BETAKWALAH KEPADA ALLAH DALAM MENCARI REZEKI YANG HALAL !

  

(*) CARILAH REZEKI YANG HALAL DAN BERTAKWALAH KEPADA ALLAH ! (*)

(Wasiat Syaikh Al-Albani rahimahullah)

๐ŸŒผ5โƒฃ5โƒฃู…ู† ุฃู‚ูˆุงู„ ุฅู…ุงู… ุงู„ุณู†ุฉ ุงู„ู…ุญุฏุซ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :

โ—ุงุชู‚ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงุทู„ุจ ุงู„ุฑุฒู‚ ุงู„ุญู„ุงู„:

[ ุฃูƒุซุฑ ุงู„ู†ุงุณ ู„ุง ูŠุชู‚ูˆู† ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุชุญุตูŠู„ู‡ู… ู„ูƒุณุจู‡ู… ูˆุฑุฒู‚ู‡ู… ุŒ ู…ุน ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ูƒุงู† ูŠู‚ูˆู„ :
( ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ ุฅู† ุฃุญุฏูƒู… ู„ู†ู’ ูŠู…ูˆุช ุญุชู‰ ูŠุณุชูƒู…ู„ ุฑุฒู‚ู‡ ูˆุฃุฌู„ู‡ ุŒ ูุฃุฌู…ู„ูˆุง ููŠ ุงู„ุทู„ุจ ูุฅู† ู…ุง ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ู„ุง ูŠูู†ุงู„ ุจุงู„ุญุฑุงู… )  :
ุงุณู„ูƒูˆุง ุงู„ุทุฑูŠู‚ ูˆุงู„ุณุจูŠู„ ุงู„ุฌู…ูŠู„ ุŒ ุฃูŠ : ุงู„ู…ุดุฑูˆุน ููŠ ุทู„ุจ ุงู„ุฑุฒู‚ ุŒ ู„ุฃู†ู‡ ู„ู†ู’ ูŠู…ูˆุช ุฃุญุฏูƒู… ุญุชู‰ ูŠุณุชูˆููŠ ุงู„ุฑุฒู‚ ูƒู„ู‡ ู„ุง ูŠุฏุน ู…ู† ูˆุฑุงุกู‡ ูˆู„ุง ูู„ุณ ูƒู…ุง ุฃู†ู‡ ุฃูŠุถุง ูŠุณุชูˆููŠ ุฃุฌู„ู‡ ุŒ

ยป Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: 

“Bertakwalah kepada Allah dan carilah rezeki yang halal. Kebanyakan manusia tidak bertakwa kepada Allah dalam upaya mereka mencari nafkah dan rezeki. Padahal Nabi shallallahu alaihi wassalam pernah bersabda: “Wahai segenap manusia, sesungguhnya salah seorang diantara kalian tidak akan mati sehingga ia mendapatkan jatah rezeki dan ajalnya dengan sempurna. Maka, carilah rezeki dengan cara yang baik (halal), karena apa yang ada di sisi Allah tidaklah diraih dengan jalan yang haram.”

Berjalanlah di jalan yang baik dan disyari’atkan dalam mencari rezeki, karena salah seorang diantara kalian tidaklah meninggal dunia sampai ia memperoleh jatah rezekinya dengan sempurna, tanpa tertinggal sepeser pun, sebagaimana ia juga mendapatkan jatah umurnya dengan sempurna.

ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ :
(( ูุฅุฐุง ุฌุงุก ุฃุฌู„ู‡ู… ู„ุง ูŠุณุชุฃุฎุฑูˆู† ุณุงุนุฉ ูˆู„ุง ูŠุณุชู‚ุฏู…ูˆู† ))

Hal ini sebagaimana Allah ta’ala berfirman: “Maka apabila telah tiba ajal mereka, mereka tidak akan mampu menundanya maupun memajukannya barang sesaat pun.”

