SUBHANALLAH, DI DALAM SURGA TIDAK ADA NENEK-NENEK, YANG ADA HANYALAH GADIS-GADIS PERAWAN

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
ليس في الجنة عجوز
Di dalam Al-Qur’an Al-Karim, Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّا أَنشَأْنَاهُنَّ إِنشَاءً (35) فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا (36) عُرُبًا أَتْرَابًا (37) لِّأَصْحَابِ الْيَمِينِ (38)

Artinya: “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan.” (QS. Al-Waqi’ah: 35- 38).

» Imam Al-Baghowi rahimahullah menyebutkan dalam Tafsir-nya terhadap firman Allah ta’ala: “Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan” dari wanita-wanita tua dunia, Allah ciptakan mereka dalam bentuk baru, setiap kali disetubuhi oleh suami-suami mereka, mereka kembali menjadi perawan.”

» Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah  berkata dalam Tafsir-nya terhadap
firman Allah ta’ala: “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung” yakni Kami kembalikan mereka pada penciptaan yang lain setelah mereka tua renta, mereka menjadi perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, yakni penuh cinta kasih kepada suami mereka, bersikap manis, lucu dan cantik menawan. Sebagian mereka mengatakan: ‘uruban’ yakni bersikap genit. Sebagian lain mengatakan: ‘Al-‘Urub’ yakni berbicara dengan baik.”

عَنِ الحسن قَالَ : أَتَتْ عَجُوزٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ ، فَقَالَ : ” يَا أُمَّ فُلانٍ ، إِنَّ الْجَنَّةَ لا تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ ” ، قَالَ : فَوَلَّتْ تَبْكِي , فَقَالَ : ” أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لا تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى , يَقُولُ : إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً { 35 } فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا { 36 } عُرُبًا أَتْرَابًا سورة الواقعة آية 35-37 .

Diriwayatkan dari Al-Hasan rahimahllah, ia menceritakan bahwa ada seorang nenek-nenek menemui Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, doakan aku kepada Allah agar memasukkan aku ke dalam Surga.” Maka Rasulullah bersabda: “Wahai Ummu Fulan, sesungguhnya surge itu tidak dimasuki oleh nenek-nenek tua.” Ia (Al-Hasan) berkata: “Maka nenek itu pergi dalam keadaan menangis.” Lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Beritahukan kepada nenek itu, bahwa ia tidaklah masuk ke dalam surga dalam keadaan tua (nenek-nenek). Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al-Waqi’ah: 35- 37). (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dinyatakan SHOHIH dengan Syawahidnya (riwayat-riwayat penguat lainnya) oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Silsilatu Al-Ahadits Ash-Shohihah no.2987).

Semoga kita semakin bersemangat dlm melaksanakan amalan-amalan penyebab masuk Surga hingga akhir hayat. Amiin. (Klaten, 20 Juni 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Fadhilah Amal. PIN BB: 27F0CD30

(*) Blog Dakwah, KLIK: https://abufawaz.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s