HADITS-HADITS DHO’IF DAN PALSU TENTANG KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS

20130726-063714.jpg

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

(*) HADITS PERTAMA:

عن عبد الله بن أحمد بن عامر : حدثنا أبي : حدثنا علي بن موسى عن أبي موسى بن جعفر بن محمد عن أبيه عن أبيه محمد بن علي عن أبيه عن أبيه الحسين عن أبيه علي مرفوعا: من مر بالمقابر فقرأ ( قل هوالله أحد ) إحدى عشرة مرة , ثم وهب أجره للأموات , أعطي من الأجر بعدد الأموات “

Diriwayatkan Dari Abdullah bin Ahmad bin Amir, ia berkata; telah menceritakan kepada kami ayahku, ia berkata; telah menceritakan kepada kami Ali bin Musa, Dari Abu Musa bin Ja’far bin Muhammad, Dari ayahnya, dari ayahnya (yang bernama) Muhammad bin Ali, Dari ayahnya, Dari ayahnya (yang bernama) Al-Husain, Dari ayahnya (yang bernama) Ali radhiyallahu anhu secara marfu’: “Barangsiapa melewati pekuburan lalu ia membaca (Qul Huwallahu Ahad) sebelas kali, kemudian ia hadiahkan pahala (bacaan)nya itu kepada orang-orang mati, maka ia akan diberi pahala (oleh Allah) sejumlah orang-orang yang telah mati.”

(*) TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini dikeluarkan Oleh Abu Muhammad Al-Khollaal di dalam Fadho-il Al-Ikhlash, Dan Ad-Dailami di dalam Musnad Al-Firdaus.

(*) DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya Maudhu’ (PALSU) sebagaimana dinyatakan Oleh As-Suyuthi di dalam Dzailu Al-Ahaadiitsi Al-Maudhuu’ah, Al-Hafizh As-Sakhowi di dalam Al-Fataawaa Al-Hadiitsiyyah, dan Ibnu Iraq di dalam Tanziihu Asy-Syarii’ati Al-Marfuu’ati ‘An Al-Ahaadiitsi Asy-Syii’ati Al-Maudhuu’ah, Dan syaikh Al-Albani di dalam Silsilatu Al-Ahaadiitsi Adh-Dho’iifati wa Al-Maudhuu’ah III/452 nomor hadits: 1290.

» Sebab yang menjadikan hadits ini derajatnya PALSU, ialah karena di dalam sanadnya Ada 2 perawi hadits yang PENDUSTA, yaitu Abdullah bin Ahmad bin Amir Ath-Thoifi, Dan ayahnya Ahmad bin Amir Ath-Thoifi, sebagaimana yang dinyatakan Oleh Al-Hafizh As-Sakhowi.

Demikian penjelasan para ulama hadits tentang derajat hadits ini. Smg kita semakin berhati-hati dlm beramal. (Surabaya, 1 Juni 2013).

(Bersambung dgn HADITS KEDUA)

(*) HADITS KEDUA:

روى أبو نعيم من حديث أبي العلاء يزيد بن عبد الله بن الشخير عن أبيه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: “من قرأ { قل هو الله أحد } في مرضه الذي يموت فيه لم يفتن في قبره، وأمن من ضغطة القبر، وحملته الملائكة يوم القيامة بأكفها حتى تجيزه من الصراط إلى الجنة”

Abu Nu’aim meriwayatkan dari hadits dari Abul ‘Alaa’ Yazid bin Abdullah Asy-Syikhkhir, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ”Barangsiapa membaca surat “Qul Huwallaahu Ahad” (yakni surat Al-Ikhlas) pada sakit yang membawa kepada kematiannya, niscaya ia tidak akan menghadapi fitnah dalam kuburnya (yakni pertanyaan n siksaan di alam kubur, pent), ia jg aman dari gencatan kuburan, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai ke dalam Surga.”

(*) TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di dalam Hilyatu Al-Auliya’ II/213, dan Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jamu Al-Ausath II/54 no.5913.

(*) DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya Maudhu’ (PALSU). Termasuk salah satu hadits yg didustakan atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Hadits ini Maudhu’ (PALSU).” (Lihat Silsilatu Al-Ahaadiitsi Adh-Dho’ifati wa Al-Maudhuu’ati I/473).

Hadits ini dinilai palsu oleh para ulama hadits karena di dalam sanadnya Ada seorang perawi hadits yg bernama Nashr bin Hammad al-Balkhi, ia seorang pendusta dan tertuduh sebagai pemalsu hadits.

» Ath-Thobroni rahimahullah berkata tentangnya: “Nashr bin Hammaad Al-Balkhi dituduh sebagai pemalsu hadits Dan ia jg telah bersendirian dalam dengan riwayat ini.

» Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata tentangnya: “Dia seorang pendusta. Dan aku tidak mengenali gurunya yg bernama Malik bin Abdullah Al-Azdi.”

» Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqolani rahimahullah berkata tentangnya: “Dia seorang yg DHO’IF (lemah), Dan ia diduga telah memalsukan hadits.” (Lihat Taqriibu At-Tahdziib karya Ibnu hajar II/560 no.7109).

Dengan demikian, Tidak Boleh bagi kita menyampaikan n menulis atau menshare atau broadcast hadits ini kecuali dengan tujuan untuk menjelaskan kepalsuanya kepada umat Islam. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Klaten, 25 Juli 2013).

» Sumber: BBG Majlis Hadits, chat room Hadits Dho’if dan Palsu. PIN: 2987565B , 296A5B45

(*) Blog Dakwah Kami:

https://abufawaz.wordpress.com

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s