HUKUM KEROKAN DAN BEKAM BAGI ORANG YANG SEDANG PUASA

20130719-070442.jpg
(*) Masalah 360: HUKUM KEROKAN DAN BEKAM BAGI ORANG YANG SEDANG PUASA

Dijawab Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Tanya:
Dari member Majlis Hadits Akhwat 37:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
maw nanya nih ustadz pembimbing, gmn hukumnya bekam & kerokan pd waktu shaum? شُكْرًا atas jawabannya.
Mohon jawabannya أُسْتَاذُ

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Hukum KEROKAN bagi orang yg sedang puasa adalah BOLEH. Yakni tidak membatalkan puasa.

Sedangkan hukum BEKAM bagi orang yg berpuasa telah terjadi perbedaan pendapat yg sangat kuat di kalangan para ulama. Masing2 pendapat didukung dengan hadits2 yg shohih.

(*) Pendapat Pertama:

Bekam dapat MEMBATALKAN PUASA. Dan ini adalah pendapat imam Ahmad, Ibnu Sirin, Atho bin Abi Robah, Al-Auza’i, Ibnul Mundzir, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Taimiyah.

Dalil mereka adalah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
{أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ}
(Afthoro Al-Haajimu wa Al-Mahjuumu)

Artinya: “Telah berbuka puasa (baca: batal puasa) orang yg membekam n yg dibekam.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan selainnya).

(*) Pendapat Kedua:
Bekam TIDAK MEMBATALKAN PUASA. Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama seperti Ibnu Mas’ud, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Anas bin Malik, Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhum, imam Abu Hanifah, imam Malik, imam Asy-Syafi’I rahimahumullah, dan selainnya.

Dalil mereka adalah hadits shohih dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata:
(أن رسول الله صلى الله عليه وسلم احتجم وهو صائم ).

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berbekam sedangkan beliau dalam keadaan puasa.” (Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari, Abu Daud, n At-Tirmidzi).

(*) Pendapat yg nampak ROJIH (kuat n benar) adalah pendapat kedua, pendapat mayoritas ulama, yaitu BOLEHnya bekam bagi orang yg sedang puasa n TIDAK MEMBATALKAN puasanya.

Hal ini diperkuat dengan hadits yg diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata:
أرخص النبي صلى الله عليه وسلم في الحجامة للصائم

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memberikan rukhshoh (keringanan hukum) dalam masalah bekam bagi orang yg sedang puasa.” (Diriwayatkan oleh An-Nasai, Ad-Daruquthni n Al-Baihaqi. Dan derajat hadits ini SHOHIH LIGHOIRIHI sbgmn dinyatakan syaikh Al-Albani rahimahullah di dlm Irwa’ul Gholiil IV/74).

Hanya saja, jika bekam itu menyebabkan lemahnya badan orang yg puasa, maka sebagian ulama berpendapat bahwa hal ini hukumnya MAKRUH (tidak disukai), meskipun puasanya tetap SAH.

Hal ini berdasarkan sebuah atsar yg diriwayatkan dari Tsabit Al-Bunani rahimahullah, bahwa ia pernah bertanya kpd Anas bin Malik radhiyallahu anhu; “Apakah kalian (para sahabat Nabi) menganggap Makruhnya bekam bagi orang yg sedang puasa?” Maka beliau jawab: “Tidak. Kecuali jika bekam itu menyebabkan lemahnya badan (orang yg puasa).” (SHOHIH. Diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari).

Dan hukum Bekam itu bisa menjadi HARAM jika lemahnya badan karena bekam menyebabkan seseorang membatalkan puasanya.

(*) Termasuk dalam hukum bekam adalah DONOR DARAH.

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg mudah dipahami n menjadi ilmu yg bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Klaten, 10 Romadhon 1434 / 19 Juli 2013).

» Artikel BB GROUP MAJLIS HADITS, chat room TANYA JAWAB. PIN: 27F0CD30, 2987565B.

(*) Blog Dakwah Kami:
https://abufawaz.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s