KITA SEMUA PASTI AKAN MATI DAN BERPINDAH KE ALAM AKHIRAT YANG HAKIKI NAN ABADI

كل نفس ذائقة الموت Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

• 1. Allah Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan sesungguhnya balasan atas kalian akan disempurnakan kelak pada hari Kiamat. Barangsiapa diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan yang menipu.” (QS. Ali ‘Imraan: 185).

• 2. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ya Allah, tidak ada kehidupan sejati selain kehidupan akherat.” (HR. Al-Bukhari no.6413).

• 3. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang masuk surga maka dia akan selalu senang dan tidak akan merasa susah. Pakaiannya tidak akan usang dan kepemudaannya tidak akan habis.” (HR. Muslim no.2836).

• 4. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila para penduduk surga telah memasuki surga dan para penduduk neraka pun telah memasuki neraka, maka didatangkanlah kematian hingga diletakkan di antara surga dan neraka, kemudian kematian itu disembelih. Lalu ada yang menyeru, ‘Wahai penduduk surga, kematian sudah tiada. Wahai penduduk neraka, kematian sudah tiada’. Maka penduduk surga pun semakin bertambah gembira, sedangkan penduduk neraka semakin bertambah sedih karenanya.” (HR. Al-Bukhari no.6544, dan Muslim no.2850).

• 5. Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata, “Jadilah kalian anak-anak akhirat, dan jangan menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya hari ini yang ada hanyalah amalan dan belum ada hisab (perhitungan amalan hamba), sedangkan besok (di akhirat) yang ada adalah hisab dan tidak ada lagi waktu untuk beramal.” (HR. Al-Bukhari secara mu’allaq).

• 6. Diriwayatkan dari Ibnu Syaudzab rahimahullah, ia berkata: “Tatkala Abu Hurairah radhiyallahu anhu berada di ambang kematian, tiba-tiba beliau menangis. Maka orang-orang bertanya kepadanya: “Apa yang membuatmu menangis?” Beliau menjawab: “Jauhnya perjalanan (ke alam akhirat), sedikitnya perbekalan dan banyaknya rintangan. Sementara tempat kembali bisa ke dalam surga, dan bisa juga ke dalam api neraka.” (Lihat Shifatu Ash-Shofwah karya imam Ibnul Jauzi, I/694).

• 7. Al-Marudzi rahimahullah berkata: “Aku pernah bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, “Bagaimana keadaanmu pagi ini?”. Maka beliau menjawab, “Bagaimanakah keadaan seorang hamba yang Rabbnya senantiasa menuntutnya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban. Nabinya juga menuntut dirinya untuk mengerjakan Sunnah (tuntunan)nya. Begitu pula, dua malaikat yang menuntutnya untuk memperbaiki amalan. Sementara hawa nafsu menuntut dirinya untuk memperturutkan kemauannya. Iblis mengajaknya untuk melakukan berbagai perbuatan keji. Malaikat maut juga menunggu-nunggu untuk mencabut nyawanya. Dan di sisi yang lain, anak dan istrinya pun menuntut untuk diberikan nafkah?!” (Lihat kitab Aina Nahnu min Akhlaaqis Salaf, hal. 19).

• 8. Sebagian orang bijak berkata: “Bagaimana bisa merasakan kegembiraan dengan dunia, orang yang perjalanan harinya menghancurkan bulannya, dan perjalanan bulan demi bulan menghancurkan tahun yang dilaluinya, serta perjalanan tahun demi tahun yang menghancurkan seluruh umurnya. Bagaimana bisa merasa gembira, orang yang umurnya menuntun dirinya menuju ajal, dan masa hidupnya menggiring dirinya menuju kematian.” (Lihat Jaami’ul ’Uluum wal-Hikam, karya Al-Hafizh Ibnu Rojab, hal. 483).

Jika kita telah merasa yakin akan datangnya kematian secara pasti ini, kapan dan dimanapun kita berada, serta dalam keadaan bagaimanapun, maka sudah seharusnya kita semua bersungguh-sungguh mempersiapkan diri dengan bekal iman dan ketakwaan kepada Allah sebanyak-banyaknya untuk perjalanan yang sangat jauh ke negeri akhirat sebagai tempat kehidupan yang hakiki nan abadi.

Semoga Allah memberikan kepada kita petunjuk di dunia dan keamanan dari siksa kubur dan siksa api neraka di akhirat, serta memasukkan kita ke dalam surga-Nya. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

(Klaten, 11 Oktober 2013)

» Artikel BB Group Majlis Hadits, chat room Bening Hati.

(*) Blog Dakwah Kami: https://abufawaz.wordpress.com

One response to “KITA SEMUA PASTI AKAN MATI DAN BERPINDAH KE ALAM AKHIRAT YANG HAKIKI NAN ABADI

  1. Ping-balik: program | bayusubayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s