hadits ini meskipun sanadnya dinyatakan Dho’if (lemah) oleh sebagian ulama hadits , hanya saja maknanya sesuai dengan ayat Al-Quran yang telah kami sebutkan di atas, yakni surat Al-Anfaal ayat 33.

Ibnu Abi hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia
berkata: “Sesungguhnya Allah telah menjadikan dua pelindung (keselamatan dari azab dan bencana) pada umat ini. Mereka senantiasa terbentengi dan terlindungi dari berbagai azab yang membinasakan selagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berada diantara mereka. Satu pelindung (keselamatan) telah
Allah cabut (yakni wafatnya nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam), dan masih tersisa satu lagi pelindung (keselamatan) yang ada pada kalian, yaitu (sebagaimana) firman Allah ta’ala (yang artinya): “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu (hai Muhammad, pent) berada diantara mereka, dan Allah tidak akan mengazab mereka sedang (mereka) beristighfar (minta ampun).” (QS. Al-Anfaal: 33).

Sebagian ulama as-salafus sholih seperti Makhul rahimahullah berkata: “Ada
empat perkara yang barang siapa ada pada dirinya, maka empat perkara
tersebut akan menjadi pelindung baginya (dari bencana dan azab Allah, pent), yaitu: Bersyukur, beriman, berdoa dan beristighfar (kepada Allah). Dan ada tiga perkara yang barangsiapa ada pada dirinya, maka tiga perkara tersebut akan menjadi bencana baginya, yaitu: (berbuat) kemungkaran, kezholiman, dan ingkar janji.” (Lihat Al-Jami’ Li Ahkaamil Qur’an/ Tafsir imam Al-Qurthubi, V/404).

Demikianlah pelajaran penting dan faedah ilmiyah dari surat Al-Anfaal ayat 33 yang dapat kami sampaikan. semoga bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 15 Februari 2014).

(*) Artikel BlackBerry Group Majlis Hadits, chat room Bening Hati. PIN: 27FE9BE4

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s