HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHOLAT SUNNAH KAFFAROH DAPAT MENGGANTIKAN SHOLAT-SHOLAT YANG DITINGGALKAN SAMPAI 1000 TAHUN YANG LALU

20130804-092952.jpg

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Di 10 hari terakhir ini dan khususnya menjelang hari Jumat terakhir bulan Romadhon, banyak pertanyaan via japri maupun di grup BB, dan beredar BC tentang keutamaan sholat sunnah Kaffarat yg diyakini dapat menebus dan menggantikan sholat-sholat yg pernah dilalaikan atau ditinggalkan oleh seseorang dengan sengaja hingga seribu tahun yg lalu.

Diantara kaum muslimin ada yg mempercayainya, lalu bersegera n bersemangat mengamalkannya. Dan ada pula diantara mereka yg ragu-ragu akan kebenaran hadits tsb, akhirnya merekapun mencari tahu derajat hadits tsb n kebenaran adanya sholat sunnah kaffarat di dlm syari’at Islam.

Maka, kami berupaya menjawab dengan menyampaikan keterangan para ulama sunnah ttg derajat hadits tsb. Sehingga kita berada di atas ilmu n yakin dlm mengamalkan atau meninggalkan suatu amalan yg dinisbatkan ke dalam agama Islam yang sangat sempurna syari’atnya.

(*) TERJEMAH HADITS:

Diriwayatkan dari sahabat: Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karromallahu Wajhahu; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” Barangsiapa selama hidupnya pernah meninggalkan sholat tetapi tak dapat menghitung jumlahnya, maka sholatlah di hari Jum’at terakhir bulan Ramadhan sebanyak 4 rakaat dengan 1x tasyahud / 1x salam ( tasyahud akhir saja ), tiap rakaat membaca 1 kali Fatihah kemudian surat Al-Qadar 15 X dan surat Al-Kautsar 15 X .

Niatnya : ” Nawaitu Usholli arba’a raka’atin kafaratan limaa faatanii minash-shalati lillaahi ta’alaa”.

Sayidina Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata: “Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sholat tersebut sebagai kafaroh (pengganti/penebus) sholat 1000 (seribu ) tahun “.

Maka bertanyalah para sahabat : “Umur manusia itu hanya 60 tahun atau 100 tahun, lalu untuk siapa kelebihannya ?”. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Untuk kedua orangtuanya, untuk istrinya, untuk anaknya dan untuk sanak familinya serta orang-orang yang di dekatnya/ lingkungannya”.

Setelah sholat sehabis salam, membaca shalawat Nabi sebanyak 100 kali dengan shalawat apa saja. lalu berdoa dengan doa ini 3 tiga kali, setelah membaca Basmalah, Hamdalah, istighfar, syahadat dan shalawat.

Waktu pelaksanaan shalat ini dapat dilakukan antara waktu setelah pagi Dhuha hingga sebelum Ashar, pada hari Jum’at terakhir di bulan suci Ramadhan.

(*) DERAJAT HADITS:

Bismillah. Derajat Hadits tsb MAUDHU’ (PALSU) dan TIDAK ADA ASAL-USULNYA (tidak punya sumber yg jelas, valid n akurat), karena riwayat tsb tidak ada di dalam kitab2 Hadits Shohih maupun kitab2 hadits Dho’if yg disusun oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Diantara bukti KEPALSUAN dan KEBATILAN Hadits tsb adalah sbb:

1. Riwayat tsb bertentangan dengan hadits shohih yg diriwayatkan oleh imam Muslim di dlm kitab Shohihnya, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
(Man Naama ‘An Sholaatin au Nasiyahaa Fal Yushollihaa idzaa Dzakarohaa, Laa Kaffaarota Lahu illaa Dzaalika)

Artinya: “Barangsiapa yg tertidur atau lupa dr mengerjakan sholat, maka hendaknya ia mengerjakan sholat tsb ketika ia ingat. Karena tidak ada kaffarat (pengganti sholat) baginya kecuali melakukan hal itu.” (HR. Muslim).

Hadits shohih ini menunjukkan disyari’atkannya mengganti sholat-sholat yg terlewatkan dr waktunya karena 2 sebab sj, yaitu;
» LUPA atau
» TERTIDUR (tanpa sengaja) dr melaksanakan sholat pd waktunya.

