Category Archives: KONSULTASI PRA DAN PASCA NIKAH

MENOLAK DOA IBU

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho, Lc

Assalam’muallaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ustadz, saya wanita 33 tahun, punya 3 orang anak (dari mantan suami kedua), yang selalu memahami kondisi hati mamanya. Saat ini saya menikah, merupakan pernikahan ke 3 bagi saya dan kedua bagi suami ( 3 anak dari suami).

Ustadz…. Pernikahan kami tidak di restui oleh orang tua saya, bahkan saat ini saya dan anak-anak sudah di buang dari keluarga besar. Kedua orang tua saya memberikan syarat agar saya bercerai dari suami jika masih ingin diakui sebagai anak. Subhanallah….. sungguh tidak dapat saya terima syarat tersebut.

Niat saya menikah lagi ketika itu agar dapat membentuk keluarga yang sakinah,warahmah dan mawaddah. Terlepas dari kesalahan & dosa kami di masa lalu,  niat mempertahankan dan menjalankan pernikahan ini begitu kuat dan saya terus belajar agar menjadi umat–Nya yang dicintai & selalu bertaubat, menjadi istri & mama yang pantas bagi keluarga kecil kami. Baca lebih lanjut

SUAMI TAK JERA NIKAH SIRRI

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

HUKUM NIKAH SIRRI TANPA WALI ADALAH BATIL

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh Ustadz, ana seorang istri dengan 3 orang anak. Belakangan ini diketahui bahwa suami telah menikah lagi secara sirri dengan wanita yang dikenalinya lewat dunia maya. Ini adalah yang kedua kalinya setelah yang pertama dulu gagal (kenal di dunia maya, menikah sirri juga kemudian pisah). Terlepas dari apapun alas an pernikahan mereka, saya sempat member saran kepada suami setelah terjadi perceraian yang dulu, saya menyarankan apabila akan menikah lagi sebaiknya tidak sembunyi-sembunyi tapi resmi diketahui oleh keluarga, terutama oleh orang tua wanitanya. Namun berbagai alas an yang dia katakana, yang saya nilai inti alasannya adalah ketidaksabaran. Akhirnya saran saya tidak dihiraukan dan pernikahan seperti dulu pun terjadi lagi. Suamiku selalu menyembunyikannya baik yang dulu maupun yang sekarang. Namun dengan izin Allah selalu ada jalan yang membuat saya menjadi tahu, dan setelah dikonfirmasikan pada suami ternyata benar adanya dan dia cukup dengan mengatakan “maaf” atas apa yang telah terjadi. Baca lebih lanjut

Jeritan Hati Sang Pegawai Negeri

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho, Lc

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Ustadz, saya seorang pemuda berusia 22 tahun. Saya bekerja pada sebuah kantor pemerintahan. Saya merasakan setidaknya dua fitnah besar.

1. Mana yang harus didahulukan, membantu perekonomian keluarga dan mendakwahi keluarga atau menikah?

Jawaban:

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudaraku seislam, sesungguhnya agama Islam adalah agama yang sempurna dalam mengatur segala aspek kehidupan manusia. Tiada suatu apa pun yang mengandung kebaikan dan mendatangkan maslahat dan manfaat bagi manusia melainkan Islam telah memerintahkannya. Dan sebaliknya, tiada suatu apa pun yang mengandung keburukan dan mendatangkan mafsadat dan madharat (kerusakan dan bahaya) bagi manusia melainkan Islam telah melarangnya. Namun apabila maslahat dan mafsadat terkumpul dalam satu perkara yang mesti dihadapi oleh seorang muslim dan keduanya tidak dapat dilaksanakan secara bersamaan dan bahkan saling berbenturan, maka sikap yang benar dan sesuai dengan kaedah fiqih Islam adalah mengambil yang paling besar dan dominan diantara keduanya. Jika maslahat dan kebaikan lebih besar daripada mafsadat dan keburukan yang ada dalam satu perkara, maka hendaknya ia mengambil dan merajihkan maslahat dan kebaikan. Demikian sebaliknya, bila mafsadat dan keburukan lebih besar dan dominan daripada maslahat dan kebaikannya, maka hendaknya ia melakukan pencegahan terhadap mafsadat dan keburukan tersebut. Sedangkan permasalahan yang sedang anda hadapi adalah antara maslahat membantu perekonomian dan mendakwahi keluarga, dan mafsadat dan bahaya yang akan timbul akibat menunda pernikahan di saat anda sangat membutuhkannya. Manakah diantara kedua hal ini yang lebih didahulukan? Baca lebih lanjut

MUNGKINKAH SUMPAHKU MENGHALANGI NIKAHKU?

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho, Lc

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz yang saya hormati, saya seorang gadis yang berusia 26 tahun, saat ini saya sedang bingung. Dan yang paling mengganjal dihati saya sekarang ini adalah dulu saya pernah bersumpah untuk tidak menikah karena pada saat itu saya sangat sedih melihat betapa susahnya kehidupan teman saya setelah menikah. Tapi setelah saya berkonsultasi dengan seorang ustadz yang tinggal sekampung. Atas saran ustadz tersebut, saya sudah membatalkan sumpah saya dengan melaksanakan puasa selama 3 hari dan memberi makan kepada 10 orang fakir miskin.

Pak ustadz, saya sangat menyesal sekali. Pada saat ini saya sangat berkeinginan sekali untuk menikah, tetapi sampai sekarang saya belum pernah dilamar oleh seorang lelaki. Saya sudah berusaha untuk berkenalan dengan teman laki-laki sahabat saya tapi setelah berkenalan mereka enggan untuk melanjutkan perkenalan, hal inilah yang membuat saya tidak percaya diri.

Yang ingin saya tanyakan:

1. Apakah sumpah ini yang menjadi kendala saya untuk mendapatkan jodoh?
2. Bagaimana cara membatalkan sumpah yang telah saya ucapkan?
3. Apakah yang harus saya lakukan supaya saya cepat mendapatkan jodoh?
4. Apakah ada doa-doa atau amalan-amalan khusus untuk mendapatkannya?

Pak ustadz hati saya benar-benar gundah dan bingung tapi saya yakin dan sabar bahwa Allah akan memberikan saya jodoh.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jawab: Baca lebih lanjut

TAK PUAS DENGAN ISTRI

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho, Lc

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillah, Ustadz saya seorang ikhwan yang berusia 34 tahun, usia istri saya 32 tahun, alhamdulillah kami telah dikaruniai 4 orang anak. 2 orang di antaranya sedang menuntut ilmu di pondok pesantren. Dari segi materi alhamdulillah kami termasuk orang yang berkecukupan. Tapi sekarang ini timbul dalam rasa kurang puas terhadap sikap dan pelayanan istri kepada saya selama ini. Yang saya tanyakan, bagaimana cara mengatasi rasa kurang puas tersebut? Apakah cukup hanya dengan bersabar dalam membimbingnya, sedangkan saya sudah bersabar selama 10 tahun ini. Sering muncul dipemikiran saya punya istri idaman lagi. Bagaimana hukumnya pemikiran yang demikian itu?. Saya mohon penjelasannya.
Jazakumullahu khairan katsiran.

Fulan – Bumi Allah

Jawab: Baca lebih lanjut