HADITS DHO’IF TENTANG RASULULLAH PINGSAN KETIKA DENGAR BAHWA PINTU NERAKA KETUJUH DISIAPKAN BAGI PELAKU DOSA BESAR DARI UMATNYA

20140123-170320.jpg
(*) Masalah 384: HADITS DHO’IF TENTANG RASULULLAH PINGSAN KETIKA MENDENGAR BAHWA PINTU NERAKA KE-7 UNTUK UMATNYA YANG BERBUAT DOSA BESAR DAN BELUM BERTAUBAT HINGGA MATI

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Tanya:
Asslkm ust sy mendptkan postingan dibawah ini … Menurut ust bgmn, SHOHIH atau Tidak?

RASULULLAH Shallallahu Alaihi Wasallam PINGSAN

Yazid Ar raqqasyi dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu berkata: Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh Rosululah shallallahu alaihi wasallam : “Mengapa aku melihat kau berubah muka?” Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yang mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka- suka sebelum ia merasa aman daripadanya”.

Lalu Rosullulah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”. Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar semua penduduk dunia karena panasnya. Demi Allah, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

Demi Allah, andaikan satu pergelangan dari rantai yang disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7. Demi Allah, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur karena sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah, dan pakaiannya adalah potongan- potongan api. Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antar pintu sejauh 70 tahun, dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain”. MasyaAllah…

Dikatakan dalam Hadith Qudsi: ‘Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahariKu. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKu itu: mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70.000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70.000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70.000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70.000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70.000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70.000 batang pokok zaqqum. Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70.000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70.000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70.000 malaikat’.

‘Api yang ada sekarang ini, yang digunakan bani Adam untuk membakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam’ (HR. Bukhari-Muslim). “Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”. (QS. Al-Furqan: 11). “Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. (QS. Al-Mulk: 7). Air di jahannam adalah hamim (air panas yang menggelegak), anginnya adalah samum (angin yang amat panas), sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yang sangat panas). (Lihat QS. Al-Waqi’ah: 41-44).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut. “Pintu pertama dinamakan Hawiyah (arti harfiahnya: jurang), yang diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir. Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yang diperuntukkan bagi kaum musyrikin. Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yang diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api. Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya. Pintu kelima dinamakan Huthomah (artinya: menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi. Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (arti harfiahnya: api yang menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.

Rasulullah bertanya: “Bagaimana dengan pintu ke 7.?” Sejenak Malaikat Jibril seperti ragu untuk menyampaikan siapa yang akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan, “Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yang berdosa besar dan meninggal sebelum mereka mengucapkan kata taubat”.

Mendengar penjelasan yang mengagetkan itu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pun langsung pingsan, Jibril lalu meletakkan kepala Rosulullah shallallahu alaihi wasallam di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar beliau bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.”

Nabi Muhammad lalu menangis, Jibrail pun ikut menangis. Kemudian nabi shallallahu alaihi wasallam langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang. Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari, dan ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yang sangat memilukan. Karena tangisannya ini, semua sahabat ikut menangis, kemudian mereka bertanya: “Mengapa beliau begitu berduka?” Namun beliau tidak menjawab.

Sayyidah Fathimah az-Zahra melihat beliau karena tangisan yang tiada henti. Wajah Nabi menjadi pucat dan pipinya menjadi cekung. Sebagaimana yang diceritakan oleh Kasyfi, bahwa Bumi tempat beliau duduk telah basah dengan air mata. Sayyidah Fathimah as berkata kepada ayahnya, semoga hidupku menjadi tebusanmu, “Mengapa Ayahanda menangis?” Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Ya Fathimah, mengapa aku tidak boleh menangis.? Karena sesungguhnya Jibril telah menyampaikan kepadaku sebuah ayat yang menggambarkan kondisi neraka. Neraka itu mempunyai 7 pintu, dan pintu- pintunya mempunyai 70.000 celah api. Pada setiap celah ada 70.000 peti mati dari api, dan setiap peti berisi 70.000 jenis azab”.

Setelah mendengar ucapan tsb, para sahabat Nabi menangis dan meratap, “Derita perjalanan alam akhirat sangat jauh, sedangkan perbekalan sangat sedikit”. Sementara sebagian lagi menangis dan meratap, “Seandainya ibuku tidak melahirkanku, maka aku tidak akan mendengar tentang azab ini”. Ammar bin Yasir berkata, “Andaikan aku seekor burung, tentu aku tidak akan ditahan (di hari kiamat) untuk di hisab”. Bilal yang tidak hadir di sana datang kepada Salman dan bertanya sebab- sebab duka cita itu. Salman menjawab: “Celakalah engkau dan aku, Sesungguhnya kita akan mendapat pakaian dari api, sebagai pengganti dari pakaian katun ini dan kita akan diberi makan dengan zaqqum (pohon beracun di Neraka).

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Syafaatku adalah untuk orang-orang yang melakukan dosa besar dari kalangan umatku.” [HR. Muslim].

Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah. Hadits ini dikeluarkan oleh Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath, dan derajatnya dinilai DHO’IF (Lemah) oleh Al-Haitsami di dalam Al-Majma’ Az-Zawaid, dan As-Suyuthi di dlm Ad-Durru Al-Mantsur.

Sebab DHO’IFnya Hadits ini dikarenakan di dalam sanadnya ada 2 perowi yg dipermasalahkan oleh para ulama hadits, yaitu:

1. Yazid Ar-Roqqosyi, ia seorang perawi yg matruk (ditinggalkan riwayatnya), menurut sebagian ulama.

Ia jg dinilai sebagai perawi yg DHO’IF oleh sejumlah ulama hadits, seperti Syu’bah, Al-Haitsami di dlm Majma’ Az-Zawaid, Ibnu Hibban di dlm Al-Majruuhiin, Ibnu Hajar n Ibnu Katsir rahimahullah.

2. Salaam Ath-Thowiil, ia seorang perawi yg DHO’IF sbgmn kesepakatan para ulama hadits.

Diantara ulama hadits yg menilainya sebagai perawi hadits yg DHO’IF adalah imam Ahmad, Yahya bin Ma’in dan An-Nasa’i.

Dengan demikian, jelaslah bagi kita bahwa hadits tsb DHO’IF, dan TIDAK BENAR datangnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) Adapun hadits yg disebutkan di akhir Broadcast tsb, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Syafaatku adalah untuk orang-orang yang melakukan dosa besar dari kalangan umatku.” [HR. Muslim].

Maka penisbatan riwayat tsb kpd imam Muslim dengan matan (redaksi hadits) seperti itu adalah KELIRU dan TIDAK BENAR.

Yg benar bahwa hadits tsb diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi, dengan lafazh/matan sbb:
شفاعتي لأهل الكبائر من أمتي
(Syafaa’atii Li Ahli Al-Kabaa-iri Min Ummatii).

Artinya: “Syafaatku adalah untuk orang-orang yang melakukan dosa besar dari kalangan umatku.”

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg bermanfaat bagi kita semua. Dan smg kita semakin waspada n berhati-hati dlm menerima n menyebarkan riwayat-riwayat yg belum jelas atau masih diragukan keshohihannya dr Nabi shallallahu alaihi wasallam. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Jakarta, 23/1/2014).

» BBG Majlis Hadits, chat room Hadits Dho’if dan Palsu. PIN: 27FE9BE4

(*) Blog Dakwah Kami:
https://abufawaz.wordpress.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s