KEWAJIBAN “MENGAJI” HANYA KEPADA AHLI SUNNAH DAN LARANGAN BELAJAR AGAMA KEPADA AHLI BID’AH

20140523-062947.jpg

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَّ، أَنَّهُ قَالَ : ” يَا ابْنَ عُمَرَ دِينُكَ دِينُكَ ، إِنَّمَا هُوَ لَحْمُكَ وَدَمُكَ ، فَانْظُرْ عَمَّنْ تَأْخُذُ ، خُذْ عَنِ الَّذِينَ اسْتَقَامُوا ، وَلا تَأْخُذْ عَنِ الَّذِينَ مَالُوا “

» Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Ibnu ‘Umar, (jagalah) agamamu!, (jagalah) agamamu! Sesungguhnya agamamu adalah daging dan darahmu, maka perhatikanlah dari siapa kau mengambilnya. Ambillah (ilmu agamamu) dari orang-orang yang istiqomah (komitmen di atas sunnah, mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, pent), dan janganlah kau mengambilnya dari orang-orang yang menyimpang (terhadap sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, pent).”. (Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Khothib Al-Baghdadi di dalam Al-Kifayaatu fii ‘Ilmi Ar-Riwaayah no. 306, dengan sanad yang Dho’if (lemah), namun makna (matan)nya Shohih).

» Hadits ini maknanya sesuai dengan atsar (perkataan ulama sunnah) yang diriwayatkan dari Muhammad bin Sirin (seorang ulama tabi’in) dan imam Malik bin Anas rahimahumallah serta sejumlah ulama as-salafus sholih lainnya, mereka berkata:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya agama (Islam) ini adalah ilmu, maka perhatikanlah darimana kalian mengambil (ilmu) agama kalian.” (Lihat Fadhlul ‘Ilmi Wa Adaabu Tholabihi Wa Thuruqu Tahshiilihi Wa Jam’ihi, karya Abu Abdillah Muhammad bin Sa’id bin Ruslan, hal.128).

» Muhammad bin Siiriin rahimahullah juga pernah berkata:

لَمْ يَكُونُوا يَسْأَلُونَ عَنِ الإِسْنَادِ ، فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ ، قَالُوا : سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ ، فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ ، فَيُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ ، وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ ، فَلَا يُؤْخَذُ حَدِيثُهُمْ

» Artinya: “Dahulu mereka (para ulama dari generasi sahabat Nabi dan tabi’in, pent) tidak pernah menanyakan tentang isnaad (jalur periwayatan hadits), tetapi ketika munculnya fitnah (pemahaman
kelompok bid’ah), maka kami (Ahlus sunnah) berkata (kepada setiap penyampai hadits dan ilmu agama, pent), “Sebutkan nama-nama guru kalian,” Maka jika kami melihatnya dari Ahlus-Sunnah, kami akan mengambil haditsnya. Akan tetapi jika dari golongan Ahli bid’ah, maka kami tidak mengambil haditsnya.”. (Lihat Muqoddimah Shohiih Muslim, karya imam An-Nawawi rahimahullah, I/33).

» Abdullah bin ‘Aun rahimahullah berkata: “Tidak boleh diambil ilmu (agama) ini melainkan daripada orang yang telah diakui pernah menuntut ilmu (agama) sebelum itu (yakni pernah menimba ilmu dari para ulama Sunnah, pent).” (Lihat Al-Jarhu Wa At-Ta’dil I/ 28).

Demikian faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Smg mudah dipahami dan diamalkan, serta menjadi tambahan ilmu yang bermanfaat. (Klaten, 15 Mei 2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah. PIN BB: 27F0CD30

(*) Blog Dakwah, KLIK:
https://abufawaz.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s