AWAS, HADITS PALSU TENTANG BAHAYA MENINGGALKAN SHOLAT !

image

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ  أُسْتَاذ
Izin nanya ttg hadist dibawh ini, عَفْوً

🌼 Ada Lima perkara, kita semua pasti inginkan serta berusaha untuk mendapatkan nya.

1. Wajah yang menarik
2. duit yg byk
3. sehat dan kuat
4. anak-anak yang patuh  dan sukses
5. Tidur nyenyak tanpa Obat penenang

🌾 Hal itu Mudah kita peroleh.. hanya butuh waktu 15 menit saja.

Bagaimana caranya… 💬

قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم
من ترك صلاة الفجر فليس في وجهه نور

✔ 1. Nabi bersabda : Barangsiapa yang tinggalkan shalat Subuh, maka wajahnya tak akan ada cahaya

ومن ترك صلاة الظهر فليس في رزقه برگة

✔ 2. Barangsiapa yang Tinggalkan shalat Dzuhur niscaya Tak ada keberkahan dalam rezekinya.

ومن ترك صلاة العصر فليس في جسمه قوة

✔ 3. Barangsiapa yang tinggalkan shalat asar niscaya tak ada kekuatan dalam jasadnya.

ومن ترك صلاة المغرب فليس في أولاده ثمرة

✔ 4. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Magrib niscaya tak ada buah hasil yang boleh dipetik dari anak-anaknya.

ومن ترك صلاة العشاء فليس في نومه راحة’’’’

✔ 5. Barangsiapa yang tinggalkan shalat Isya’ tak ada kenyamanan dalam tidur nya.

🌿 Tahu kenapa Kalimat La ilaha Illallaah tidak sampai menggerakkan bibir jika di ucapkan

🍃 Sebab ini adalah Rahmat dari Allaah kpd kita supaya jika maut menghampiri dengan mudah ia menyebutkan kalimat itu.

🌴 Mudah-mudahan tangan yang mengirim dan menyebarkan ini kelak tidak sulit untuk melafadzkan kalimat La ilaha Illallaah

●» JAWAB:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Bismillah. Hadits tersebut PALSU karena tidak ditemukan di dalam kitab-kitab hadits Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Dan tanda-tanda kepalsuannya nampak jelas, diantaranya:

● Barangsiapa yang tinggalkan sholat Magrib niscaya tak ada buah/hasil yang boleh dipetik dari anak-anak nya.

» Maka kita katakan, Dosa apakah yang dipikul seorang anak manakala orang tuanya meninggalkan sholat? Bukankah Allah berfirman: “Fan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain.” (QS. Al-An’aam: 164).

» Komite Tetap Urusan Fatwa dan Riset Ilmiah Saudi Arabia pernah ditanya tentang hadits tersebut dan hadits lain yang semisalnya, mereka menjawab, “Hadits-hadits tersebut TIDAK ADA di dalam kitab-kitab (hadits) Ahlus Sunnah. Dan setelah melakukan penelitian, kami tidak menemukan sumbernya. Oleh karenanya, kita dilarang membagikan dan menyebarluaskannya (kepada kaum muslimin, pent).” (Fatawa Lajnah Daimah III/259).

» Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhohullah berkata: “Sepengetahuanku, hadits ini TIDAK ADA asal usulnya. Maka cukup bagi kita dengan ancaman terhadap orang yang meninggalkan sholat sebagaimana yang ada dalam Al-Quran dan As-Sunnah yang Shohih. (beliau menyebutkan beberapa ayat dan hadits tentang ancaman bagi orang yang meninggalkan sholat, pent). Lalu beliau mengatakan, “Dengan demikian, kita dilarang menyebarluaskan hadits ini, dan tidak boleh pula menisbatkannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Bahkan kita berkewajiban memperingatkan (kaum muslimin) dari kepalsuannya, dan menerangkan kepada mereka bahwa hadits tersebut tidak ada asal usulnya di dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah.”

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Jakarta, 25 Oktober 2015)

#Grup BB & WA Majlis Hadits.

(*) Blog Dakwah Sunnah, klik:
https://abufawaz.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s