TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA-6/6-

Oleh: Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

DAMPAK NEGATIF TEORI PENYATUAN AGAMA TERHADAP ISLAM DAN KAUM MUSLIMIN
Demikianlah ajaran-ajaran Yahudi dan Nasrani tersebar !. Salah satunya adalah dengan menyebar syiar-syiar mereka di tengah-tengah kaum muslimin. Dan dengan mengajak kaum muslimin untuk turut serta merayakan hari-hari besar mereka dan festival-festival mereka, menyatakan persahabatan dengan mereka, menghormati mereka, mengikuti dan melatahi tindak tanduk mereka,mengenyahkan perasaan benci dan permusuhan terhadap mereka dan membuka hubungan diplomatik dengan mereka.[4]

Itulah silsilah yang menggiring umat manusia kearah kehidupan modern. Dan itulah garis besar aksi orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam propaganda penyatuan agama mereka dengan agama Islam. Dengan karakter dan bentuk seperti itu aksi mereka ini adalah barang baru. Orang-orang Yahudi dan Nasrani sengaja menyebarkan slogan-slogan tersebut dibawah payung Gereja Internasional sebagai alasan untuk menyelundupkannya ke dalam percaturan politik melalui corong para penguasa. Sejak itulah seminar-seminar berturut-turut diselenggarakan, yayasan-yayasan dan oragnisasi banyak didirikan sebagai penyokongnya. Dan secara pasti mereka juga menyelundupkan ke dalam aktivitas keseharian kaum muslimin. Mereka senantiasa mengintai negeri-negeri kaum muslimin untuk memasukkan pemikiran tentang dunia baru [5] sebagai usaha memurtadkan kaum muslimin dari Islam sekaligus sebagai proteksi bagi agama mereka.

Oknum yang menyebarkan dan mempromosikannya melalui cukong Nasrani adalah Rojih Jaruudi [6] yang terus mengintai kelengahan kaum muslimin. Dalam rangka menyebarluaskan propaganda tersebut ia membuat seminar Ibrahimiyah (seminar para pengikut agama Ibrahim). Kemudian terjadilah apa yang terjadi sebagaimana yang telah kami sebutkan terdahulu.

Tidaklah mengherankan bila Yahudi dan Nasrani sangat antusias sekali menyambut seruan “Dialog Antar Umat Beragama” [6] dalam sebuah seminar yang bertema : ‘Pertukaran Peradaban dan Kebudayaan’, ‘Membangun Peradaban baru Umat Manusia’, ‘Pembangunan Masjid, Gereja dan Ma’bad di satu tempat, khususnya di tempat-tempat umum seperti lingkungan universitas, pelabuhan udara dan sejenisnya.

Diantara makar busuk yang memudahkan lajunya propaganda ini dalam merusak ajaran Islam adalah dibukanya materi kuliah perbandingan agama, khususnya antara ketiga agama tersebut. Dari situ ketahuanlah usaha masing-masing pemeluk agama untuk meninggikan agamanya atas agama lainnya. Akibatnya mencairlah kebutuhan dan keistimewaan Dienul Islam. Syubhat-syubhat pun semakin subur dan gencar dilontarkan yang kemudian ditampung oleh hati yang lemah. Saya telah memberikan sinyalemen tentang bahayanya materi tersebut dalam berbagai tulisan saya. Kemudian saya dapati sebuah perkataan indah yang tercantum pada mukaddimah biografi Al-Utsadz Muhammad Khalifah At-Tunisi, yang dilampirkan dalam buku ‘Protokolar Hukama Zionis hal 78, sebagai berikut :

“Demikian pula halnya dengan materi perbandingan agama. Orang-orang Yahudi terus meneliti perkembangan agama dan membuat studi banding tentang agama. Lalu memperbandingkan satu agama dengan yang lainnya hingga akhirnya mereka menghilangkan kesakralan agama dan memunculkan sosok para nabi tak ubahnya para dajjal (tukang dusta) !!!”