ูˆุงู„ุณุงุนุฉ ููŠ ุงู„ุขูŠุฉ : ู…ูุด ููŠ ุงู„ุณุงุนุฉ ุงู„ู„ูŠ ู‡ูŠ ุฌุฒุก ู…ู† ุฃุฑุจุนุฉ ูˆุนุดุฑูŠู† ู„ุง ุŒ ุงู„ุณุงุนุฉ ููŠ ุงู„ุขูŠุฉ : ุงู„ู„ุญุธุฉ ุŒ ูŠุนู†ูŠ : ู„ุง ูŠุณุชุฃุฎุฑูˆู† ุณุงุนุฉ ุฃูŠ : ู„ุญุธุฉ (( ูˆู„ุง ูŠุณุชู‚ุฏู…ูˆู† )) ุŒ

Kata ุงู„ุณุงุนุฉ (as-saa’ah) di dlm ayat ini bukanlah bagian dari 24 jam dlm sehari semalam, akan tetapi yg dimaksud ุงู„ุณุงุนุฉ (as-saa’ah) di dalam ayat di atas ialah waktu sesaat atau sekejap. Yaitu, mereka tidak dapat memajukan maupun menunda barang sedetik pun.

ุงู„ุดุงู‡ุฏ : ู…ุน ูƒู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูˆุงู…ุฑ ุงู„ุดุฑุนูŠุฉ ูˆุงู„ุถู…ุงู†ุงุช ุงู„ุฅู„ู‡ูŠุฉ ุจุฃู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุณูŠู†ุงู„ ุฑุฒู‚ู‡ ุดุงุก ุฃู… ุฃุจู‰ ุŒ ูู†ุญู† ู†ู‡ุชู… ุจู‡ุฐุง ุงู„ุฑุฒู‚ ุฅู„ู‰ ุฏุฑุฌุฉ ุฃู†ู†ุง ู„ุง ู†ุณุฃู„ : ุญุฑุงู… ูˆู„ุง ุญู„ุงู„ ุŒ ุฃู…ุง ุงู„ุบุงูŠุฉ ุงู„ุชูŠ ู…ู† ุฃุฌู„ู‡ุง ุฎูู„ู‚ู†ุง : ูˆู‡ูŠ ุฃู† ู†ูŽุนุจุฏ ุฑุจู†ุง ูู‚ุฏ ุฌุนู„ู†ุง ุฐู„ูƒ ู†ุณูŠุงู‹ ู…ู†ุณูŠุงู‹ ุŒ ูุจุชู„ุงู‚ูŠ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ู…ุซู„ ุงู„ูƒูุงุฑ ูŠุนู…ู„ูˆู† ู„ูŠู„ุงู‹ ู†ู‡ุงุฑุงู‹ ููŠ ุณุจูŠู„ ุทู„ุจ ู…ุง ู‡ูˆ ู…ุถู…ูˆู† ุŒ ูˆูŠู‡ู…ู„ูˆู† ู…ุง ู…ู† ุฃุฌู„ู‡ ุฎูู„ู‚ูˆุง ูˆู‡ูˆ ุนุจุงุฏุฉ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰ ] . ุงู„ู‡ุฏู‰ ูˆุงู„ู†ูˆุฑ 4

Kesimpulannya, dengan adanya semua perintah syari’at dan jaminan dari Allah ini, bahwa manusia akan mendapatkan jatah rezekinya, suka ataupun tidak. Namun, (kenyataannya) kita mencurahkan perhatian untuk memperoleh rezeki tersebut sampai batas yang mana kita tidak pernah menanyakan tentang halal dan haramnya.

Adapun tujuan utama kita diciptakan (di dunia ini) yaitu agar kita beribadah hanya kepada Robb kita (Allah ta’ala), maka sungguh kita telah menjadikan tujuan utama ini sebagai sesuatu yang terlupakan. Dan sungguh kita juga menjumpai (sebagian) kaum muslimin seperti halnya orang-orang kafir yang bekerja keras siang dan malam demi memperoleh sesuatu (rezeki) yang sudah dijamin adanya (oleh Allah), namun mereka melalaikan tujuan utama Allah ciptakan mereka, yaitu agar mereka beribadah hanya kepada Allah tabaaroka wata’aala. (Silsilah Al-Huda Wa An-Nuur no.4).

โ— Sumber:
http://www.albanyimam.com/files/split-004-7.mp3

ยป Dipersilakan pula baca artikel kami tentang “KEUTAMAAN BISNIS DAN BEKERJA DENGAN JALAN YANG HALAL” di link ini, KLIK:
https://abufawaz.wordpress.com/?s=keutamaan+bisnis&submit=Cari

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin. (Klaten, 19 Maret 2015)

# Grup Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.
BB: 538AF185 WA: 082225243444

(*) Blog Dakwah Sunnah, KLIK:

Http://abufawaz.wordpress.com

Http://facebook.com/muhammad.wasitho.abu.fawaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s