BUKAN TERMASUK SUNNAH NABI MEMBACA SURAT-SURAT PENDEK DALAM SHOLAT MAGHRIB SECARA TERUS MENERUS

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

stop-menuduh-bidah(*) Masalah 399: BUKAN TERMASUK SUNNAH NABI MEMBACA AYAT DAN SURAT-SURAT PENDEK DALAM SHOLAT MAGHRIB SECARA TERUS MENERUS

Tanya:
Dari Mod BBG Al-Ilmu 459 :
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Adakah dalil yg menganjurkan agar dalam sholat Maghrib ayat atau surat yg dibaca adalah ayat-ayat atau surat-surat yg pendek?

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. TIDAK ADA satupun hadits shohih yg menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hanya membaca ayat-ayat atau surat-surat yang pendek dalam sholat Maghrib secara terus menerus.

Orang yg pertama kali membaca surat-surat pendek di dlm sholat Maghrib secara terus menerus adalah Marwan bin Al-Hakam (seorang kholifah dari Bani Umayyah). Oleh karenanya, Zaid bin Tsabit (seorang sahabat Nabi) radhiyallahu ‘anhu pernah mengingkari perbuatannya tsb seraya berkata:

“Mengapa engkau terus menerus membaca surat-surat pendek di dlm sholat Maghrib? Sungguh aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surat Thuula Ath-Thulayain (di dlm sholat Maghrib, pent).” Ia (Marwan bin Al-Hakam) bertanya; “Apakah surat Thuula Ath-Thuulayain itu?” Jawab Zaid: “Yaitu surat Al-A’raaf.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud, at-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah. Dan derajatnya dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Shohih Abu Daud nomor.728).

» Diriwayatkan dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu, ia menceritakan ‘Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah sholat Maghrib dengan membaca surat Al-A’raaf dlm dua roka’at.’ (SHOHIH. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dlm Al-Musnad).

» Abu Umar Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata: “Telah diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau pernah membaca dlm sholat Maghrib surat Alif Laam Miim Shood (Al-A’raaf), Ash-Shooffaat, surat Ad-Dukhoon, surat Sabbihisma Robbikal A’laa (Al-A’laa). Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam jg pernah membaca surat Wattiini Wazzaituun, Al-Mu’awwidzatain (surat An-Naas dan Al-Falaq), dan surat Al-Mursalaat. Dan ia (Abu Umar Ibnu Abdil Barr) berkata; “Hal ini semua disebutkan di dlm riwayat-riwayat yg shohih dan populer.”

Dengan demikian, maka membaca surat-surat pendek di dlm sholat Maghrib secara terus menerus adalah perbuatan dan kebiasaan yg menyelisihi Sunnah (Tuntunan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka hendaknya seorang muslim dan muslimah berupaya mengikuti sunnah (tuntunan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dlm setiap perkara agama, termasuk dlm hal bacaan ayat atau surat dlm sholat Maghrib. Yakni addakalanya membaca ayat atau surat yg pendek, dan adakalnya membaca ayat dan surat yg panjang sesuai dengan kemampuan hafalannya terhadap Al-Qur’an Al-Karim.

» Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (Wa Khoirol Hadyi Hadyu Muhammad)

Artinya: “Sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami dan diamalkan, serta menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Klaten, 23 Mei 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Tanya Jawab. PIN BB: 27F0CD30

(*) Blog Dakwah, KLIK:
https://abufawaz.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s