Itulah selayang pandang tentang kronologis munculnya teori penyatuan agama dan perkembangannya dari masa ke masa selama tiga kurun tersebut. Dan juga penjelasan tentang dampak negative yang ditimbulkan oleh konsipirasin menentang Islam dan kaum muslimin. Diakhir penjelasan nanti akan saya perinci misi dan visi propaganda ini terhadap Islam dan kaum Muslimin.

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
__________
Foote Note
[4] Berita ini disebarluaskan melalui berbagai media informasi diantaranya melalui Koran-koran internasional yang terbit sejak bulan Ramadhan 1416
[5] ‘Membuka Hubungan Diplomatik’ merupakan istilah internasional yang p popular sekarang ini. Yaitu kesepakatan dan hubungan bilateral antara dua negara. Yang bertujuan menormalisasi hubungan kedua negara tersebut seiring dengan perkembangan terakhir kedua negara. Hubungan kedua negara tersebut meliputi beberapa sector, bukan hanya sector politik semata. Mencakup juga sektor ekonomi, perdagangan, pengiriman utusan diplomasi, kerja sama dalam bidang informasi dan kebudayaan serta pariwisata. Silakan lihat buku Kalimat Gharibah hal.148
[5] Kalimat ‘Dunia Baru’ atau ‘Perdaban Modern” adalah sebuah istilah yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Georhe W Bush, setelah berkahirnya krisis teluk pada tahun 1411. Tidak terlihat adanya gambaran yang jelas dari istilah tersebut. Hanya saja dari indikasi yang ada berat dugaan yang dimaksud adalah organisasi-organisasi internasional seperti Muktamar Persatuan Agama, Muktamar Perempuan dan Kependudukan, Muktamar Pendidikan Internasional, yang merupakan satu system imperialis barat gaya baru terhadap kebudayaan dan agama bangsa timur, lebih khusus lagi terhadap kaum muslimin. Yang bertujuan menghapus nilai-nilai agama dan moral. Dan menekankan sikap ‘latah’ kepada mereka khususnya peradaban, agama dan moral mereka. Serta menyebarkan kesesatan dan gaya hidup bebas tanpa batas.
[6] Di dalam media-media informasi disebarluaskan tentang keadaan orang ini, yaitu berita tentang pernyataan Rojih Jaruudi bahwa ia belum meninggalkan agama Nasrani yang dianutnya. Kemudian ia melontarkan beberapa pemikiran baru di dalam Islam, diantaranya adalah : Pernyataannya bahwa shalat yang difardhukan hanyalah tiga waktu bukan lima waktu. Secara terang-terangan ia juga mengajak kepada agama baru racikan dari tiga ideologi, Islam, Nasrani dan Komunisme. Dan masih banyak lagi kekufurannya yang lain. Hal itu disebarluaskan dalam majalah Al-Majalah terbitan tahun 1416. Syaikh Al-Azhar, Jaadul Haq, sebelum wafat telah mengeluarkan bantahan terhadapnya. Demikian pula Mufti Besar Kerajaan Saudi Arabia, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (wafat tahun 1420) mengeluarkan bantahan terhadapnya dalam majalah Al-Ba’ts Al-Islami edisi VI/Rabi’ul Awal 1417 hal.24-31. Orang seperti ini baru ketahuan kedoknya setelah beberapa tahun. Hal itu memberi pelajaran bagi kaum muslimin agar terlebih dahulu mengecek dan memeriksa sebelum melangkah ke depan. Sebab kaum muslimin kadang membesarkan popularitasnya dan melambungkan namanya kemudian kedoknya terbongkar seperti yang telah disebutkan. Hanya kepada Allah saja kita mengadu dan hanya kepadaNya sajalah kita memohon pertolongan.
[7] Muktamar yang paling terkini yang diselenggarakan adalah ‘Muktamar Islam dan Dialog Interaktif Antar Pemeluk Agama’ di Kairo pada bulan Rabi’ul Awal tahun 1417. Di dalam Majalah Al-Ishlah yang diterbitkan di Emirat Arab edisi 351 tanggal 1/4/1417 dicantumkan penegasan tentang hal itu. Dan dicantumkan juga pernyataan yang sangat mengejutkan dari beberapa peserta dari kalangan kaum muslimin!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s