TINJAUAN HISTORIS TEORI PENYATUAN AGAMA DAN BEBERAPA KASUS YANG BERKAITAN DENGANNYA-4/6-

Oleh: Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid

[4] PROPAGANDA PENYATUAN AGAMA PADA HARI INI
Pada kesempatan akhir kurun empat belas Hijriyah hingga pada hari ini dibawah selogan ‘membangun dunia baru’, Yahudi dan Nasrani secara terang-terangan menyuarakan persatuan agama, yaitu antara mereka dengan kaum muslimin. Dalam istilah lain mereka mengatakan : “Penyatuan antara pengikut nabi Musa, Isa dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam”. Dibawah slogan ‘seruan kepada penyatuan agama’, pendekatan antara agama’ dan ‘ persaudaraan antara agama’. Bahkan di Mesir telah dibuka sebuah markas dengan nama tersebut.[1]

Lalu dengan nama ‘persatuan agama’ dan telah dibuka pula sebuah markas di Sinai Mesir dengan nama tersebut. [2]

Muncul juga dengan nama ‘persaudaraan Islam Nasrani’, juga dengan nama ‘Himpunan Islam Nasrani Anti Komunisme’.

Lalu muncul pula ke tengah masyarakat dengan berbagai slogan, diantaranya : ‘persatuan agama’, ‘perhimpunan agama’, ‘persatuan tiga agama’, ‘agama ibrahimiyah’, ‘persatuan agama ilahi’, ‘kaum beriman’,’persatuan kaum beriman’, ‘persatuan umat manusia’, ‘agama universal’ , ’kebersamaan antar agama’, ‘pengikut millah’, ’persatuan agama-agama internasinal’ dan lain-lain. [3]

Kemudian muncul pula slogan lain yaitu : ‘persatuan kitab-kitab samawi’. Slogan itu bermuara kepada pemikiran mencetak Al-Qur’an Al-Karim, Taurat dan Injil dalam satu jilid !

Kemudian propaganda ini juga menyentuh aspek ritual ibadah [4]. Terbukti dengan ajakan Paus Paulus II menegakkan shalat bersama yang diikuti wakil dari tiga agama, yaitu Islam dan Ahlu Kitab (Yahudi dan Nasrani) di tempat bernama Asis di Italia pada tanggal 27 Oktober 1986M.

Kemudian peristiwa itu berulang kembali dengan nama ‘Shalat Ruhul Qudus!’ [5]

Sementara itu di Jepang, telah dilakukan shalat bersama di puncak gunung Kito. Yang sangat menyedihkan sekali didapati beberapa anggota organisasi-organisasi Islam yang terpandang termasuk diantara perserta shalat bersama itu !

Dan masih banyak cara-cara lainnya yang menjebak kaum muslimin ke dalamnya. Sehingga pandangan dan perhatian tertuju kepadanya serta banyak yang berpartisipasi untuk kegiatan mereka. Seperti halnya istilah ; ‘perdamaian dunia, pelita ketenangan dan kebahagiaan umat manusia, persaudaraan, kebebasan, penyebaran kebaikan dan lain-lainnya’. Ketiga istilah tersebut merupakan sarana-sarana penunjang gerakan Fremasonry, yaitu : ‘Kebebasan, persaudaraan dan persamaan’. Atau dalam istilah lain mereka menyebutnya dengan : ‘Kedamaian, kasih sayang dan kemanusiaan’. Dengan mengedepankan propaganda ‘Spiritualisme Modern’ yang diwujudkan dengan menghadirkan para arwah, arwah muslim, arwah Yahudi, arwah Nasrani, arwah penganut Budha dan lain-lain. Itu tidak lain adalah propaganda zionisme Internasional yang jelas-jelas merusak. Ustadz Muhammad Husein rahimahullah telah menjelaskan bahaya tersebut dalam kitabnya berjudul : ‘Spiritualisme Modern Propaganda Sesat dan Merusak, Memanggil Arwah dan Hubungannya Dengan Gerakan Zionisme Internasional”

[Disalin dari kitab Al-Ibthalu Linazhariyyatil Khalthi Baina Diinil Islaami Wa Ghairihii Minal Adyan, edisi Indonesisa Propaganda Sesat Penyatuan Agama, Oleh Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid, Terbitan Darul Haq]
__________
Foote Note
[1] Lihat kitab Muhammad Al-Baahi berjudul Al-Ikhaa’ An-Diini, Mujamma’ Al-Adyaan/Siyasah Ghaira Islamiyah hal.3, ia berkata : “Sebuah kelompok yang berupaya menyatukan kaum Muslimin dengan kaum Nasrani berpusat di markas organisasi pemuda Islam di Kairo”.
[2] Masih dalam kitab terdahulu disebutkan : ‘Organisasi bernama Mujamma’ Al-Adyan, didirikan di Wadi Raahah di Sinai.
[3] Internasionalisasi adalah ajaran baru yang mengajak untuk membahas cara melepaskan diri dari belenggu agama-agama yang ada di dunia, pada hakikatnya usaha tersebut adalah untuk memupus Dienul Islam. Silakan lihat. Mu’jam Al-Manahi Al-Lafzhiyyah hal. 370-371
[4] Disarikan dari Silsilah Taqarir Al-Ma’lumat Departemen Agama Kuwait, nomor dokumen 61334. Markas Raja Faisal untuk penelitian dan pembahasan Islamiyah di Riyadh.
[5] Tidak diberitakan secara jelas kepada kami menghadap kearah kiblat manakah Paus Paulus II ketika mengimami mereka shalat. Apakah dilakukan di baitur rahmah (masjid) ataukah di baitul adzab (gereja)? Baru pertama kali inilah kaum muslimin shalat diimami oleh orang kafir !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s