CARA MENDAPATKAN PAHALA DAN MANFAAT DO’A ANAK SHOLIH BAGI ORANG MUSLIM YANG TIDAK MEMPUNYAI ANAK

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

DOA ANAK SHOLIH(*) Masalah 416: CARA MENDAPATKAN PAHALA DAN MANFAAT DO’A ANAK SHOLIH BAGI ORANG MUSLIM YANG TIDAK MEMPUNYAI ANAK

Tanya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Salah satu syarat yang bisa menyelamatkan kita di akhirat adalah doa anak yang sholeh. Pertanyaannya, jika kita tidak punya anak, terus bagaimana?

Jawab:
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Memang benar, anak adalah anugerah Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Jika anak itu beriman dan bertakwa kpd Allah, maka pahala seluruh amal ibadahnya akan mengalir secara otomatis kepada kedua orang tuanya, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن من أطيب ما أكل الرجل من كسبه وولده من كسبه

Artinya: “Seenak-enak makanan yang dimakan oleh seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri, dan anak seseorang adalah termasuk jerih payahnya.” (HR. Abu Daud, no. 3528 dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani).

Dan beliau juga bersabda:
إِذَا مَاتَ إِبْنُ آدَمَ إِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ, أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِه, أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ

Artinya: “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah segala amalannya, kecuali dari tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shaleh yang mendo’akannya.”. (HR. Muslim V/73, Imam al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad hal.8).

(*) Adapun bagi orang yang belum punya anak, atau tidak dikaruniai Allah keturunan, maka ia masih bisa mendapatkan manfaat doa dan kiriman pahala amal ibadah dari anak-anak sholih n sholihah dengan melakukan hal-hal berikut ini:

1. Menanggung biaya pendidikan anak-anak yang tidak mampu di sekolah atau pesantren yang mengajarkan agama Islam dengan pemahaman yg baik dan benar.

2. Jika ia tidak mampu menanggung biaya pendidikan agama bagi anak-anak muslim yg dhu’afa, namun ia mempunyai ilmu agama dgn pemahaman yg lurus, maka sepantasnya ia mengajarkan ilmunya yang bermanfaat tsb kepada anak-anak atau bahkan kpd orang-orang dewasa pula dengan niat ikhlas karena Allah semata n mengharapkan kiriman pahala dari siapa sj yg menerima n mengamalkan ilmu agama yg diajarkannya.

3. Atau jika ia tidak punya ilmu agama n harta, maka nendaknya ia berupaya menunjukkan anak-anak muslim kepada setiap kebaikan, para guru/ustadz, dan lembaga pendidikan semisal pesantren dan majlis ta’lim yg mengajarkan aqidah, ibadah, akhlaq n muamalah yg baik n benar sesuai petunjuk Al-Qur’an n As-Sunnah.

Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya.” (HR. Muslim no.3509).

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami n diamalkan. Dan smg menjadi ilmu yg bermanfaat bagi kita semua. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Cirebon, 31 Juli 2014).

» BB Grup Majlis Hadits, chat room Tanya Jawab. PIN: 27F0CD30
» BB Grup Majlis Hadits: 081548402244

(*) Blog Dakwah Kami, KLIK:
» https://abufawaz.wordpress.com
» http://facebook.com/muhammad.wasitho
» Twitter@mwasitho

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s