HUKUM QOZA’ (Mencukur Rambut Kepala Tidak Rata) DALAM ISLAM

Dijawab oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

20130109-114656.jpg

Masalah 14: HUKUM QOZA’ (Mencukur Rambut Kepala Tidak Rata) Dalam Syari’at Islam

Tanya:
Assalamualaikum, akhir2 ini sering liat potongan rambut anak yg gak rata, ada bagian yg” dipitakin” ada bag yg lebih tinggi dr yg lain..jd seperti beralur…sy pernah baca hadist yg kira2 bunyinya melarang mencukur rambut tidak rata? Krn menyerupai org kafir…kl benar adanya bs dijelaskan hadist aslinya dan apakah contoh rambut diatas termasuk didalamnya, terima kasih

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Memang benar mencukur rambut secara tidak rata atau disebut dengan Qoza’ (yakni sebagian rambut kepala dicukur dan sebagian yg lain dibiarkan) adalah trmasuk perbuatan yg dilarang dlm syariat Islam. Dan para ulama telah mnyatakan bhwa hal tsb hukumnya makruh. Berikut ini akan sy sebutkan hadits yg melarangnya:

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – نَهَى عَنِ الْقَزَعِ

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah (shallallahu alaihi wasallam, pent) melarang Qoza’ (yakni mencukur sebagian rambut dan membiarkan sebagian lainnya, pent).”. (HR. Bukhori V/2214 no.5577 bab Al-Qoza’, dan Muslim III/1675 no.2120, bab Karohatu Al-Qoza’).

Dan di dalam hadits lain, diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, dia berkata:

رأى النبي صلى الله عليه وسلم صبياً قد حلق بعض شعر رأسه وترك بعضاً فقال: (احلقه كله أو دعه كله)

“Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam melihat seorang anak yang dicukur sebagian rambut kepalanya dan dibiarkan sebagian yang lain, maka beliau melarang perbuatan mereka itu dengan bersabda: “Cukurlah seluruhnya atau biarkan saja seluruhnya.” (HR. Ahmad II/88, Abu Dawud no. 4195, dan An-Nasa-i no.5048).

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Para ulama telah sepakat secara ijma’ akan makruhnya hukum qoza’ kecuali jika ada keperluan seperti pengobatan atau bekam.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Dan ini termasuk kesempurnaan kecintaan Allah azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam terhadap sikap adil. Karena sesungguhnya Dia senantiasa memerintahkan keadilan sekalipun dlm urusan pribadi seseorang. Dimana Allah telah melarangnya mencukur sebagian rambut kepalanya dan membiarkan sebagian rambut yang lain (tanpa dicukur). Sebab yg demikian itu trmasuk bentuk kezholiman trhadap (kulit) kepala, yaitu dengan membiarkan sebagiannya tertutupi rambut dan sebagian yg lain terbuka.” (Lihat Tuhfatul Maudud hal.64).

Jadi apa yg ibu gambarkan di atas termasuk dlm makna Qoza’. Sy punya beberapa gambaran / foto Qoza’ yg dijelaskan oleh ibnul Qoyyim rohimahullah. Tapi إِنْ شَاءَ اللّهُ Allah akan sy muat di dlm blog dakwah berikut ini. http://abufawaz.wordpress.com.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Smg menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat bagi kita semua. :)

(Sumber: BlackBerry Group Majlis Hadits, Chat Room Tanya Jawab)

About these ads

6 responses to “HUKUM QOZA’ (Mencukur Rambut Kepala Tidak Rata) DALAM ISLAM

  1. bagaimana hukumnya cukur gundul?

    • Bismillah. Hukum cukur gundul klimis BOLEH bagi laki-laki jika ada hajat seperti pengobatan penyakit di kepala semisal bekam n selainnya.

      Dan hukum cukur gundul klimis sangan dianjurkan bagi orang yg telah tahallul (selesai) dari menjalankan ibadah haji n umroh. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam mendoakan rahmat 3 kali bagi orang yg cukur rambut hingga gundul klimis ketika selesai tahallul haji atau umroh.

      Adapun menggundul klimis rambut kepala dengan niat n tujuan meniru-niru orang fasiq n kafir maka hukumnya Haram. Di dalam hadits, Nabi shallallahu alihi wasallam bersabda:
      من تشبه بقوم فهو منهم

      Artinya: “Barangsiapa meniru-niru (kebiasaan / ciri khas) suatu kaum, maka ia termasuk dari golongan mereka.”

      Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab.

  2. Assalamu Alaikum Ustadz,
    Ustadz ana minta ijin untuk copy paste artikel2nya? syukron.

    • Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.
      Iya silkan dicopas n dishare artikel2 yg ada di blog dakwah ini dengan mencantumkan sumber dan Linknya, dan tanpa merubah, menambahi atau menguranginya. Semoga jadi ilmu yg bermanfaat.

  3. afwan, dalil apa yang menyebabkan larangan tersebut hukumnya turun menjadi makruh? bisa mohon dijelaskan?

    • Assalaamu’ alaikum,
      Ustadz, apakah hukumnya mengerik jampang, dan rambut halus dileher memakai silet, finishing setelah dicukur rambutnya? Ane pernah dengar kalo itu tasabbuh..
      Jazakallohu khoiron Katsiro,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s