Adapun jika seseorang meninggalkan sholat-sholat fardhu yg lima waktu dengan Sengaja, maka kewajibannya adalah berTAUBAT kpd Allah dengan Taubat Nasuha, dan menurut pendapat sbgn ulama bahwa ia jg wajib menggantinya sejumlah n sebanyak sholat2 yg pernah ia tinggalkan dgn sengaja. Dan jika ia lupa n tidak yakin brp banyak sholat yg ia tinggalkan, maka hendaknya ia memperkirakan jumlahnya, sehingga ia mendekati rasa yakin.

Jadi, sholat2 yg ditinggalkan dengan sengaja sepanjang hidupnya tidak dapat diganti hanya dengan melaksanakan sholat Kaffarat sebanyak 4 roka’at pd hari Jumat terakhir dr bulan Romadhon dengan sifat n cara yg disebutkan di dlm riwayat palsu tsb.

2. Di dlm riwayat tsb disebutkan pelafazhan niat dengn mengucapkan:
(Nawaitu ushollii arba’a roka’aatin kaffaarotan Limaa Faataniy),

Artinya: “Aku berniat melaksanakan sholat 4 roka’at sebagai kaffaarat (pengganti/penebus) sholat2 yg tlh aku tinggalkan.”

Ini sdh jelas sbgai tanda kepalsuan n kebatilan hadits ini, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah melafazhkan niat ibadah dengan lisannya. Dan para ulama sunnah telah sepakat bahwa niat ibadah itu tempatnya di dlm Hati, bukan di Lisan.

3. Hadits Palsu ini merendahkan perkara sholat yg mana kedudukannya sangat tinggi di dlm syari’at Islam. Dan bahkan bisa mendorong sebagian orang utk meremehkan n meninggalkan sholat karena malas. Karena mereka beranggapan bahwa semua sholat yg ditinggalkannya dpt ditebus n diganti dengan melaksanakan sholat kaffarat sebanyak 4 roka’at sj pd hari Jumat terakhir dr bulan Romadhon.

4. Hadits Palsu ini banyak disebutkan n disebarluaskan melalui website atau situs-situs internet yg dikelola oleh orang2 SYI’AH yg sangat SESAT dan MENYESATKAN.
5. Ali al-Qari rahimahullah di dalam kitab Al-Maudlu’at Ash-Shughra dan Al-Kubra mengatakan ttg hadits sholat sunnah kaffarat: “ini adalah hadist batil secara pasti, sebab bertentangan dengan ijma’ (konsensus para ulama) bahwa satu ibadah tidak akan bisa mengganti ibadah-ibadah lain yang terlewatkan (ditinggalkan), apalagi sampai bertahun-tahun. Hadist tersebut diriwayatkan oleh pensyarah kitan Nihayah, mereka itu bukan ahli hadist, maka meraka juga tidak menyebutkan sanadnya yang lengkap.”

6. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang derajat hadits sholat Kaffarat yg dilakukan pd hari Jumat terakhir dr bulan Romadhon, maka beliau jawab: “Hadits tsb TIDAK ADA ASAL-USULNYA (yakni tidak mempunyai sumber yg jelas, akurat n valid), bahkan hadits tsb maudhu’ (Palsu) n batil yg didustakan atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya, kita harus wasapada n memberikan peringatan dr penyebarluasan hadits palsu ini, karena sesungguhnya ini merupakan kedustaan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam yg telah diperingatkan oleh beliau dengan sabdanya:
” مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا ‏فَلْيَتَبَوَّأْ ‏مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ ”

Artinya: “Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaknya ia mempersiapkan tempat duduknya dr api Neraka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Demikian penjelasan tentang derajat hadits sholat sunnah kaffarat yg dapat kami sampaikan. Smg kita semakin berhati-hati n selektif dlm membaca n mendengar serta mengamalkan hadits-hadits FadhoiL AmaL (hadits2 yg menerangkan tentang keutamaan amalan-amalan tertentu) yg belum jelas derajatnya dan kita pun masih meragukan akan keshohihannya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Dan Smg Allah selalu membimbing kita ke jalan yg lurus n benar serta melindungi kita dr segala kesesatan n keburukan di dunia n akhirat. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
(Mekkah, 25 Romadhon 1434 / 3 Agustus 2013).

(*) Artikel BB GROUP MAJLIS HADITS, room HADITS DHO’IF DAN PALSU. PIN: 296A5B45 , 2987565B.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s